UNUBLITARUNUBLITAR

New Psycho Aksara : Jurnal PsikologiNew Psycho Aksara : Jurnal Psikologi

Perilaku cyberloafing adalah aktivitas menggunakan akses internet perusahaan untuk kepentingan pribadi yang dilakukan ketika karyawan masih bekerja (dalam jam kerja); sehingga perilaku cyberloafing ini akan mempengaruhi produktifitas kerja karyawan yang bersangkutan. Faktor yang mempengaruhi timbulnya perilaku cyberloafing adalah faktor individu, situasi, dan organisasi. Faktor individu, seperti stress kerja rentan dialami oleh karyawan yang memiliki kualitas kehidupan kerja yang rendah, dan kontrol organisasi (faktor organisasi) juga dapat mempengaruhi kualitas kehidupan kerja karyawan. Oleh karenanya perlu diteliti hubungan antara kualitas kehidupan kerja karyawan dengan perilaku cyberloafing. Subyek penelitian adalah karyawan yang bekerja di C.V. X dan memiliki akses untuk menggunakan internet kantor, yaitu 94 orang. Hipotesis penelitian adalah ada hubungan negatif antara kualitas kehidupan kerja dengan perilaku cyberlofing, di mana semakin tinggi kualitas kehidupan kerja karyawan maka akan semakin rendah perilaku cyberloafing. Pengumpulan data menggunakan skala kualitas kehidupan kerja yang dibuat berdasarkan teori dari Cascio (2003) dan skala perilaku cyberloafing yang disusun berdasarkan teori Lim (2002). Analisa data menggunakan Uji Statistik Parametrik Pearson menunjukkan hasil = -0.302 dan  = 0.049 (<0.05).

Penelitian ini menemukan hubungan negatif antara kualitas kehidupan kerja dan perilaku cyberloafing.Karyawan dengan kualitas kehidupan kerja tinggi cenderung memiliki perilaku cyberloafing yang rendah.Hasil ini mendukung hipotesis bahwa peningkatan kualitas kehidupan kerja dapat mengurangi kecenderungan cyberloafing.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi dampak kebijakan kerja fleksibel terhadap penurunan cyberloafing, mengkaji peran gaya kepemimpinan dalam memengaruhi perilaku cyberloafing, serta mengevaluasi efektivitas program literasi digital untuk mengurangi penggunaan internet non-kerja. Dengan memperluas studi ini, peneliti dapat mengidentifikasi strategi baru yang lebih tepat guna dalam meningkatkan produktivitas kerja dan mengurangi risiko perilaku negatif seperti cyberloafing. Selain itu, penelitian lebih lanjut juga bisa menggabungkan pendekatan kualitatif untuk memahami motivasi psikologis di balik perilaku cyberloafing, terutama dalam konteks budaya organisasi yang berbeda. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang dinamika hubungan antara lingkungan kerja dan perilaku karyawan dalam era digital.

Read online
File size202.15 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test