WIRARAJAWIRARAJA
Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan)Journal Of Health Science (Jurnal Ilmu Kesehatan)Diare adalah penyakit yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan, terutama sanitasi lingkungan yang bersih dan penggunaan toilet yang tepat. Jika kedua fasilitas ini terkontaminasi, risiko terkena diare akan meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara fasilitas air bersih dan penggunaan toilet dengan kejadian diare pada balita di Desa Keluarga Berencana Bagan Percut. Penelitian ini dilakukan di Desa Keluarga Berencana Bagan Percut, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan menggunakan metode kuantitatif dan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu yang memiliki balita sebanyak 256 orang, dan jumlah sampel yang diambil adalah 72 balita. Hasil analisis data menggunakan uji statistik menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fasilitas air bersih (p = 0.003) dan penggunaan toilet (p = 0.000) dengan kejadian diare pada balita. Nilai p yang diperoleh kurang dari 0.05 yang mengindikasikan bahwa hubungan antara variabel-variabel ini signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fasilitas air bersih dan penggunaan toilet dengan kejadian diare pada balita di Desa Keluarga Berencana Bagan Percut, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kualitas fasilitas air bersih dan penggunaan toilet yang tepat untuk mencegah diare pada balita. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan mencegah diare pada balita di wilayah tersebut.
Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara fasilitas air bersih (p = 0.003) dan penggunaan toilet (p = 0.000) dengan kejadian diare pada balita di Desa Keluarga Berencana Bagan Percut, Desa Percut, Kecamatan Percut Sei Tuan.Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fasilitas air bersih dan penggunaan toilet dengan kejadian diare pada balita di wilayah tersebut.Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kualitas fasilitas air bersih dan penggunaan toilet yang tepat untuk mencegah diare pada balita.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah sebagai berikut: Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap kejadian diare pada balita, seperti perilaku mencuci tangan, kebersihan makanan, dan status gizi balita. Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai determinan diare dan merancang intervensi yang lebih efektif. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk menguji hubungan kausal antara paparan terhadap fasilitas air bersih dan sanitasi yang buruk dengan risiko kejadian diare pada balita dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini akan memberikan bukti yang lebih kuat mengenai dampak jangka panjang dari sanitasi yang buruk terhadap kesehatan balita. Ketiga, penelitian intervensi dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program edukasi tentang kebersihan dan sanitasi dalam mengurangi kejadian diare pada balita. Program edukasi ini dapat mencakup penyuluhan tentang cara mencuci tangan yang benar, cara menyimpan makanan dengan aman, dan pentingnya menggunakan toilet yang bersih. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai determinan diare pada balita dan mengembangkan strategi intervensi yang efektif untuk mencegah penyakit ini.
- Analisis Kejadian Diare di Dusun I Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang | Jurnal... doi.org/10.52022/jikm.v13i2.204Analisis Kejadian Diare di Dusun I Desa Amplas Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang Jurnal doi 10 52022 jikm v13i2 204
- Analisis Hubungan Antara Kualitas Air Bersih dengan Kejadian Penyakit Diare di Wilyah Kerja Puskesmas... doi.org/10.14710/jekk.v9i2.9093Analisis Hubungan Antara Kualitas Air Bersih dengan Kejadian Penyakit Diare di Wilyah Kerja Puskesmas doi 10 14710 jekk v9i2 9093
| File size | 707.44 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
PROSPECTPUBLISHINGPROSPECTPUBLISHING Hal ini menegaskan pentingnya intervensi gizi spesifik yang memanfaatkan potensi pangan lokal berupa kelor, bayam, dan selada setiap harinya sebagai upayaHal ini menegaskan pentingnya intervensi gizi spesifik yang memanfaatkan potensi pangan lokal berupa kelor, bayam, dan selada setiap harinya sebagai upaya
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Dari 50 peserta untuk pre test terdapat 20 siswi yang nilainya di bawah 60, dan saat post test hanya 5 siswi yang nilai post testnya di bawah 60. PKM iniDari 50 peserta untuk pre test terdapat 20 siswi yang nilainya di bawah 60, dan saat post test hanya 5 siswi yang nilai post testnya di bawah 60. PKM ini
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Selo terutama anak-anak berjumlah 16 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan skrining, apersepsi, penyampaianKegiatan pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Selo terutama anak-anak berjumlah 16 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan skrining, apersepsi, penyampaian
SALNESIASALNESIA Selain itu, peserta pelatihan menunjukkan keterampilan yang memadai dalam mengolah ikan patin menjadi dimsum. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasiSelain itu, peserta pelatihan menunjukkan keterampilan yang memadai dalam mengolah ikan patin menjadi dimsum. Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan edukasi
SALNESIASALNESIA Metode yang dilakukan adalah dengan melakukan tahapan kegiatan yaitu (1) pemantauan berat badan anak dan (2) pemberian edukasi gizi pada makanan pendampingMetode yang dilakukan adalah dengan melakukan tahapan kegiatan yaitu (1) pemantauan berat badan anak dan (2) pemberian edukasi gizi pada makanan pendamping
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Kesimpulan ini menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko dan mempertimbangkan implikasi keamanan data. Penelitian ini berkontribusiKesimpulan ini menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan risiko dan mempertimbangkan implikasi keamanan data. Penelitian ini berkontribusi
GOMITGOMIT Metodologi yang digunakan adalah desain eksperimental dengan strategi pra‑ dan pasca‑test tanpa kelompok kontrol. Dengan membandingkan status giziMetodologi yang digunakan adalah desain eksperimental dengan strategi pra‑ dan pasca‑test tanpa kelompok kontrol. Dengan membandingkan status gizi
UPGRISUPGRIS Melalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 30 responden, hasil menunjukkan bahwa media sosial memberikan dampak signifikanMelalui pendekatan kualitatif dengan metode wawancara mendalam terhadap 30 responden, hasil menunjukkan bahwa media sosial memberikan dampak signifikan
Useful /
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Fokus kegiatan mencakup empat aspek: integrasi bank sampah, penyuluhan penyakit tidak menular (PTM), pelatihan bantuan hidup dasar, serta skrining PTMFokus kegiatan mencakup empat aspek: integrasi bank sampah, penyuluhan penyakit tidak menular (PTM), pelatihan bantuan hidup dasar, serta skrining PTM
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan, dimana pemahaman tentang perlekatan yang benar meningkat dari 65% menjadi 90%,Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan, dimana pemahaman tentang perlekatan yang benar meningkat dari 65% menjadi 90%,
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Metode yang digunakan adalah pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi, FGD, dan penyuluhan dengan sasaran lima fokusMetode yang digunakan adalah pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi, FGD, dan penyuluhan dengan sasaran lima fokus
ITSKHATULISTIWAITSKHATULISTIWA Komitmen pegawai untuk terus bekerja dengan loyalitas, ketaatan, kesetiaan, dan tanggung jawab terhadap lembaga akan semakin kuat jika pegawai merasa bahwaKomitmen pegawai untuk terus bekerja dengan loyalitas, ketaatan, kesetiaan, dan tanggung jawab terhadap lembaga akan semakin kuat jika pegawai merasa bahwa