GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP

Jurnal Peduli MasyarakatJurnal Peduli Masyarakat

Gizi kurang merupakan kondisi kompleks yang dipengaruhi berbagai faktor, termasuk asupan makanan yang tidak memenuhi kebutuhan gizi. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nafsu makan pada balita gizi kurang yaitu dengan terapi non farmakologi seperti tuina massage dan pemberian makanan tambahan yang berbahan dasar pangan lokal yaitu buah carica papaya l. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu menganalisis peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan sebelum dan setelah dilakukan tuina massage dan pemberian carica papaya l. Metode pengabdian masyarakat ini melalui tahap persiapan, skrining peserta, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi peserta PkM adalah balita usia 2-5 tahun dengan gizi kurang di Puskesmas Mandiraja 2 sebanyak 10 responden, evaluasi dilakukan dengan pengukuran berat badan dan peningkatan nafsu makan. Hasil PkM menunjukkan bahwa rata-rata balita berumur 3 tahun 50%, laki-laki 50% dan perempuan 50%, balita yang tidak mendapatkan asi eksklusif 70%, pendidikan ibu rata-rata SMA/SMK 60%, rata-rata penghasilan orangtua kurang dari 2 juta/bulan, berat badan rata-rata 10.82 kg dan tinggi badan 90.5 cm. pengetahuan dan keterampilan ibu setelah dilakukan penyuluhan 100% meningkat, pengaruh tuina massage dan pemberian carica papaya l terhadap peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang rata-rata peningkatan 0.839 sendok, dan berat badan balita ada peningkatan dengan rata-rata peningkatan 0,28 kg.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang umur 2-5 tahun dengan tuina massage dan pemberian carica papaya l di Puskesmas Mandiraja 2 terlaksana dengan lancar dan berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menjadi 100% baik yang berdampak langsung pada 10 balita gizi kurang dengan adanya peningkatan frekuensi makan pada 9 anak dan kenaikan berat badan pada semua anak setelah tujuh hari dilakukan tuina massage dan pemberian carica papaya l.Upaya ini menunjukkan efektivitas tuina massage dan pemberian carica papaya l dalam mengatasi kesulitan makan pada balita.Dengan demikian, edukasi dan penyuluhan sangat berperan dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan nafsu makan dan berat badan balita.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi pengaruh jangka panjang dari kombinasi tuina massage dan pemberian carica papaya l terhadap pertumbuhan dan perkembangan kognitif balita gizi kurang. Hal ini penting untuk memahami apakah intervensi ini memberikan dampak positif yang berkelanjutan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor sosial ekonomi dan budaya yang mempengaruhi perilaku pemberian makan pada keluarga dengan balita gizi kurang. Pemahaman ini akan membantu merancang program edukasi yang lebih efektif dan sesuai dengan konteks lokal. Ketiga, penelitian kuantitatif dengan desain randomized controlled trial (RCT) dapat dilakukan untuk menguji efektivitas intervensi tuina massage dan carica papaya l secara lebih rigor, dengan melibatkan sampel yang lebih besar dan kontrol yang lebih ketat. Kombinasi ketiga saran ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya pencegahan dan penanganan gizi kurang pada balita di Indonesia, dengan pendekatan yang holistik dan berbasis bukti ilmiah.

  1. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI POSYANDU BALITA KALINGGA BANYUANYAR SURAKARTA... doi.org/10.36419/jkebin.v11i2.375FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI POSYANDU BALITA KALINGGA BANYUANYAR SURAKARTA doi 10 36419 jkebin v11i2 375
  2. KOMBINASI METODE PENYULUHAN DEMONSTRASI AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA | Medika Kartika... doi.org/10.35990/mk.v7n1.p24-33KOMBINASI METODE PENYULUHAN DEMONSTRASI AUDIOVISUAL TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA Medika Kartika doi 10 35990 mk v7n1 p24 33
  3. HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI DI POSBINDU DESA... jofar.afi.ac.id/index.php/jofar/article/view/116HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG HIPERTENSI DI POSBINDU DESA jofar afi ac index php jofar article view 116
  4. Perbedaan Media Video Plus Leaflet Dan Leaflet Dalam Meningkatkan Pengatahuan Dan Sikap Tentang Penggunaan... doi.org/10.33024/jikk.v11i7.15126Perbedaan Media Video Plus Leaflet Dan Leaflet Dalam Meningkatkan Pengatahuan Dan Sikap Tentang Penggunaan doi 10 33024 jikk v11i7 15126
Read online
File size371.12 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test