UNTAGUNTAG
Persona:Jurnal Psikologi IndonesiaPersona:Jurnal Psikologi IndonesiaTujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji apakah ada hubungan antara kemampuan role taking dan dukungan sosial dengan kedisiplinan berlalu lintas pada remaja. Penelitian ini melibatkan 292 siswa SMA yang diambil menggunakan teknik cluster random sampling dari 5 SMA Negeri maupun Swasta di Surabaya. Alat ukur yang digunakan adalah skala role taking, skala dukungan sosial, dan skala kedisiplinan berlalu lintas. Hasil penelitian menunjukkan korelasi antara kemampuan role taking dengan kedisiplinan berlalu lintas sebesar rxy= 0.148 dengan nilai p=0.0006 (p<0.05). Artinya, ada korelasi positif yang signifikan antara kemampuan role taking dengan kedisiplinan berlalu lintas. Sedangkan korelasi antara dukungan sosial dengan kedisiplinan berlalu lintas sebesar rxy= 0.712, dengan nilai p = 0.000 (p<0,05). Artinya, ada korelasi positif yang signifikan antara dukungan sosial dengan kedisiplinan berlalu lintas. Hasil penelitian juga menunjukkan, kemampuan role taking dan dukungan sosial secara bersama-sama dapat mempengaruhi kedisiplinan berlalu lintas, dengan nilai R=0.712. Adapun sumbangan efektif role taking dan dukungan sosial terhadap kedisiplinan berlalu lintas sebesar 50,7%.
Penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh kemampuan role taking dan dukungan sosial terhadap kedisiplinan berlalu lintas.Penambahan satu skor pada kemampuan role taking dapat meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas sebesar 0.048, sementara penambahan satu skor pada dukungan sosial dapat meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas sebesar 0.Dengan demikian, dukungan sosial memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap kedisiplinan berlalu lintas dibandingkan kemampuan role taking.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa arah penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi pengaruh program intervensi yang dirancang untuk meningkatkan kemampuan role taking siswa SMA, dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan pertimbangan mereka terhadap dampak perilaku berkendara terhadap orang lain. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor spesifik dalam dukungan sosial keluarga yang paling berkontribusi pada kedisiplinan berlalu lintas remaja, seperti kualitas komunikasi atau gaya pengasuhan. Ketiga, penelitian dapat memperluas cakupan dengan menginvestigasi peran faktor lingkungan, seperti infrastruktur jalan dan penegakan hukum, dalam memoderasi hubungan antara kemampuan role taking, dukungan sosial, dan kedisiplinan berlalu lintas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku berkendara remaja dan membantu dalam pengembangan strategi pencegahan kecelakaan yang lebih efektif.
| File size | 442.85 KB |
| Pages | 15 |
| DMCA | Report |
Related /
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Hasil: Tingkat kualitas hidup pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah perlakuan terjadi peningkatan dengan nilai mean ± SD: 5,487 ± 2,624 sedangkanHasil: Tingkat kualitas hidup pada kelompok intervensi sebelum dan sesudah perlakuan terjadi peningkatan dengan nilai mean ± SD: 5,487 ± 2,624 sedangkan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Data hasil penelitianPengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan pengambilan data menggunakan kuesioner pengetahuan siswa tentang pencegahan anemia. Data hasil penelitian
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Dan sampel sebanyak 224 siswa dengan teknik pengambilan sampling yaitu random sampling, alat ukur yang digunakan kuesioner yaitu kuesioner PHQ‑9 danDan sampel sebanyak 224 siswa dengan teknik pengambilan sampling yaitu random sampling, alat ukur yang digunakan kuesioner yaitu kuesioner PHQ‑9 dan
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Manajemen kebersihan tidur mencakup berbagai praktik yang dirancang untuk menciptakan lingkungan dan rutinitas yang kondusif untuk tidur yang lebih berkualitas.Manajemen kebersihan tidur mencakup berbagai praktik yang dirancang untuk menciptakan lingkungan dan rutinitas yang kondusif untuk tidur yang lebih berkualitas.
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Kepribadian adalah elemen dasar yang memengaruhi cara individu berpikir, merasakan, dan bertindak, yang pada gilirannya berdampak pada kesejahteraan psikologis,Kepribadian adalah elemen dasar yang memengaruhi cara individu berpikir, merasakan, dan bertindak, yang pada gilirannya berdampak pada kesejahteraan psikologis,
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI 000 < 0. 05. diperoleh juga nilai r 0. 837 maka hubungan antar aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah sangat kuat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian000 < 0. 05. diperoleh juga nilai r 0. 837 maka hubungan antar aktivitas fisik dengan pengendalian tekanan darah sangat kuat. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian
STIKESPANTIRAPIHSTIKESPANTIRAPIH Berdasarkan data nasional, terdapat sekitar 713.783 jiwa dan 2. 850 yang menjalani hemodialisa. Terjadi peningkatan sebesar 0,18% penduduk Indonesia yangBerdasarkan data nasional, terdapat sekitar 713.783 jiwa dan 2. 850 yang menjalani hemodialisa. Terjadi peningkatan sebesar 0,18% penduduk Indonesia yang
SPPSPP Hasil analisa dari pre test-post test pengetahuan dan pemahaman peserta tentang senam ergonomic mayoritas peserta memahami pengertian, akibat hipertensi,Hasil analisa dari pre test-post test pengetahuan dan pemahaman peserta tentang senam ergonomic mayoritas peserta memahami pengertian, akibat hipertensi,
Useful /
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Terdapat pengaruh signifikan dari pemberian jus kurma terhadap durasi tahap pertama persalinan pada fase aktif pada primigravida. Jus kurma merupakan nutrisiTerdapat pengaruh signifikan dari pemberian jus kurma terhadap durasi tahap pertama persalinan pada fase aktif pada primigravida. Jus kurma merupakan nutrisi
JOURNAL AIPKINDJOURNAL AIPKIND Sebelum intervensi, sebagian besar ibu tidak yakin dapat memberikan ASI karena keterbatasan waktu kerja. Setelah intervensi, 100% responden menyatakanSebelum intervensi, sebagian besar ibu tidak yakin dapat memberikan ASI karena keterbatasan waktu kerja. Setelah intervensi, 100% responden menyatakan
UNTAGUNTAG Oleh karena itu, Training motivasi tidak mempengaruhi penurunan tingkat prokrastinasi pada siswa MTs di Pondok Pesantren X Yogyakarta. Sebagai implikasiOleh karena itu, Training motivasi tidak mempengaruhi penurunan tingkat prokrastinasi pada siswa MTs di Pondok Pesantren X Yogyakarta. Sebagai implikasi
UNTAGUNTAG Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua yang menjadi responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup memadai mengenai pendidikan seksualHasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar orangtua yang menjadi responden memiliki tingkat pengetahuan yang cukup memadai mengenai pendidikan seksual