MKRIMKRI
Jurnal KonstitusiJurnal KonstitusiKompetisi Pemilihan Presiden telah selesai dengan pasangan kandidat nomor 1 Prabowo‑Gibran keluar sebagai pemenang, namun secara substansial Pilpres 2024 meninggalkan sejumlah catatan kelam seperti politik uang, politisasi layanan sosial, dan masalah netralitas. Penelitian ini menelaah bagaimana netralitas presiden dipahami dari perspektif Konstitusi dan nilai‑nilai etik, dengan menggunakan pendekatan yuridis normatif serta alat analisis konstitusional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidaknetralan presiden dalam proses Pilpres 2024 bertentangan dengan konstitusi dan nilai etik, sehingga presiden harus menjaga netralitasnya untuk mewujudkan demokrasi substantif; oleh karena itu, regulasi pemilu perlu direkonstruksi, khususnya interpretasi ketat terhadap Pasal 299 ayat (1) Undang‑Undang Pemilu yang membatasi hak kampanye hanya bagi petahana yang mencalonkan diri untuk periode kedua.
Presiden wajib menjaga netralitasnya selama proses pemilihan untuk menjamin demokrasi substantif yang berintegritas.Ambiguitas pada Pasal 299 ayat (1) UU Pemilu harus ditafsirkan secara restriktif, membatasi hak kampanye hanya bagi petahana yang mencalonkan diri kembali.Oleh karena itu, regulasi pemilu perlu direvisi melalui judicial review atau amendemen guna memperkuat prinsip netralitas presiden dan mencegah penyalahgunaan kekuasaan dalam kontestasi elektoral.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki secara komparatif bagaimana prinsip netralitas presiden diimplementasikan dalam sistem demokrasi lain dan apa implikasinya terhadap integritas pemilu, sehingga dapat memberikan rekomendasi harmonisasi norma konstitusional Indonesia dengan praktik internasional. Selanjutnya, studi empiris dapat menguji dampak interpretasi restriktif Pasal 299 ayat (1) terhadap perilaku politik partai, lembaga penyelenggara, dan pemilih, dengan menggunakan pendekatan survei longitudinal untuk menilai perubahan persepsi netralitas pasca‑reformasi regulasi. Terakhir, penelitian kritis dapat mengevaluasi efektivitas mekanisme judicial review dalam menegakkan netralitas presiden, termasuk analisis biaya‑manfaat dari prosedur litigasi versus reformasi legislatif, guna merumuskan kerangka institusional yang lebih responsif terhadap tantangan politik dinasti dan konflik kepentingan dalam pemilihan presiden.
- Pemilihan Umum Serentak yang Berintegritas sebagai Pembaruan Demokrasi Indonesia | Jurnal Konstitusi.... jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/1726Pemilihan Umum Serentak yang Berintegritas sebagai Pembaruan Demokrasi Indonesia Jurnal Konstitusi jurnalkonstitusi mkri index php jk article view 1726
- Netralitas Gubernur dalam Pemilihan Umum | BULETIN ADALAH. netralitas gubernur pemilihan buletin authors... doi.org/10.15408/adalah.v4i3.16215Netralitas Gubernur dalam Pemilihan Umum BULETIN ADALAH netralitas gubernur pemilihan buletin authors doi 10 15408 adalah v4i3 16215
- Constitutional Analysis of Presidential Neutrality in Presidential Elections: To Establish Substantive... jurnalkonstitusi.mkri.id/index.php/jk/article/view/2535Constitutional Analysis of Presidential Neutrality in Presidential Elections To Establish Substantive jurnalkonstitusi mkri index php jk article view 2535
- Penerapan Pendidikan Demokrasi Substantif bagi Siswa SMAS Yasporbi 1 Jakarta dalam Mewujudkan Pemantapan... doi.org/10.31004/jh.v4i4.1141Penerapan Pendidikan Demokrasi Substantif bagi Siswa SMAS Yasporbi 1 Jakarta dalam Mewujudkan Pemantapan doi 10 31004 jh v4i4 1141
| File size | 541.3 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
MEDANRESOURCECENTERMEDANRESOURCECENTER Artikel ini berkontribusi pada diskusi akademik tentang hukum asuransi Islam dengan memberikan analisis hukum komprehensif tentang perkembangan di IndonesiaArtikel ini berkontribusi pada diskusi akademik tentang hukum asuransi Islam dengan memberikan analisis hukum komprehensif tentang perkembangan di Indonesia
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Dari pergumulan ini, muncul Kontroversi Arian pada abad ke-4, melibatkan Arius dan Athanasius. Arius berpendapat bahwa Ketuhanan Bapa dan Anak tidak selaluDari pergumulan ini, muncul Kontroversi Arian pada abad ke-4, melibatkan Arius dan Athanasius. Arius berpendapat bahwa Ketuhanan Bapa dan Anak tidak selalu
NUSANTARAGLOBALNUSANTARAGLOBAL Adapun cara yang lain seperti melakukan penyuluhan melalui berbagai cara salah satu cara yaitu dengan memasukan materi bullying ke dalam pembelajaran yangAdapun cara yang lain seperti melakukan penyuluhan melalui berbagai cara salah satu cara yaitu dengan memasukan materi bullying ke dalam pembelajaran yang
PSPINDONESIAPSPINDONESIA Kepemimpinan transformasional menjadi kebutuhan mendesak guna menjawab kompleksitas zaman serta menjaga otentisitas dan ortodoksi iman Kristen di tengahKepemimpinan transformasional menjadi kebutuhan mendesak guna menjawab kompleksitas zaman serta menjaga otentisitas dan ortodoksi iman Kristen di tengah
ALSHOBARALSHOBAR Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggali dan memformulasikan konsep parenting yang terkandung dalam Al-Quran berdasarkan pendekatan tafsir tematik,Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menggali dan memformulasikan konsep parenting yang terkandung dalam Al-Quran berdasarkan pendekatan tafsir tematik,
BELITUNG RAYABELITUNG RAYA Sebanyak 36 partisipan dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dengan masing-masing 18 ditempatkan pada kelompok perlakuan dan kelompokSebanyak 36 partisipan dipilih menggunakan teknik stratified random sampling, dengan masing-masing 18 ditempatkan pada kelompok perlakuan dan kelompok
STITPEMALANGSTITPEMALANG Penggunaan metode penemuan terbimbing (Guided discovery) dapat meningkatkan hasil belajar konsep tekanan pada siswa kelas VIII B SMPN 2 Ampelgading tahunPenggunaan metode penemuan terbimbing (Guided discovery) dapat meningkatkan hasil belajar konsep tekanan pada siswa kelas VIII B SMPN 2 Ampelgading tahun
IAIN SUIAIN SU Artikel ini mengajukan temuan, yang didasarkan pada teknik pengumpulan data kualitatif yang dideskripsikan melalui analisis deskriptif, bahwa pengembanganArtikel ini mengajukan temuan, yang didasarkan pada teknik pengumpulan data kualitatif yang dideskripsikan melalui analisis deskriptif, bahwa pengembangan
Useful /
MEDANRESOURCECENTERMEDANRESOURCECENTER Kolaborasi tersebut secara signifikan meningkatkan prestasi akademik dan non‑akademik siswa, termasuk disiplin, tanggung jawab, serta perilaku religiusKolaborasi tersebut secara signifikan meningkatkan prestasi akademik dan non‑akademik siswa, termasuk disiplin, tanggung jawab, serta perilaku religius
MEDANRESOURCECENTERMEDANRESOURCECENTER Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peran Syarifah Salwa Al‑Attas dan Majelis Nururrahmah dalam memperkuat posisi dan peran muslimah di Medan. MetodePenelitian ini bertujuan untuk meneliti peran Syarifah Salwa Al‑Attas dan Majelis Nururrahmah dalam memperkuat posisi dan peran muslimah di Medan. Metode
MEDANRESOURCECENTERMEDANRESOURCECENTER Melalui pendekatan kualitatif, data diperoleh dari wawancara, literatur, dan dokumen terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa Shihab menekankan pentingnyaMelalui pendekatan kualitatif, data diperoleh dari wawancara, literatur, dan dokumen terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa Shihab menekankan pentingnya
MEDANRESOURCECENTERMEDANRESOURCECENTER Kesimpulannya, kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera dan Pantai Utara Jawa memainkan peran kunci dalam penyebaran Islam di kepulauan dan perkembangan politik,Kesimpulannya, kerajaan-kerajaan Islam di Sumatera dan Pantai Utara Jawa memainkan peran kunci dalam penyebaran Islam di kepulauan dan perkembangan politik,