UNTAGUNTAG
Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi IndonesiaSiswa MTs di Pondok Pesantren cenderung melakukan prokrastinasi akademik yaitu perilaku yang cenderung menunda-nunda untuk melakukan hal-hal yang berhubungan dengan tugas akademik. Untuk mengatasi hal tersebut maka training motivasi dirancang untuk dapat menurunkan prokrastinasi akademik pada siswa dan siswi MTs. Subjek penelitian ini adalah 10 siswa dan 10 siswi MTs usia 13-15 tahun yang belajar di Pondok Pesantren X Yogyakarta yang diberi pelatihan berupa training motivasi dengan menggunakan desain pretest-posttest control group design. Hasil uji hipotesis dengan teknik Anava Mixed Design penelitian menunjukkan nilai p=0,356 (p>0,05) yang berarti tidak ada pengaruh Training Motivasi terhadap penurunan prokrastinasi akademik siswa MTs di Pondok Pesantren X, sehingga hipotesis nihil gagal ditolak.
Berdasarkan hasil penelitian, hipotesis nihil gagal ditolak.Oleh karena itu, Training motivasi tidak mempengaruhi penurunan tingkat prokrastinasi pada siswa MTs di Pondok Pesantren X Yogyakarta.Sebagai implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pemilihan metode dan waktu intervensi dalam upaya penurunan tingkat prokrastinasi untuk siswa MTs.Upaya penurunan prokrastinasi akan lebih maksimal apabila menggunakan metode intervensi yang lebih intens dan melalui program monitoring yang terus menerus.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dipertimbangkan untuk mengukur efek jangka panjang dari training motivasi terhadap perilaku prokrastinasi akademik siswa. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan melibatkan lebih banyak subjek dan menggunakan metode intervensi yang lebih intensif, seperti pelatihan yang lebih lama dan terstruktur. Selain itu, penelitian dapat dilakukan dengan menggunakan alat ukur yang lebih variatif untuk melihat perubahan pada prokrastinasi akademik siswa dalam penerapan kesehariannya. Penelitian juga dapat dilakukan dengan mengkaji faktor-faktor lain yang mempengaruhi prokrastinasi akademik, seperti lingkungan belajar dan dukungan orang tua, untuk mengembangkan strategi intervensi yang lebih komprehensif.
| File size | 273.57 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKESMITRAADIGUNASTIKESMITRAADIGUNA Saran bagi RS diharapkan adanya peningkatan dukungan tenaga kesehatan serta atasan kerja terkait pelaksanaan pemberian ASI eksklusif sehingga keberhasilanSaran bagi RS diharapkan adanya peningkatan dukungan tenaga kesehatan serta atasan kerja terkait pelaksanaan pemberian ASI eksklusif sehingga keberhasilan
JOURNALMPCIJOURNALMPCI Prevalensi hipertensi adalah 54%. Stres sedang (53%) dan pola makan buruk (55%) mendominasi. Hipertensi secara signifikan terkait dengan stres (χ² =Prevalensi hipertensi adalah 54%. Stres sedang (53%) dan pola makan buruk (55%) mendominasi. Hipertensi secara signifikan terkait dengan stres (χ² =
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Penelitian ini menunjukkan bahwa lama hemodialisa tidak berperan dalam fenomena depresi pada pasien yang menjalani hemodialisa. Sebagian besar pasien tidakPenelitian ini menunjukkan bahwa lama hemodialisa tidak berperan dalam fenomena depresi pada pasien yang menjalani hemodialisa. Sebagian besar pasien tidak
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Tujuan: Menganalisa intervensi perawatan integritas kulit dengan massage effleurage menggunakan VCO pada pasien CVA(Cerebro Vaskuler Accident) HemorargikTujuan: Menganalisa intervensi perawatan integritas kulit dengan massage effleurage menggunakan VCO pada pasien CVA(Cerebro Vaskuler Accident) Hemorargik
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Latar Belakang: Hemodialisis merupakan terapi yang digunakan untuk mengeluarkan produk limbah dari dalam tubuh. Berdasarkan data nasional, terdapat sekitarLatar Belakang: Hemodialisis merupakan terapi yang digunakan untuk mengeluarkan produk limbah dari dalam tubuh. Berdasarkan data nasional, terdapat sekitar
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Temuan ini mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor lain yang memengaruhi tekanan darah. Sebagian besar lansia hipertensiTemuan ini mengindikasikan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi faktor lain yang memengaruhi tekanan darah. Sebagian besar lansia hipertensi
SPPSPP Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik senam tangan yang benar pada lansia dengan hipertensi. Kegiatan pengabdian iniTujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan praktik senam tangan yang benar pada lansia dengan hipertensi. Kegiatan pengabdian ini
SPPSPP Resiko seseorang untuk dapat mendapatkan hipertensi dapat dicegah atau dikurangi salah satunya olahraga teratur. Senam ergonomik dapat mengembalikan atauResiko seseorang untuk dapat mendapatkan hipertensi dapat dicegah atau dikurangi salah satunya olahraga teratur. Senam ergonomik dapat mengembalikan atau
Useful /
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Intervensi Emo-Demo berhasil mengubah niat dan sikap ibu hamil untuk memberikan ASI eksklusif. Responden yang awalnya tidak yakin dapat memberikan ASI,Intervensi Emo-Demo berhasil mengubah niat dan sikap ibu hamil untuk memberikan ASI eksklusif. Responden yang awalnya tidak yakin dapat memberikan ASI,
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Jus kurma merupakan nutrisi herbal yang tidak memiliki efek negatif jika dikonsumsi secara moderat. Ini memiliki efek baik pada kontraksi rahim ibu karenaJus kurma merupakan nutrisi herbal yang tidak memiliki efek negatif jika dikonsumsi secara moderat. Ini memiliki efek baik pada kontraksi rahim ibu karena
UNTAGUNTAG Intervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang dilakukan pada penelitian ini terbukti efektif untuk meningkatkan self-esteem pada remaja yang menjadiIntervensi Cognitive Behavior Therapy (CBT) yang dilakukan pada penelitian ini terbukti efektif untuk meningkatkan self-esteem pada remaja yang menjadi
UNTAGUNTAG Responden dalam penelitian ini adalah 80 orangtua yang memiliki anak GSA di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28% responden memiliki tingkatResponden dalam penelitian ini adalah 80 orangtua yang memiliki anak GSA di Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 28% responden memiliki tingkat