URINDOURINDO

Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)

Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan selama kehamilan. Peningkatan kebutuhan zat besi hampir tiga kali lipat untuk kebutuhan ibu dan janin selama kehamilan, anemia gizi besi pada ibu hamil berdampak pada kesakitan dan kematian maternal, berisiko terjadinya bblr, prematur. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 48 (48%) ibu hamil mengalami anemia. Berdasarkan hasil penelitian faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Puskesmas Tunggakjati Kecamatan Karawang Barat menunjukkan berdasarkan faktor jarak kehamilan p value =0,001 berhubungan dengan kejadian anemia dari hasil OR =3,103 (95%CI berada antara 1,154-8,50). Hasil penelitian hubungan pendidikan p value = 0,001 berhubungan dengan kejadian anemia dilihat dari hasil OR= 3,686 (95%CI berada antara 1,703-7,978). Hasil penelitian hubungan LILA p value = 0,004 berhubungan dilihat dari nilai OR = 1,684 (95%CI berada antara 1,160-2,445).

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut.Ibu hamil tidak anemia lebih memahami pengertian anemia daripada ibu hamil yang anemia, tetapi keduanya memiliki pemahaman yang sama tentang penyebab dan gejala anemia.Penyebab anemia pada ibu hamil adalah asupan zat gizi yang kurang disebabkan terbatasnya bahan pangan, tidak tersedianya ketidaksukaan terhadap lauk hewani, pemahaman yang kurang terhadap bahan makanan yang memperlancar dan menghambat penyerapan zat besi dan harga bahan pangan yang mahal serta ketidakpatuhan Ibu hamil minum tablet besi, disebabkan tidak disiplin dan tidak teratur dalam meminumnya, menolak minum tablet besi sebab tidak bisa menelannya, kelupaan, dan kurang dukungan suami untuk mendorong ibu minum tablet besi.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi jenis intervensi gizi yang paling efektif dalam meningkatkan asupan zat besi pada ibu hamil, dengan mempertimbangkan faktor sosio-ekonomi dan budaya setempat. Kedua, penelitian kuantitatif dengan pendekatan longitudinal dapat dilakukan untuk menguji dampak jangka panjang dari suplementasi zat besi terhadap perkembangan kognitif dan motorik anak yang lahir dari ibu hamil yang mengalami anemia. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam persepsi dan pengalaman ibu hamil terkait dengan konsumsi tablet besi, serta faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan mereka dalam mengonsumsi suplemen tersebut. Dengan menggabungkan hasil dari penelitian-penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang komprehensif tentang anemia pada ibu hamil dan strategi intervensi yang lebih efektif untuk mencegah dan mengatasinya.

Read online
File size439.87 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test