169169

LAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media RekamLAYAR: Jurnal Ilmiah Seni Media Rekam

Tulisan ini membahas tentang inovasi pembaharuan gaya penuturan program televisi features dokumenter dalam program acara “Jelajah Nusantara (Episode: Puntang yang Terkenang). Penggabungan gaya penuturan ekspositori dan interaktif disajikan dengan konsep 3 in 1 dalam gaya penyutradaraan koordinator, sehingga peran narator dan presenter yang biasanya berdiri sendiri‑sendiri menjadi aktif berinteraksi satu sama lain dipadukan dengan narator yang memberi informasi dengan visualisasi gambar sebagai penegas dari informasi yang ada. Konsep 3 in 1 dalam setiap episode program televisi ini menampilkan unsur rekreasi, edukasi, dan sensasi dalam satu tempat wisata, dan pembuatan program acara features dokumenter ini dimulai dengan riset metode penelitian kualitatif serta tahap pra produksi, produksi, dan pasca produksi.

Program acara “Jelajah Nusantara berhasil menggabungkan gaya penuturan ekspositori dan interaktif dengan konsep 3 in 1, menghasilkan interaksi dinamis antara narator dan presenter serta penyampaian informasi yang lebih visual dan edukatif.Pendekatan penyutradaraan koordinator memungkinkan koordinasi tim kreatif secara efektif, sehingga konsep acara dapat direalisasikan sesuai visi.Konsep inovatif ini meningkatkan daya tarik penonton dengan memadukan unsur rekreasi, edukasi, dan sensasi dalam satu paket pengalaman menonton.

Bagaimana penerapan gaya penyutradaraan koordinator dapat diwariskan ke program televisi lain dengan genre berbeda? Sejauh mana elemen visualisasi narasi ekspositori mempengaruhi pemahaman penonton, dan bagaimana metrik kuantitatif dapat diukur? Apa dampak jangka panjang penggunaan konsep 3 in 1 terhadap loyalitas penonton dan nilai edukatif program fitur dokumenter?.

Read online
File size639.45 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test