UAIUAI
Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)Prosiding Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat (SENDAMAS)Isu lingkungan merupakan salah satu isu yang bersifat berkelanjutan. Lingkungan dapat memberikan dampak positif jika dirawat dengan baik dan sebaliknya akan memberikan dampak negatif jika dibiarkan tercemar begitu saja. Salah satu penyebab pencemaran lingkungan terbesar di Indonesia, terutama yang berasal dari limbah, yaitu sampah rumah tangga. Peningkatan penduduk mempengaruhi volume sampah yang semakin meningkat. Pengelolaan sampah masih merupakan tantangan besar bagi pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tantangan tersebut antara lain adalah kesadaran masyarakat yang masih relatif rendah, kurangnya sarana pengumpulan sampah, dan terbatasnya jumlah petugas penyuluh kebersihan sehingga intensitas penyuluhan masih relatif rendah. Banyaknya permasalahan dan kendala yang masih ada terhadap pelaksanaan pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya wilayah DKI Jakarta baik yang bersifat teknis maupun non teknis yang berpengaruh pada sasaran pengelolaan sampah membuat mahasiswa UAI untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan sosialisasi terlaksananya konsep lingkungan hidup dan pengelolaan sampah dengan harapan dapat mengoptimalkan mengurangi sampah dan menjadikan gaya hidup sehat di Kelurahan Bukit Duri, Jakarta Selatan.
Pengabdian kepada masyarakat dengan kegiatan Take Care of Environment Together untuk warga Bukit Duri yang telah dilaksanakan di Aula RW 008 Bukit Duri berjalan dengan baik dan lancar.Kegiatan yang bertujuan untuk mengaplikasikan 3R (Recycle, Reuse, Dan Reduce) menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan.Evaluasi partisipan menunjukkan respons positif terhadap materi yang disampaikan, termasuk pembuatan ecobricks dan eco enzyme sebagai solusi kreatif pengelolaan sampah.
Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi efektivitas program pengelolaan sampah (seperti ecobricks dan eco enzyme) di skala lebih luas untuk menguji dampaknya pada lingkungan dan pola hidup masyarakat. Selain itu, perlu dikembangkan inovasi teknologi atau aplikasi pendamping yang membantu masyarakat memisahkan sampah secara konsisten, terutama di kawasan padat penduduk. Studi juga bisa memeriksa efek jangka panjang dari kegiatan edukasi lingkungan terhadap perilaku kebersihan masyarakat, khususnya melalui partisipasi aktif ibu PKK dan organisasi setempat. Upaya kuantifikasi dampak ekonomi dari pemanfaatan sampah (seperti Bank Sampah) juga layak diteliti untuk memberi solusi berkelanjutan.
| File size | 357.64 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDIRAUNDIRA Sampah yang dipilah dengan maksud agar kualitas sampah dapat tepat guna dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakatSampah yang dipilah dengan maksud agar kualitas sampah dapat tepat guna dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat
UNDIRAUNDIRA Pemberian materi tentang pemberdayaan masyarakat melalui pendirian bank sampah dapat terus ditingkatkan, khususnya ibu rumah tangga, serta dapat memberdayakanPemberian materi tentang pemberdayaan masyarakat melalui pendirian bank sampah dapat terus ditingkatkan, khususnya ibu rumah tangga, serta dapat memberdayakan
BERUGAKBACABERUGAKBACA Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku peduli serta mendorong keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membentuk perilaku peduli serta mendorong keberlanjutan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
ITENASITENAS Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan minyak jelantah menjadi sabun merupakan solusi inovatif dan ramah lingkungan yang dapat mengurangi dampakPenelitian ini menyimpulkan bahwa pengolahan minyak jelantah menjadi sabun merupakan solusi inovatif dan ramah lingkungan yang dapat mengurangi dampak
ITENASITENAS Buangan sampah ini kebanyakan dihasilkan dari kegiatan domestik/rumah tangga yang mana pada tahun 2022 jumlah estimasi timbulan 32,2 ton/perhari. JumlahBuangan sampah ini kebanyakan dihasilkan dari kegiatan domestik/rumah tangga yang mana pada tahun 2022 jumlah estimasi timbulan 32,2 ton/perhari. Jumlah
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG Pengelolaan sampah yang disarankan meliputi pengolahan sampah organik menggunakan komposter dan biopori, serta pemilahan sampah anorganik ke bank sampah,Pengelolaan sampah yang disarankan meliputi pengolahan sampah organik menggunakan komposter dan biopori, serta pemilahan sampah anorganik ke bank sampah,
ATIDEWANTARAATIDEWANTARA Kegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri dan mengetahui pemanfaatan sampah rumah tangga. WargaKegiatan ini ditujukan kepada ibu-ibu rumah tangga untuk melakukan pemilahan sampah secara mandiri dan mengetahui pemanfaatan sampah rumah tangga. Warga
UNRAMUNRAM Kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos bokashi dan pupuk organik cair (POC) mendapatkan responsKegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah menjadi pupuk kompos bokashi dan pupuk organik cair (POC) mendapatkan respons
Useful /
STKIP SINGKAWANGSTKIP SINGKAWANG Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan orang tuaPenelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang melibatkan Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, guru, siswa, komite sekolah, dan orang tua
POLTEKKES PADANGPOLTEKKES PADANG Percepatan pembangunan perumahan di lahan keras, perluasan lahan rumah pekarangan, pengurukan lahan baru dari lahan basah, dan perubahan hunian menjadiPercepatan pembangunan perumahan di lahan keras, perluasan lahan rumah pekarangan, pengurukan lahan baru dari lahan basah, dan perubahan hunian menjadi
UAIUAI Selain itu Kopi Robusta Merapi Sleman juga mendapatkan perlindungan hukum dengan didaftarkan sebagai Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi Sleman kepadaSelain itu Kopi Robusta Merapi Sleman juga mendapatkan perlindungan hukum dengan didaftarkan sebagai Indikasi Geografis Kopi Robusta Merapi Sleman kepada
UAIUAI Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mitra, adalah: (1) Karang Taruna membutuhkan pengetahuan tentang pengolahan sampah organik dengan Maggot BSF.Beberapa permasalahan yang dihadapi oleh mitra, adalah: (1) Karang Taruna membutuhkan pengetahuan tentang pengolahan sampah organik dengan Maggot BSF.