STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI
Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikJurnal Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikMasalah pengelolaan sampah di Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidenreng Rappang, menjadi perhatian utama dalam penelitian ini, mengingat tingginya volume sampah yang tidak terkelola dengan baik serta dampak negatifnya terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan pengelolaan sampah yang diharapkan dapat mengatasi permasalahan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, yang melibatkan informan dari pemerintah daerah, pegawai UPT Pengelolaan Sampah, dan masyarakat setempat. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan software NVivo 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebijakan pengelolaan sampah di Kecamatan Panca Rijang telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah. Namun, dalam pelaksanaannya, masih terdapat sejumlah kendala yang menghambat efektivitas kebijakan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, rendahnya partisipasi masyarakat, serta pengawasan yang belum optimal. Evaluasi kebijakan berdasarkan indikator efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan mengungkapkan bahwa meskipun kebijakan ini cukup efektif, masih terdapat ketidakmerataan layanan, terutama di daerah terpencil, serta ketidakcukupan fasilitas yang tersedia. Faktor penghambat utama yang ditemukan dalam penelitian ini adalah kurangnya fasilitas pengelolaan sampah, rendahnya kesadaran masyarakat, serta terbatasnya anggaran untuk pengelolaan yang lebih baik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pemerintah daerah dalam memperbaiki pengelolaan sampah dengan fokus pada peningkatan fasilitas, koordinasi antar lembaga, serta edukasi masyarakat untuk mendukung keberlanjutan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih efektif, efisien, dan merata di masa depan.
Penelitian ini mengevaluasi pengelolaan sampah di Kecamatan Panca Rijang dan menemukan bahwa meskipun kebijakan telah diterapkan, masih terdapat tantangan signifikan terkait efektivitas, efisiensi, kecukupan fasilitas, pemerataan layanan, dan responsivitas pemerintah.Kendala utama meliputi keterbatasan fasilitas, partisipasi masyarakat yang rendah, dan kurangnya koordinasi, yang menghambat tercapainya pengelolaan sampah optimal, terutama di daerah kurang terlayani.Oleh karena itu, perbaikan mendesak pada fasilitas, peningkatan partisipasi masyarakat, dan penguatan koordinasi antar pihak menjadi krusial untuk mencapai kebijakan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Penelitian lanjutan bisa membantu kita memahami lebih baik cara mengelola sampah di Kecamatan Panca Rijang. Salah satu hal penting untuk diteliti adalah bagaimana uang yang pemerintah alokasikan saat ini memengaruhi kelancaran dan pemerataan pelayanan sampah. Peneliti dapat mencari ide-ide baru tentang pendanaan, seperti apakah sampah yang didaur ulang bisa menghasilkan uang, atau teknologi ramah lingkungan apa yang bisa dibiayai, agar masalah keterbatasan dana bisa diatasi dengan cara yang berkelanjutan. Tujuannya adalah memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar bermanfaat.. Kemudian, penting juga untuk meneliti lebih dalam kenapa masyarakat kurang aktif dalam memilah dan mengelola sampah, khususnya di desa-desa pinggiran. Studi ini bisa mencari tahu faktor-faktor sosial, budaya, atau ekonomi apa yang menjadi penghalang. Dari situ, kita bisa merancang program edukasi atau pemberian insentif yang lebih tepat sasaran, agar warga lebih termotivasi dan mau terlibat aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Ini akan mengubah kesadaran menjadi tindakan nyata.. Terakhir, ada baiknya juga meneliti bagaimana penggunaan teknologi, seperti sensor pintar untuk memantau sampah atau aplikasi khusus untuk laporan warga, bisa membantu. Penelitian ini bisa melihat sejauh mana teknologi ini dapat membuat pengumpulan sampah lebih efisien, memastikan semua wilayah mendapatkan layanan yang sama, dan membuat pemerintah lebih cepat tanggap terhadap keluhan. Dengan begitu, masalah penumpukan sampah di tempat-tempat terpencil bisa segera diatasi dan pelayanan menjadi lebih baik untuk semua.
- Evaluasi Implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Panca... doi.org/10.56552/jisipol.v7i1.313Evaluasi Implementasi Peraturan Daerah Nomor 7 Tahun 2016 Tentang Pengelolaan Sampah Di Kecamatan Panca doi 10 56552 jisipol v7i1 313
- Measurement of government performance in literature review-EnPress Publisher LLC.. measurement government... doi.org/10.24294/jipd8964Measurement of government performance in literature review EnPress Publisher LLC measurement government doi 10 24294 jipd8964
- Analisis Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Desa Kanie Kecamatan... doi.org/10.56552/jisipol.v7i1.311Analisis Bentuk Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa di Desa Kanie Kecamatan doi 10 56552 jisipol v7i1 311
| File size | 473.21 KB |
| Pages | 20 |
| DMCA | Report |
Related /
STAIDHISTAIDHI Implementasi mesin sealer pada UMKM Seleraku terbukti meningkatkan konsistensi dan kerapatan kemasan serta memperbaiki daya tahan produk. Selain itu, prosesImplementasi mesin sealer pada UMKM Seleraku terbukti meningkatkan konsistensi dan kerapatan kemasan serta memperbaiki daya tahan produk. Selain itu, proses
STISIPOLRAJAHAJISTISIPOLRAJAHAJI Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, terutama terkait akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas inovasiNamun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasinya, terutama terkait akuntabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akuntabilitas inovasi
STAIDHISTAIDHI Kegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai desain poster, prinsip warna, tipografi, dan tata letak visual. SecaraKegiatan ini menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman peserta mengenai desain poster, prinsip warna, tipografi, dan tata letak visual. Secara
STAIDHISTAIDHI Uji responsif produk dilaksanakan terhadap 42 responden masyarakat sekitar (setelah proses produksi). Hasil uji menunjukkan bahwa sebagian besar respondenUji responsif produk dilaksanakan terhadap 42 responden masyarakat sekitar (setelah proses produksi). Hasil uji menunjukkan bahwa sebagian besar responden
CELEBESSCHOLARPGCELEBESSCHOLARPG Hubungan yang diamati mencerminkan bagaimana infrastruktur memengaruhi kesejahteraan tidak hanya melalui akses fisik, tetapi juga melalui proses sosialHubungan yang diamati mencerminkan bagaimana infrastruktur memengaruhi kesejahteraan tidak hanya melalui akses fisik, tetapi juga melalui proses sosial
UNTAG SMDUNTAG SMD Hasil metode Burnley sangat dipengaruhi oleh volume pohon (V), bentuk dan vigor (FV). Pohon mahoni pada plot 2 (2S52) mendapatkan nilai tertinggi denganHasil metode Burnley sangat dipengaruhi oleh volume pohon (V), bentuk dan vigor (FV). Pohon mahoni pada plot 2 (2S52) mendapatkan nilai tertinggi dengan
UAIUAI Isu lingkungan merupakan salah satu isu yang bersifat berkelanjutan. Lingkungan dapat memberikan dampak positif jika dirawat dengan baik dan sebaliknyaIsu lingkungan merupakan salah satu isu yang bersifat berkelanjutan. Lingkungan dapat memberikan dampak positif jika dirawat dengan baik dan sebaliknya
UNTAGUNTAG Penelitian ini melibatkan 292 siswa SMA yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling dari 5 SMA Negeri maupun Swasta di Surabaya. Alat ukurPenelitian ini melibatkan 292 siswa SMA yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling dari 5 SMA Negeri maupun Swasta di Surabaya. Alat ukur
Useful /
UNTAG SMDUNTAG SMD Data dari penelitian tersebut diklasifikasikan dengan menggunakan prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk 5% dari data yang ada. Jika ada pengaruhData dari penelitian tersebut diklasifikasikan dengan menggunakan prosedur yang sama seperti yang digunakan untuk 5% dari data yang ada. Jika ada pengaruh
UNTAG SMDUNTAG SMD Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu: kontrol; N,Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari sembilan perlakuan dan diulang tiga kali, yaitu: kontrol; N,
UNTAG SMDUNTAG SMD Pupuk p3 meningkatkan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per tanam, serta bobot umbi per plot dan per tanaman. Selain itu, ukuran bibitPupuk p3 meningkatkan parameter tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi per tanam, serta bobot umbi per plot dan per tanaman. Selain itu, ukuran bibit
UNTAGUNTAG Sebagai implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemilihan metode dan waktu intervensi dalam upaya penurunan tingkat prokrastinasi untuk siswa MTs.Sebagai implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemilihan metode dan waktu intervensi dalam upaya penurunan tingkat prokrastinasi untuk siswa MTs.