GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP
Jurnal Peduli MasyarakatJurnal Peduli MasyarakatTuberkulosis (TB) masih menjadi prioritas masalah kesehatan yang harus ditangani dengan cepat. Indonesia menjadi penyumbang nomor dua terbanyak kasus TB setelah India. Namun hingga saat ini, masih terdapat banyak indikator program penanggulangan TBC yang belum tercapai bahkan jauh dari target, salah satunya masih rendahnya ketersediaan dan kualitas aspek program penanggulangan TBC, seperti DOTS termasuk di wilayah kerja Puskesmas Gedong Tataan, Lampung. Rendahnya tingkat kepatuhan terhadap pengobatan TB, terutama di kelompok masyarakat berisiko tinggi, menjadi tantangan utama dalam upaya pengendalian penyakit ini. Strategi DOTS (Directly Observed Treatment Short-course) yang telah diterapkan belum berjalan optimal tanpa adanya edukasi dan pendampingan yang intensif di tingkat masyarakat. Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pemberdayaan masyarakat beresiko tinggi melalui edukasi dan bimbingan teknis manajemen DOTS guna meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan keterlibatan aktif masyarakat dalam mendukung keberhasilan terapi TB, sekaligus mencegah resistensi obat dan penularan lebih lanjut. Kegiatan berlangsung selama 1 bulan, dimulai dengan tahap sosialisasi, dilanjutkan dengan sesi edukasi kelompok dan bimbingan teknis manajemen DOTS (Directly Observed Treatment Short-Course). Jumlah peserta sebanyak 30 orang, yang terdiri dari kader kesehatan, anggota keluarga pasien TB, dan tokoh masyarakat di wilayah Puskesmas Gedong Tataan. Persiapan kegiatan dilakukan selama dua minggu, mencakup koordinasi dengan puskesmas, rekrutmen peserta, penyusunan materi edukasi, dan pelatihan bagi fasilitator. Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama dua hari secara luring di aula kecamatan. Setelah kegiatan, evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, serta kuisioner kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan skor pengetahuan peserta sebesar rata-rata 62,32% setelah intervensi edukasi dan pelatihan, serta meningkatnya motivasi kader dan keluarga pasien untuk turut memantau kepatuhan pengobatan. Partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung manajemen DOTS juga terlihat dari komitmen pembentukan kelompok pemantau berbasis komunitas. Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman dan peran serta masyarakat dalam pengendalian TB melalui strategi DOTS. Pendekatan edukatif dan partisipatif terbukti efektif dalam memperkuat kolaborasi antara tenaga kesehatan dan masyarakat, dan menjadi model yang dapat direplikasi di wilayah lain.
Pengabdian masyarakat di Puskesmas Gedong Tataan menunjukkan bahwa edukasi dan bimbingan teknis manajemen DOTS secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat berisiko tinggi terhadap pengobatan tuberkulosis.Pendekatan partisipatif memperkuat motivasi pasien serta kader kesehatan, sehingga memperkuat sistem pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.Evaluasi menunjukkan peningkatan 100% dalam pengetahuan, kepatuhan pengobatan, dan pemberdayaan kader.
Penelitian selanjutnya dapat mengevaluasi keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat berbasis DOTS selama dua tahun ke depan, dengan mengukur apakah peningkatan pengetahuan dan kepatuhan yang tercapai tetap terjaga setelah intervensi selesai. Selain itu, studi eksperimental dapat menguji efektivitas penggunaan aplikasi mobile yang menyediakan pengingat minum obat, pencatatan harian, dan materi edukasi interaktif dibandingkan metode konvensional dalam meningkatkan kepatuhan pasien TB berisiko tinggi. Penelitian komparatif juga diperlukan untuk membandingkan pendekatan bimbingan teknis yang dipimpin oleh kader kesehatan dengan yang dipimpin oleh kelompok sebaya (peer-led) dalam hal motivasi, kepatuhan, dan pemberdayaan komunitas. Selanjutnya, analisis kualitatif dapat menggali hambatan sosial‑ekonomi dan budaya yang masih mengganggu pelaksanaan DOTS di wilayah pedesaan, sehingga strategi intervensi dapat disesuaikan dengan konteks lokal secara lebih tepat. Dengan mengintegrasikan temuan dari keempat studi tersebut, kebijakan kesehatan nasional dapat merancang program DOTS yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan untuk mencapai tujuan eliminasi tuberkulosis pada tahun 2030.
- Manajemen kebencanaan pemberdayaan masyarakat melalui upaya edukasi dan simulasi mitigasi bencana alam... ejournal.stikku.ac.id/index.php/jppk/article/view/1039Manajemen kebencanaan pemberdayaan masyarakat melalui upaya edukasi dan simulasi mitigasi bencana alam ejournal stikku ac index php jppk article view 1039
- "Karakteristik dan Analisis Risiko Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Senen, Jakarta Pusat tahun 2023"... doi.org/10.7454/epidkes.v8i2.1130Karakteristik dan Analisis Risiko Kasus Tuberkulosis di Puskesmas Senen Jakarta Pusat tahun 2023 doi 10 7454 epidkes v8i2 1130
- Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tuberculosis Paru | Abdimas Polsaka. pemberdayaan... abdimas.polsaka.ac.id/index.php/abdimaspolsaka/article/view/6Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Penyakit Tuberculosis Paru Abdimas Polsaka pemberdayaan abdimas polsaka ac index php abdimaspolsaka article view 6
| File size | 308.94 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Hasil uji statistic menunjukkan terdapat hubungan antara Q-angle dengan keseimbangan dinamis pada lansia. Setelah melihat korelasi dari kedua variabelHasil uji statistic menunjukkan terdapat hubungan antara Q-angle dengan keseimbangan dinamis pada lansia. Setelah melihat korelasi dari kedua variabel
SARI MUTIARASARI MUTIARA Kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan siswa-siswi dapat meningkatkan pemahaman mereka dalam pencegahan gastritis. Pencegahan gastritis pada anakKegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan siswa-siswi dapat meningkatkan pemahaman mereka dalam pencegahan gastritis. Pencegahan gastritis pada anak
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Keterbatasan fasilitas kesehatan, minimnya tenaga medis yang terlatih, serta rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penangananKeterbatasan fasilitas kesehatan, minimnya tenaga medis yang terlatih, serta rendahnya tingkat pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan penanganan
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Namun, di Kecapi village, Jepara, masih ditemukan tantangan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama terkait keterbatasan biaya,Namun, di Kecapi village, Jepara, masih ditemukan tantangan dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, terutama terkait keterbatasan biaya,
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Skrining fitokimia terhadap tanaman ini menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavanoid dan saponin yang diduga memiliki aktivitasSkrining fitokimia terhadap tanaman ini menunjukkan adanya senyawa metabolit sekunder seperti alkaloid, flavanoid dan saponin yang diduga memiliki aktivitas
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Jumlah sampel pada penelitain ini adalah 66 santri dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian berdasarkan analisis Uji Fishers Exact Test menunjukkanJumlah sampel pada penelitain ini adalah 66 santri dengan menggunakan total sampling. Hasil penelitian berdasarkan analisis Uji Fishers Exact Test menunjukkan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Serta menambah informasi terkait jenis spesifik serta cara yang tepat dalam melakukan walking exercise sehingga dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.Serta menambah informasi terkait jenis spesifik serta cara yang tepat dalam melakukan walking exercise sehingga dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan.
WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER 004, sedangkan menggunakan uji kolmogorovo smirnove untuk faktor umur dengan hasil p value 1. 000 yang berarti tidak terdapat korelasi antara umur dengan004, sedangkan menggunakan uji kolmogorovo smirnove untuk faktor umur dengan hasil p value 1. 000 yang berarti tidak terdapat korelasi antara umur dengan
Useful /
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang umur 2-5 tahun dengan tuina massage dan pemberian carica papayaKegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam peningkatan nafsu makan pada balita gizi kurang umur 2-5 tahun dengan tuina massage dan pemberian carica papaya
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ada satu faktor risiko yang signifikan, yaitu adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah. Faktor-faktorHasil penelitian menunjukkan bahwa hanya ada satu faktor risiko yang signifikan, yaitu adanya anggota keluarga yang merokok di dalam rumah. Faktor-faktor
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kebiasaan makan pada mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Sebagian besar responden berpengetahuanTerdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan kebiasaan makan pada mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Sebagian besar responden berpengetahuan
POLTEKKES MKSPOLTEKKES MKS Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui di Puskesmas Jongaya Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pada penelitianPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui di Puskesmas Jongaya Makassar. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Pada penelitian