UNIMUNIM

Bisman (Bisnis dan Manajemen): The Journal of Business and ManagementBisman (Bisnis dan Manajemen): The Journal of Business and Management

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara brand image dan brand trust terhadap brand equity melalui brand loyalty pada merek kosmetik halal. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan sampel sebanyak 224 konsumen yang memiliki kriteria sebagai pengguna aktif minimal 2 tahun, dan melakukan pembelian minimal 2 kali dalam setahun. Teknik analisis menggunakan Structural Equation Model dengan 2 variabel eksogen dengan 10 variabel teramati dan 2 variabel endogen dengan 10 variabel teramati, pengolahan data dengan software Stata 14. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image dan brand trust memiliki peranan penting dalam pembentukan brand loyalty. Sikap konsumen yang loyal terhadap merek kosmetik halal berperan penting dalam memperkuat brand equity yang merupakan kekuatan jangka panjang bagi perusahaan. Kosmetik halal merupakan suatu kebutuhan bagi wanita Indonesia untuk membantu kecantikan penampilannya dan konsumen membangun kepercayaan bahwa produk halal memiliki citra sebagai produk yang aman dan sehat untuk digunakan. Temuan ini bermanfaat bagi ilmu manajemen, khususnya manajemen pemasaran sehingga perusahaan terus harus membangun citra merek yang positif, kepercayaan merek yang kuat untuk memberikan nilai kepada konsumen, dan membangun komitmen yang kuat antara konsumen dan merek kosmetik halal.

Perusahaan perlu membangun citra merek yang positif dan kepercayaan merek yang kuat sebagai dasar terbentuknya loyalitas konsumen terhadap merek kosmetik halal.Loyalitas konsumen berperan penting dalam memperkuat brand equity yang menjadi keunggulan kompetitif jangka panjang.Pengalaman positif konsumen selama menggunakan produk merupakan kunci dalam menciptakan komitmen terhadap merek.

Pertama, perlu diteliti bagaimana pengaruh sertifikasi halal dari berbagai lembaga terhadap persepsi konsumen mengenai brand image dan brand trust, mengingat bahwa kepercayaan terhadap lembaga sertifikasi bisa memengaruhi loyalitas. Kedua, penting untuk mengkaji peran media sosial dan influencer dalam membentuk pengalaman konsumen dan dampaknya terhadap brand equity, mengingat semakin besarnya pengaruh digitalisasi dalam keputusan pembelian kosmetik. Ketiga, perlu dikaji perbedaan pola pembentukan brand loyalty antara generasi muda dan konsumen dewasa, karena karakteristik dan nilai yang dianut berbeda sehingga pendekatan pemasaran perlu disesuaikan. Penelitian lanjutan dapat merancang studi komparatif lintas generasi dengan pendekatan kualitatif mendalam. Selain itu, dapat pula dikembangkan penelitian tentang dampak variasi produk baru terhadap kepercayaan merek dan loyalitas. Studi lebih lanjut juga bisa menguji moderasi dari tingkat religiusitas terhadap hubungan antara brand trust dan brand loyalty. Pendekatan mixed method akan memperkaya temuan kuantitatif sebelumnya. Hasilnya dapat membantu perusahaan merancang strategi yang lebih personal dan relevan. Penelitian juga bisa menjajaki pengaruh pengalaman layanan purna jual terhadap komitmen jangka panjang konsumen. Semua ini penting untuk memperkuat hubungan merek dan konsumen secara berkelanjutan.

Read online
File size271.77 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test