UNITRIUNITRI

BUANA SAINSBUANA SAINS

Inceptisol merupakan salah satu jenis tanah yang luas penyebarannya di Indonesia. Persebarannya mencapai kurang lebih 52 juta hektar. Inceptisol banyak digunakan sebagai lahan pertanian intensif, karena pengelolaannya kurang tepat, maka sebagian tingkat kesuburannya menjadi rendah. Hal tersebut ditunjukan oleh kemasaman tanah, kandungan bahan organik, dan nitrogen yang rendah. Untuk memperbaiki tingkat kesuburan Inceptisol salah satunya adalah dengan menambahkan bahan organik. Permasalahan yang ada di tingkat petani, harga pupuk organik umumnya mahal dan sulit untuk mendapatkannya. Limbah padat pabrik agar-agar laut berupa senyawa organik, mungkin dapat dimanfaatkan sebagai sumber pupuk organik tanah. Pemberian limbah padat pabrik agar-agar rumput laut dengan dosis 15 ton/ha, meningkatkan pH tanah dari 5.43 menjadi 5,96 dan kandungan C-Organik tanah dari 1,98 menjadi 2,90 %. Selain itu juga dapat meningkatkan fosfor tersedia tanah dari 70,05 menjadi 73,29 ppm, sedangkan untuk kalium tersedia tanah dari 0,36 menjadi 0,44 me/100g, demikian pula (14,24 g/tanaman), serapan Fosfor (1,09 g/tanaman), serapan Kalium tanaman (15,91 g/tanaman).

Penggunaan limbah padat hasil samping industri agar-agar rumput laut dengan dosis 15 ton/ha, meningkatkan pH tanah dari 5.43 menjadi 5,96 dan kandungan C-Organik tanah dari 1,98 menjadi 2,90 %.Selain itu juga dapat meningkatkan fosfor tersedia tanah dari 70,05 menjadi 73,29 ppm, sedangkan untuk kalium tersedia tanah dari 0,36 menjadi 0,44 me/100g, demikian pula (14,24 g/tanaman), serapan Fosfor (1,09 g/tanaman), serapan Kalium tanaman (15,91 g/tanaman).Pemberian bahan organik yang berasal dari hasil samping industri agar-agar rumput laut dengan dosis 15 ton/ha menghasilkan pertumbuhan tanaman yang terbaik dengan ditunjukan oleh tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat kering tanaman tertinggi.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji pengaruh berbagai dosis limbah industri rumput laut terhadap mikrobiota tanah dan dampaknya terhadap siklus hara tanah. Hal ini penting untuk memahami mekanisme dekomposisi limbah dan ketersediaan hara bagi tanaman secara lebih mendalam. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi jenis mikroorganisme yang paling efektif dalam menguraikan limbah industri rumput laut dan potensinya sebagai biofertilizer. Dengan demikian, dapat dikembangkan formulasi biofertilizer yang lebih efektif dan ramah lingkungan. Ketiga, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas kombinasi limbah industri rumput laut dengan pupuk organik atau anorganik lainnya terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung, serta pengaruhnya terhadap kualitas produk pertanian. Kombinasi yang tepat dapat memberikan hasil yang sinergis dan meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk.

  1. #strategi pengembangan#strategi pengembangan
  2. #pupuk organik#pupuk organik
Read online
File size163.12 KB
Pages10
Short Linkhttps://juris.id/p-2NL
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test