GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP
Jurnal Peduli MasyarakatJurnal Peduli MasyarakatPersalinan melalui sectio caesaria (SC) kerap menyebabkan keterlambatan dalam inisiasi menyusui dan meningkatkan risiko bingung puting pada bayi, yang berdampak pada kegagalan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui pasca SC dalam menghadapi masalah tersebut melalui pendekatan konseling dan pendampingan. Kegiatan dilaksanakan di Klinik Srinatama, Tebing Tinggi, selama dua hari pada Mei 2025, dengan melibatkan 20 ibu menyusui pasca SC yang dipilih secara purposive. Metode kegiatan meliputi ceramah, demonstrasi teknik menyusui, praktik langsung dengan boneka laktasi, serta mini-konseling individual. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test pengetahuan, serta observasi keterampilan praktik menyusui menggunakan lembar checklist. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang signifikan, dimana pemahaman tentang perlekatan yang benar meningkat dari 65% menjadi 90%, dan keterampilan posisi menyusui pasca SC meningkat dari 40% menjadi 85%. Sebanyak 75% ibu berhenti menggunakan dot, dan mulai rutin melakukan kontak kulit-ke-kulit. Wawancara menunjukkan bahwa 90% peserta merasa lebih percaya diri dan siap menyusui secara eksklusif. Konseling dan pendampingan secara langsung terbukti efektif dalam mengatasi tantangan menyusui pasca SC, serta dapat menjadi strategi promotif-preventif yang penting untuk mendukung keberhasilan ASI eksklusif di komunitas.
Kegiatan konseling dan pendampingan secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan menyusui pada ibu pasca sectio caesaria.Intervensi ini berhasil meningkatkan pemahaman tentang teknik menyusui yang benar, mengurangi penggunaan dot, dan meningkatkan rasa percaya diri ibu dalam menyusui secara eksklusif.Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan profesional dan pendekatan praktis dalam mengatasi tantangan menyusui pasca operasi caesar.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji efektivitas intervensi konseling laktasi yang lebih komprehensif, termasuk penggunaan teknologi seperti aplikasi seluler atau konsultasi daring, untuk menjangkau lebih banyak ibu pasca SC. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi keberhasilan menyusui pada ibu pasca SC, seperti dukungan sosial dari keluarga dan lingkungan kerja, serta peran tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan. Ketiga, studi longitudinal diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi konseling laktasi terhadap praktik menyusui, pertumbuhan dan perkembangan bayi, serta kesehatan mental ibu, sehingga dapat memberikan bukti yang kuat untuk pengembangan kebijakan dan program kesehatan yang lebih efektif dalam mendukung keberhasilan menyusui secara nasional.
- Early exclusive breastfeeding cessation and postpartum depression: Assessing the mediating and moderating... doi.org/10.1371/journal.pone.0251419Early exclusive breastfeeding cessation and postpartum depression Assessing the mediating and moderating doi 10 1371 journal pone 0251419
- 0. ask publishers restore access books wayback machine texts audio software images donate archive sign... journals.sagepub.com/doi/10.1177/08903344156186680 ask publishers restore access books wayback machine texts audio software images donate archive sign journals sagepub doi 10 1177 0890334415618668
- Health Education : Audio Visual Media for Improving Mother’s Knowledge, Attitude, and Psychomotor... doi.org/10.21070/midwiferia.v8i1.1357Health Education Audio Visual Media for Improving MotherAos Knowledge Attitude and Psychomotor doi 10 21070 midwiferia v8i1 1357
- Effectiveness of community-based peer support for mothers to improve their breastfeeding practices: A... journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0177434Effectiveness of community based peer support for mothers to improve their breastfeeding practices A journals plos plosone article id 10 1371 journal pone 0177434
| File size | 344.13 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Mayoritas balita di Desa Bilungala Utara memiliki status gizi normal (92,9%), meskipun masih ditemukan kasus stunting (2,9%), gizi kurang (2,9%), dan giziMayoritas balita di Desa Bilungala Utara memiliki status gizi normal (92,9%), meskipun masih ditemukan kasus stunting (2,9%), gizi kurang (2,9%), dan gizi
MAHARDIKAMAHARDIKA Terdapat korelasi positif lemah antara (nilai ρ = 0,003; α = 0,05). Peran kemitraan aktif dilakukan oleh sebagian besar (86,4%) kader posyandu pada ibuTerdapat korelasi positif lemah antara (nilai ρ = 0,003; α = 0,05). Peran kemitraan aktif dilakukan oleh sebagian besar (86,4%) kader posyandu pada ibu
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Kondisi ini menyebabkan status gizi balita cenderung menurun dan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untukKondisi ini menyebabkan status gizi balita cenderung menurun dan menghambat proses pertumbuhan dan perkembangan balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kejadian obesitas pada balita usia 1-5 tahun di Posyandu Pademonegoro Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo. Penelitian dilakukanTujuan penelitian ini adalah mengetahui kejadian obesitas pada balita usia 1-5 tahun di Posyandu Pademonegoro Kec. Sukodono Kab. Sidoarjo. Penelitian dilakukan
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Jumlah sampel pada penelitian ini 106 anak dengan kasus (n=53) dan kontrol (n=53) Populasi dalam penelitian ini semua anak berusia 1-3 tahun di PosyanduJumlah sampel pada penelitian ini 106 anak dengan kasus (n=53) dan kontrol (n=53) Populasi dalam penelitian ini semua anak berusia 1-3 tahun di Posyandu
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan dengan ketepatan kunjungan ulang (ρ=0,00), di mana pekerjaan yang menyita waktu menjadi faktor dominan ketidaktepatan.Terdapat hubungan signifikan antara pekerjaan dengan ketepatan kunjungan ulang (ρ=0,00), di mana pekerjaan yang menyita waktu menjadi faktor dominan ketidaktepatan.
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Responden yang menilai gaya kepemimpinan kepala ruangan missionary sebanyak 6 orang. Hampir setengahnya memiliki motivasi tinggi yaitu 3 orang dan motivasiResponden yang menilai gaya kepemimpinan kepala ruangan missionary sebanyak 6 orang. Hampir setengahnya memiliki motivasi tinggi yaitu 3 orang dan motivasi
STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT Besar sampel 18. Teknik sampling adalah purposive sampling. Variabel independen adalah motivasi kesembuhan, variabel dependen adalah kepatuhan penatalaksanaanBesar sampel 18. Teknik sampling adalah purposive sampling. Variabel independen adalah motivasi kesembuhan, variabel dependen adalah kepatuhan penatalaksanaan
Useful /
RCSDEVELOPMENTRCSDEVELOPMENT Penelitian ini berhasil mengembangkan aplikasi E-WASTE untuk digitalisasi pengelolaan bank sampah di TPS 3R Baratan, Kabupaten Jember, yang mengatasi kelemahanPenelitian ini berhasil mengembangkan aplikasi E-WASTE untuk digitalisasi pengelolaan bank sampah di TPS 3R Baratan, Kabupaten Jember, yang mengatasi kelemahan
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Tujuan dari kegiatan ini yaitu melakukan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Selo terutama anak-anak berjumlah 16 orang. Kegiatan dilakukanTujuan dari kegiatan ini yaitu melakukan. Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Selo terutama anak-anak berjumlah 16 orang. Kegiatan dilakukan
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Metode yang digunakan adalah pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi, FGD, dan penyuluhan dengan sasaran lima fokusMetode yang digunakan adalah pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi, FGD, dan penyuluhan dengan sasaran lima fokus
WIRARAJAWIRARAJA Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fasilitas air bersih dan penggunaan toilet dengan kejadian diare padaDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara fasilitas air bersih dan penggunaan toilet dengan kejadian diare pada