STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI

Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Penelitian ini mendeskripsikan strategi internasionalisasi Topeng Malangan yang diterapkan oleh padepokan Asmorobangun dalam konteks partisipasinya pada International Mask Festival (IMF) tahun 2023. Permasalahan utama penelitian ini berfokus pada Bagaimana seni tradisional Topeng Malangan dapat beradaptasi dan diterima di kancah internasional tanpa kehilangan nilai-nilai otentiknya, dengan argumen bahwa strategi adaptasi yang tepat mampu mempertahankan esensi budaya lokal sekaligus menarik minat penonton global. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, hasil penelitian menunjukkan bahwa Padepokan Asmorobangun menerapkan beberapa strategi utama yang adaptif dalam internasionalisasi, meliputi: penyederhanaan durasi pertunjukan dari 9-10 jam menjadi 10 menit tanpa menghilangkan esensi otentik, pengurangan penggunaan bahasa verbal, penekanan pada pola karakter penokohan melalui gerakan dan ekspresi yang diintensifkan, serta pemilihan cerita Sayembara Adu Jago yang memiliki nilai universal. Meskipun menghadapi tantangan signifikan dalam aspek pendanaan dan keterbatasan waktu persiapan, partisipasi dalam International Mask Festival (IMF) 2023 telah memberikan dampak positif berupa perluasan jaringan kerjasama internasional dan peningkatan reputasi Padepokan Asmorobangun di kancah global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa festival internasional dapat menjadi platform strategis dalam diplomasi budaya dan internasionalisasi seni tradisional, dengan kemampuan adaptasi dan inovasi menjadi faktor kunci keberhasilan dalam memperkenalkan warisan budaya lokal ke panggung global tanpa kehilangan pakem-pakem yang menjadi elemen dasar Topeng Malangan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa Padepokan Asmorobangun, yang didirikan pada tahun 1900, memiliki peran historis dalam pelestarian Topeng Malangan, dengan perjalanan internasionalisasi yang dimulai pada tahun 2011 dan mencapai puncaknya pada International Mask Festival (IMF) Tahun 2023.Strategi adaptif yang diterapkan mencakup penyederhanaan pertunjukan, minimalisasi elemen linguistik, penekanan pada ekspresi, dan pemilihan cerita dengan nilai universal.Partisipasi ini memperluas jaringan kerjasama internasional dan meningkatkan reputasi Padepokan Asmorobangun, menegaskan pentingnya diplomasi budaya dan pelestarian warisan seni tradisional.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk mengeksplorasi dampak partisipasi dalam festival internasional terhadap pendapatan ekonomi Padepokan Asmorobangun dan komunitas lokal terkait. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami bagaimana nilai-nilai budaya Topeng Malangan ditransmisikan kepada generasi muda melalui partisipasi dalam festival internasional. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan strategi internasionalisasi seni tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, dengan fokus pada tantangan dan peluang yang dihadapi. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana seni tradisional dapat dilestarikan dan dipromosikan secara berkelanjutan di era globalisasi, serta bagaimana partisipasi dalam festival internasional dapat berkontribusi pada pengembangan ekonomi dan sosial masyarakat lokal.

  1. Strategi Internasionalisasi Topeng Malangan oleh Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival... journal.stisipolrajahaji.ac.id/index.php/jisipol/article/view/271Strategi Internasionalisasi Topeng Malangan oleh Padepokan Asmorobangun dalam International Mask Festival journal stisipolrajahaji ac index php jisipol article view 271
Read online
File size475 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test