IAINU KEBUMENIAINU KEBUMEN

Tarbi: Jurnal Ilmiah MahasiswaTarbi: Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan strategi pengurus dalam menanggulangi kasus bullying di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Wonoyoso Kebumen. Fenomena bullying di lingkungan pesantren menjadi perhatian serius karena berpotensi menghambat perkembangan mental, sosial, dan spiritual santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan pengurus, pengasuh, dan santri, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang terjadi mencakup verbal, fisik, dan psikologis. Strategi pengurus dalam mengatasinya meliputi pemberian nasihat individual, pembinaan akhlak melalui kegiatan keagamaan, penerapan tata tertib dan sanksi edukatif, mediasi antarsantri yang berkonflik, serta peningkatan pengawasan di lingkungan pesantren. Strategi ini terbukti efektif menekan angka kasus bullying dan menciptakan iklim pendidikan yang lebih aman dan kondusif. Temuan penelitian merekomendasikan penguatan pendekatan persuasif dan pengembangan program pembinaan karakter sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa bullying di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Wonoyoso Kebumen masih terjadi dalam berbagai bentuk, baik verbal, fisik, maupun psikologis, dengan faktor penyebab seperti pengaruh teman sebaya, keterpaksaan santri mondok, perbedaan latar belakang, dan penggunaan media sosial yang tidak terkontrol.Pengurus menerapkan strategi preventif dan kuratif seperti nasihat personal, pembinaan akhlak, sanksi edukatif, mediasi konflik, dan peningkatan pengawasan, yang terbukti efektif menekan kasus bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman.Namun, tantangan seperti keterbatasan jumlah pengurus, sulitnya pengawasan media sosial, dan perbedaan karakter santri perlu diatasi melalui penguatan program literasi digital, keterlibatan santri senior sebagai mentor, serta kerja sama dengan orang tua.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana efektivitas program literasi digital dalam mengurangi bullying berbasis media sosial di pesantren, dengan meneliti apakah pelatihan tentang etika bermedia sosial secara berkala mampu mengubah perilaku santri dalam interaksi online. Kedua, perlu dilakukan penelitian mengenai potensi peran santri senior sebagai mentor bagi santri junior, khususnya dalam pencegahan dini bullying, dengan menguji model pendampingan berbasis tokoh sebaya yang dibekali pelatihan empati dan komunikasi non-kekerasan. Ketiga, perlu dieksplorasi bentuk keterlibatan orang tua secara sistematis dalam pencegahan bullying, misalnya melalui program pertemuan berkala atau komunitas virtual orang tua-santri-pengurus, untuk melihat bagaimana kolaborasi ini memperkuat konsistensi pembinaan karakter di dalam dan luar pesantren. Penelitian-penelitian ini penting untuk mengembangkan sistem pencegahan bullying yang lebih holistik, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan zaman, tanpa mengabaikan nilai-nilai kepesantrenan yang menjadi fondasi utama pendidikan di lingkungan tersebut. Dengan pendekatan yang melibatkan tiga pilar utama—pendidikan digital, kepemimpinan sebaya, dan kemitraan orang tua—pesantren dapat menjadi model pendidikan karakter yang tangguh dalam menghadapi tantangan sosial modern.

Read online
File size252.55 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test