STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG
SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenSESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan KristenPenelitian ini berawal dari permasalahan krisis identitas yang dialami Generasi Z, ditandai dengan kesulitan memahami jati diri dan nilai moral akibat pengaruh budaya populer serta sekularisme. Pendidikan Agama Kristen (PAK) berperan penting dalam mengatasi tantangan ini dengan menanamkan nilai spiritual dan moral yang kuat sejak dini. Penelitian bertujuan menganalisis kontribusi PAK dalam membantu Generasi Z membangun identitas yang kokoh melalui pengajaran prinsip-prinsip spiritual dan dampaknya terhadap karakter. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, melibatkan analisis literatur dari buku, jurnal, dan dokumen relevan. Hasil menunjukkan bahwa PAK efektif dalam membangun identitas peserta didik dengan mengajarkan iman, kasih, dan kebenaran Firman Tuhan, membantu mereka mengenal jati diri sebagai ciptaan Allah dan memperkuat hubungan dengan-Nya. Oleh karena itu, implementasi PAK yang baik penting dalam membentuk generasi yang berkarakter dan berintegritas.
Penelitian ini menunjukkan bahwa Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran signifikan dalam membantu Generasi Z mengatasi krisis identitas.Melalui pendekatan pengajaran yang relevan dan dukungan dari guru, keluarga, dan komunitas gereja, PAK dapat membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik, memberikan mereka fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan kehidupan.PAK tidak hanya membantu siswa memahami nilai‑Kristen, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi individu yang memiliki integritas, empati, dan keberanian dalam menjalani hidup mereka.
Penelitian selanjutnya dapat mengkaji dampak jangka panjang penerapan Pendidikan Agama Kristen (PAK) terhadap kesejahteraan mental dan psikososial generasi Z, dengan membandingkan hasil pada kelompok dengan latar belakang sosial‑ekonomi yang berbeda untuk memahami variabel mediasi yang mungkin muncul. Selanjutnya, perlu dilakukan studi eksperimental yang membandingkan efektivitas pembelajaran hibrida—menggabungkan metode daring berbasis gamifikasi spiritual dan interaksi tatap muka tradisional—dalam konteks sekolah pedesaan, guna menilai peningkatan pemahaman identitas dan nilai moral dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Terakhir, eksplorasi penggunaan platform kecerdasan buatan yang dapat menyesuaikan materi agama secara personalisasi bagi setiap siswa dapat memberikan wawasan tentang potensi teknologi dalam mendukung pembentukan identitas kristiani yang kuat serta mengukur tingkat kepuasan dan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
| File size | 415.34 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan imtek dan imtaq untuk membantu siswa memanfaatkan media sosial secaraOleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya keseimbangan antara pendidikan imtek dan imtaq untuk membantu siswa memanfaatkan media sosial secara
STTBISTTBI Kehadirannya sebagai bahan ajar membentuk manusia berkarakter Kristiani, mencakup kekuatan spiritual, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, danKehadirannya sebagai bahan ajar membentuk manusia berkarakter Kristiani, mencakup kekuatan spiritual, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, dan
IAKNKUPANGIAKNKUPANG Siswa menghabiskan waktu 3-12 jam sehari, kurang tidur, tidak fokus pada pembelajaran, cemas karena membandingkan kehidupannya dengan idola atau influencerSiswa menghabiskan waktu 3-12 jam sehari, kurang tidur, tidak fokus pada pembelajaran, cemas karena membandingkan kehidupannya dengan idola atau influencer
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa dekadensi dan degradasi moral bukan sekadar masalah individu, melainkan konsekuensi dari sistem algoritmik dan budayaHasil penelitian menunjukkan bahwa dekadensi dan degradasi moral bukan sekadar masalah individu, melainkan konsekuensi dari sistem algoritmik dan budaya
STAITARUNASTAITARUNA Pendekatan ini menunjukkan bahwa Islam menawarkan solusi praktis terhadap masalah sosial dengan prinsip keadilan sosial dan pemberdayaan yang lebih holistik.Pendekatan ini menunjukkan bahwa Islam menawarkan solusi praktis terhadap masalah sosial dengan prinsip keadilan sosial dan pemberdayaan yang lebih holistik.
YANAYANA Karakteristik utama guru profesional meliputi persiapan menyeluruh, termasuk pengembangan rencana pelajaran, penguasaan materi, penggunaan metode dan mediaKarakteristik utama guru profesional meliputi persiapan menyeluruh, termasuk pengembangan rencana pelajaran, penguasaan materi, penggunaan metode dan media
OJSOJS 671 dengan tarif 5% nilai probabilitas 0. 05. Dengan demikian sangat diperlukan minat belajar dan disiplin terhadap hasil belajar sehingga mempunyai peningkatan671 dengan tarif 5% nilai probabilitas 0. 05. Dengan demikian sangat diperlukan minat belajar dan disiplin terhadap hasil belajar sehingga mempunyai peningkatan
UINMADURAUINMADURA Guru agama harus menguasai materi agama, menyampaikannya dengan ikhlas dan cara yang baik, serta menjadi model bagi peserta didik dalam mengamalkan ajaranGuru agama harus menguasai materi agama, menyampaikannya dengan ikhlas dan cara yang baik, serta menjadi model bagi peserta didik dalam mengamalkan ajaran
Useful /
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Dalam ranah hak asasi manusia, Osman mendekonstruksi interpretasi patriarkal peran gender dengan menafsirkan kembali qawwamun sebagai bersifat fungsionalDalam ranah hak asasi manusia, Osman mendekonstruksi interpretasi patriarkal peran gender dengan menafsirkan kembali qawwamun sebagai bersifat fungsional
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tawassuth tercermin dalam keseimbangan antara aspek ritual dan sosial yang ditekankan guru dalam setiap kegiatanHasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tawassuth tercermin dalam keseimbangan antara aspek ritual dan sosial yang ditekankan guru dalam setiap kegiatan
NUPROBOLINGGONUPROBOLINGGO Dengan pendekatan deskriptif-komparatif kualitatif, studi ini membandingkan enam bait syair dan terjemahan yang dihasilkan keduanya. Hasil menunjukkanDengan pendekatan deskriptif-komparatif kualitatif, studi ini membandingkan enam bait syair dan terjemahan yang dihasilkan keduanya. Hasil menunjukkan
OJSOJS Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Swasta Lamaholot Larantuka Tahun Pelajaran 2024/2025. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakanPopulasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Swasta Lamaholot Larantuka Tahun Pelajaran 2024/2025. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan