GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP

Jurnal Peduli MasyarakatJurnal Peduli Masyarakat

Minimnya pemahaman masyarakat pedesaan terhadap isu kesehatan dan rendahnya akses terhadap layanan dasar menjadi tantangan utama dalam peningkatan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan melalui pemenuhan dasar-dasar kesehatan berdasarkan hasil kajian prioritas masalah di Desa Bunga dan Desa Ue Rani, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan adalah pendekatan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) melalui survei, observasi, FGD, dan penyuluhan dengan sasaran lima fokus utama: pemanfaatan tempat sampah, pengenalan stunting, partisipasi posyandu, pemanfaatan TOGA, serta edukasi penyakit hipertensi dan asam urat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa tiga program mencapai target 100%, yaitu edukasi sampah, stunting, dan penyakit degeneratif, sementara dua lainnya, posyandu dan TOGA, mencapai 75% dan 80%. Kegiatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan partisipatif dalam membangun kesadaran kesehatan komunitas.

Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif dalam peningkatan pengetahuan dan perilaku masyarakat, serta menjadi fondasi awal bagi upaya intervensi kesehatan berbasis masyarakat yang lebih berkelanjutan.Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap isu kesehatan dan pentingnya akses layanan dasar menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian kesehatan di pedesaan.Upaya berkelanjutan dalam memperkuat program posyandu dan pemanfaatan TOGA diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan efektivitas program penguatan kemandirian kesehatan masyarakat pedesaan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam kegiatan posyandu, khususnya di kalangan usia dewasa dan lansia, untuk merancang strategi intervensi yang lebih tepat sasaran. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam pengetahuan dan persepsi masyarakat mengenai manfaat TOGA, serta mengidentifikasi hambatan dalam pemanfaatannya, sehingga dapat dirumuskan program edukasi yang lebih efektif. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari program KIE terhadap perubahan perilaku dan indikator kesehatan masyarakat, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap keberlanjutan program.

  1. PENGETAHUAN SADARI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA POSTER DAN METODE DEMONSTRASI | Jurnal Ilmiah Kebidanan... doi.org/10.52943/jikebi.v9i2.1370PENGETAHUAN SADARI MELALUI PENDIDIKAN KESEHATAN MEDIA POSTER DAN METODE DEMONSTRASI Jurnal Ilmiah Kebidanan doi 10 52943 jikebi v9i2 1370
  2. Family Communication Literacy Education and Social Marketing in Health Center West Java Indonesia | International... ijcsnet.id/index.php/go/article/view/204Family Communication Literacy Education and Social Marketing in Health Center West Java Indonesia International ijcsnet index php go article view 204
  3. Effect of Foot Hidrotheraphy (Soak Feet Warm Water) Against Blood Pressure in Hypertensive Patients:... jurnal.poltekkesgorontalo.ac.id/index.php/JNC/article/view/965Effect of Foot Hidrotheraphy Soak Feet Warm Water Against Blood Pressure in Hypertensive Patients jurnal poltekkesgorontalo ac index php JNC article view 965
  4. Movements of Posyandu with stunting awareness theme | Putri | Dedicated: Journal of Community Services... ejournal.upi.edu/index.php/dedicated/article/view/62044Movements of Posyandu with stunting awareness theme Putri Dedicated Journal of Community Services ejournal upi edu index php dedicated article view 62044
Read online
File size619.01 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test