DINASTIREVDINASTIREV
Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikTindak kejahatan penipuan yang terjadi melalui platform digital memerlukan pendekatan hukum yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi. Studi ini mengkaji teori pemidanaan dalam kasus arisan online yang tertuang diputusan No.: 37/Pid. B/2024/PN Madiun. Melalui pengunaan pendekatan yuridis normatif, penelitian ini menilai kecocokan antara dasar hukum yang diterapkan oleh hakim dengan sifat kejahatan yang berbasis elektronik. Temuan penelitian menunjukkan bahwa hakim hanya merujuk di Pasal 378 KUHP tanpa mempertimbangkan ketentuan Pasal 28 ayat (1) UU ITE, meskipun semua tindakan dilakukan melalui media sosial. Ini menggambarkan penerapan hukum yang masih tradisional dan belum beradaptasi dengan jenis kejahatan digital. Namun, kejahatan siber memerlukan penanganan hukum yang lebih peka dan berbasis pada prinsip kepastian serta perlindungan hukum. Temuan ini menekankan pentingnya pembaruan pemahaman para penegak hukum terhadap tindak pidana yang memanfaatkan teknologi digital.
Secara hukum, penipuan yang dilakukan lewat media elektronik seharusnya dikenakan Pasal 28 ayat (1) UU ITE, yang melarang siapapun dengan tidak sengaja serta sengaja memberikan informasi yang tidak benar atau menyesatkan apabila hal itu menyebabkan kerugian dalam transaksi elektronik.Penerapan hukum dalam putusan ini belum mencerminkan pendekatan yang komprehensif terhadap kejahatan digital, karena hakim hanya mempergunakan Pasal 378 KUHP tanpa mempertimbangkan Pasal 28 ayat (1) UU ITE, padahal seluruh tindakan terdakwa dilakukan di ruang siber melalui platform digital.Ketidakhadiran UU ITE dalam dasar pertimbangan menunjukkan masih lemahnya kesadaran aparat penegak hukum dalam merespons kejahatan berbasis teknologi.
Berdasarkan analisis terhadap kasus penipuan arisan online ini, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas UU ITE dalam menanggulangi kejahatan penipuan yang terjadi melalui media sosial, dengan fokus pada identifikasi celah hukum dan hambatan dalam penegakan hukum. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model pelatihan bagi aparat penegak hukum, khususnya hakim dan penyidik, untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang karakteristik kejahatan siber dan penerapan hukum yang tepat. Ketiga, penting untuk meneliti bagaimana literasi digital dapat ditingkatkan di kalangan masyarakat, terutama kelompok rentan seperti ibu rumah tangga dan lansia, agar mereka lebih waspada terhadap modus penipuan online dan mampu melindungi diri dari kerugian finansial. Dengan demikian, penanganan kejahatan penipuan online dapat dilakukan secara lebih efektif dan terintegrasi, sehingga memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat.
| File size | 290.81 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNBARIUNBARI Oleh karena itu, pengaturan restitusi sebagai pidana tambahan yang bersifat wajib dalam UU ITE menjadi urgensi guna memastikan pemenuhan hak korban secaraOleh karena itu, pengaturan restitusi sebagai pidana tambahan yang bersifat wajib dalam UU ITE menjadi urgensi guna memastikan pemenuhan hak korban secara
UntikaUntika Temuan studi menunjukkan bahwa ketentuan mengenai Hak Pengelolaan atas tanah negara dalam UUPA tidak diformulasikan secara eksplisit, dan posisi hukumnyaTemuan studi menunjukkan bahwa ketentuan mengenai Hak Pengelolaan atas tanah negara dalam UUPA tidak diformulasikan secara eksplisit, dan posisi hukumnya
UntikaUntika Adapun hasil penelitian ini pertama, mekanisme penyelesaian perkara pidana berbasis kearifan lokal di kabupaten jember dilakukan melalui mediasi yang dilakukanAdapun hasil penelitian ini pertama, mekanisme penyelesaian perkara pidana berbasis kearifan lokal di kabupaten jember dilakukan melalui mediasi yang dilakukan
UntikaUntika Untuk itu langkah perbaikan perlu dilakukan dan dimulai dengan penguatan kapasitas kelembagaan, antara lain meningkatkan profesionalisme, intensitas komunikasiUntuk itu langkah perbaikan perlu dilakukan dan dimulai dengan penguatan kapasitas kelembagaan, antara lain meningkatkan profesionalisme, intensitas komunikasi
LOCUSMEDIALOCUSMEDIA Namun demikian, secara normatif, putusan ini masih menunjukkan keterbatasan dalam mengadopsi pendekatan keadilan restoratif yang lebih humanis, cepat,Namun demikian, secara normatif, putusan ini masih menunjukkan keterbatasan dalam mengadopsi pendekatan keadilan restoratif yang lebih humanis, cepat,
IFRELRESEARCHIFRELRESEARCH Namun, kemajuan ini juga membuka celah terhadap ancaman kejahatan siber, khususnya phishing, yang bertujuan mencuri data pribadi nasabah melalui situsNamun, kemajuan ini juga membuka celah terhadap ancaman kejahatan siber, khususnya phishing, yang bertujuan mencuri data pribadi nasabah melalui situs
WESTSCIENCE PRESSWESTSCIENCE PRESS Pendekatan ini melibatkan analisis hukum sistematis terhadap peraturan yang berlaku, menilai efektivitasnya, dan menyarankan langkah-langkah hukum formalPendekatan ini melibatkan analisis hukum sistematis terhadap peraturan yang berlaku, menilai efektivitasnya, dan menyarankan langkah-langkah hukum formal
DINASTIREVDINASTIREV Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan penyebaran angket melalui Google Forms. HasilMetode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan wawancara, observasi, dan penyebaran angket melalui Google Forms. Hasil
Useful /
UntikaUntika Partisipasi masyarakat yang bermakna masih terbatas, namun kelompok tani menunjukkan potensi sebagai agen informal dalam pengawasan akuntabilitas danaPartisipasi masyarakat yang bermakna masih terbatas, namun kelompok tani menunjukkan potensi sebagai agen informal dalam pengawasan akuntabilitas dana
UntikaUntika Pasal 49 mengatur bahwa pertanggungjawaban pidana korporasi bagi pemegang saham meliputi perbuatan yang memenuhi unsur Pasal 45, 46, dan 48 baik dalamPasal 49 mengatur bahwa pertanggungjawaban pidana korporasi bagi pemegang saham meliputi perbuatan yang memenuhi unsur Pasal 45, 46, dan 48 baik dalam
UntikaUntika Kejahatan siber yang dipicu oleh kecerdasan buatan (AI) telah menciptakan pola serangan digital baru yang rumit, terstruktur, dan menargetkan kelompokKejahatan siber yang dipicu oleh kecerdasan buatan (AI) telah menciptakan pola serangan digital baru yang rumit, terstruktur, dan menargetkan kelompok
STIKESEUBSTIKESEUB Terapi non farmakologis telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri disminorea dan penggunaannya dapat mempertimbangkan kondisi dan ketersediaan di lingkunganTerapi non farmakologis telah terbukti efektif dalam mengurangi nyeri disminorea dan penggunaannya dapat mempertimbangkan kondisi dan ketersediaan di lingkungan