STTBISTTBI
Diegesis : Jurnal TeologiDiegesis : Jurnal TeologiTulisan ini bertujuan untuk memaparkan pentingnya memahami peran Roh Kudus yang lebih luas, terutama dalam pembelajaran pendidikan Kristen. Memakai metode deskriptif-analitis, penulis memaparkan peranan . Hasil studi: 1) Roh Kudus adalah pribadi Allah Tritunggal, Ia aktif hadir sebagai subyek dan sebagai obyek yang dipelajari dalam pembelajaran Pendidikan Kristen, hal itu diakui oleh Tuhan Yesus sendiri, para rasul, dan bapa-bapa gereja, serta para praktisi pendidikan Kristen; 2) Roh Kudus mendiami guru Kristen dan peserta didik untuk membentuk manusia yang memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, pendewasaan kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukannya.
Roh Kudus, pribadi ketiga dalam Tritunggal, berperan aktif dan sentral sebagai Guru serta Pendidik dalam pembelajaran Pendidikan Kristen, berbeda dengan peran guru konvensional.Kehadirannya sebagai bahan ajar membentuk manusia berkarakter Kristiani, mencakup kekuatan spiritual, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan.Dengan demikian, Roh Kudus dapat menuntun guru dan peserta didik menjadi terang dan garam bagi bangsa dan negara.
Penelitian selanjutnya dapat meneliti dampak pengajaran yang dipandu Roh Kudus terhadap pembentukan spiritual siswa pada berbagai jenjang usia di sekolah Kristen, dengan mengukur perubahan dalam nilai-nilai iman dan perilaku moral. Selanjutnya, diperlukan studi perbandingan antara kurikulum yang mengintegrasikan Roh Kudus sebagai materi pelajaran dan kurikulum tradisional, guna menilai perbedaan hasil pada perkembangan moral serta prestasi akademik peserta didik. Terakhir, penelitian kualitatif mengenai persepsi guru Kristen terhadap pengalaman bimbingan Roh Kudus dalam membuat keputusan pembelajaran dapat memberikan wawasan mendalam tentang praktik keagamaan di kelas dan membantu merumuskan pedoman pedagogi berbasis spiritual yang efektif.
| File size | 361.02 KB |
| Pages | 11 |
| DMCA | Report |
Related /
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Kontroversi Arian merupakan pergumulan teologis yang mendalam mengenai hakikat Yesus Kristus dan hubungannya dengan Allah Bapa. Perdebatan ini tidak hanyaKontroversi Arian merupakan pergumulan teologis yang mendalam mengenai hakikat Yesus Kristus dan hubungannya dengan Allah Bapa. Perdebatan ini tidak hanya
STTS ABDA AGUNGSTTS ABDA AGUNG Tantangan moral yang dihadapi gereja kontemporer memiliki kemiripan dengan persoalan jemaat Korintus, sehingga prinsip-prinsip etika Kristen yang diterapkanTantangan moral yang dihadapi gereja kontemporer memiliki kemiripan dengan persoalan jemaat Korintus, sehingga prinsip-prinsip etika Kristen yang diterapkan
STAK PESATSTAK PESAT Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan manajemen konflik dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam mengidentifikasi penyebab konflikPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pelatihan manajemen konflik dalam meningkatkan pemahaman siswa dalam mengidentifikasi penyebab konflik
STT ABDIELSTT ABDIEL Hasil dari penelitian ini adalah penulis meletakkan landasan pemikiran bahwa Roh Kudus berkarya melalui dialog sosial dari berbagai kelompok yang berinteraksiHasil dari penelitian ini adalah penulis meletakkan landasan pemikiran bahwa Roh Kudus berkarya melalui dialog sosial dari berbagai kelompok yang berinteraksi
MKRIMKRI Presiden wajib menjaga netralitasnya selama proses pemilihan untuk menjamin demokrasi substantif yang berintegritas. Ambiguitas pada Pasal 299 ayat (1)Presiden wajib menjaga netralitasnya selama proses pemilihan untuk menjamin demokrasi substantif yang berintegritas. Ambiguitas pada Pasal 299 ayat (1)
UKDCUKDC Yusuf Wonokerso dan kerja sama dengan berbagai pihak. Interior gereja yang didominasi warna putih untuk plafon dan dinding memberikan kesan yang luas.Yusuf Wonokerso dan kerja sama dengan berbagai pihak. Interior gereja yang didominasi warna putih untuk plafon dan dinding memberikan kesan yang luas.
WIDYAAGAPEWIDYAAGAPE Metode yang digunakan adalah analisis ekleasiologis dalam dialog dengan gerakan new monastik. Hasil penelitian menunjukkan pertama, Gereja harus secaraMetode yang digunakan adalah analisis ekleasiologis dalam dialog dengan gerakan new monastik. Hasil penelitian menunjukkan pertama, Gereja harus secara
STTAASTTAA Doktrin ini bukan warisan budaya Barat atau dogma skolastik, melainkan pengakuan iman yang didasarkan pada kesaksian Alkitab sendiri dan pekerjaan RohDoktrin ini bukan warisan budaya Barat atau dogma skolastik, melainkan pengakuan iman yang didasarkan pada kesaksian Alkitab sendiri dan pekerjaan Roh
Useful /
IKIP SILIWANGIIKIP SILIWANGI Keterbatasan penggunaan hanya basis data Scopus, rentang waktu terbatas, serta kriteria inklusi yang sempit menuntut penelitian lanjutan untuk memperluasKeterbatasan penggunaan hanya basis data Scopus, rentang waktu terbatas, serta kriteria inklusi yang sempit menuntut penelitian lanjutan untuk memperluas
STAK PESATSTAK PESAT Kegiatan yang dilakukan meliputi kunjungan rumah, ibadah Minggu, Komunitas Sel (Komsel), serta partisipasi dalam aktivitas sosial masyarakat. Hasil nyataKegiatan yang dilakukan meliputi kunjungan rumah, ibadah Minggu, Komunitas Sel (Komsel), serta partisipasi dalam aktivitas sosial masyarakat. Hasil nyata
STTAASTTAA Kedua, pemahaman improvitisasi menekankan pentingnya belajar dari sejarah gereja untuk menarik pelajaran dari improvisasi teologis masa lalu. Ketiga, improvisasiKedua, pemahaman improvitisasi menekankan pentingnya belajar dari sejarah gereja untuk menarik pelajaran dari improvisasi teologis masa lalu. Ketiga, improvisasi
STTAASTTAA Perubahan dalam gereja dapat terjadi dengan damai dan sukses jika dilakukan dengan bijaksana dan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi jemaat. PemimpinPerubahan dalam gereja dapat terjadi dengan damai dan sukses jika dilakukan dengan bijaksana dan mempertimbangkan kebutuhan dan aspirasi jemaat. Pemimpin