JURNALBIKESJURNALBIKES

JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)JURNAL KEBIDANAN, KEPERAWATAN DAN KESEHATAN (BIKES)

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara self-esteem dan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa di RSUD Doloksanggul. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 30 pasien yang menjalani hemodialisa, yang dipilih melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang mencakup dua variabel utama, yaitu self-esteem dan kualitas hidup, yang diukur berdasarkan frekuensi dan persentase. Uji statistik yang digunakan untuk menganalisis hubungan antara kedua variabel adalah uji Spearmans rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien memiliki self-esteem yang rendah (60%), dan kualitas hidup yang buruk (60%). Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan kualitas hidup, dengan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05) dan korelasi negatif yang kuat (-0,583). Hal ini menunjukkan bahwa self-esteem yang rendah berhubungan dengan kualitas hidup yang buruk pada pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini menyarankan bahwa peningkatan self-esteem pada pasien GGK dapat membantu meningkatkan kualitas hidup mereka.

Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dan kualitas hidup pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani terapi hemodialisis.Mayoritas pasien dalam penelitian ini memiliki self-esteem yang rendah, yang berhubungan dengan kualitas hidup yang buruk, terutama pada aspek fisik dan psikologis.Peningkatan self-esteem menjadi fokus penting dalam perawatan pasien untuk memperbaiki kualitas hidup mereka.

Di masa depan, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai dampak program edukasi mengenai penyakit gagal ginjal dan manajemen hemodialisa terhadap self-esteem dan kualitas hidup pasien. Selain itu, perbandingan antara berbagai jenis intervensi psikososial seperti konseling individual, kelompok, atau dengan menggunakan aplikasi digital perlu ditemukan, untuk mengetahui manakah yang paling efektif dalam meningkatkan self-esteem dan kualitas hidup pasien GGK yang menjalani hemodialisa. Selain itu, penelitian juga dapat mempelajari dampak penguatan dukungan keluarga dan masyarakat terhadap kualitas hidup pasien GGK, dan meneliti kemungkinan implementasi program dukungan sosial yang mendalam dalam peningkatan self-esteem dan kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisa di rumah sakit.

Read online
File size315.54 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test