GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP
Jurnal Peduli MasyarakatJurnal Peduli MasyarakatProgram khitan massal merupakan bentuk pelayanan kesehatan preventif yang umum dilaksanakan oleh berbagai lembaga sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Khitan atau sirkumsisi merupakan praktik budaya dan keagamaan yang umum di Indonesia, sekaligus memiliki manfaat kesehatan signifikan dalam pencegahan infeksi. Program khitan massal menjadi pilihan efektif untuk menjangkau masyarakat dengan keterbatasan ekonomi. Namun, keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada proses khitan itu sendiri, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh pemahaman orang tua dan anak tentang perawatan luka pasca-sirkumsisi. Kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan keberhasilan khitan massal melalui sosialisasi dan edukasi perawatan pasca-khitan. Metode pelaksanaan mencakup pemberian edukasi langsung, distribusi leaflet, dan demonstrasi praktik perawatan luka. Peserta kegiatan ada 30 anak dimana masing-masing anak ada 1 pendamping dari keluarga. Kegiatan dilakukan di Praktik Dokter PKU Muhammadiyah Zam-Zam Cilongkok Banyumas Jawa Tengah. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pertanyaan tentang materi edukasi yang telah disampaikan Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dan keluarga terhadap perawatan luka khitan serta menurunnya insiden infeksi. Edukasi yang tepat dan mudah dipahami terbukti berperan signifikan dalam mendukung proses penyembuhan.
Program khitan massal merupakan inisiatif berharga dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.Keberhasilannya bergantung pada tingkat pemahaman masyarakat dan kepatuhan terhadap perawatan pasca-sirkumsisi.Sosialisasi komprehensif dan edukasi berkelanjutan adalah pilar utama untuk memastikan pemulihan optimal dan mencegah komplikasi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, perlu dilakukan studi lebih mendalam mengenai efektivitas berbagai metode edukasi pasca-khitan, seperti penggunaan media visual, simulasi, atau pendekatan berbasis kelompok sebaya, untuk menentukan metode yang paling efektif meningkatkan pemahaman dan kepatuhan pasien. Kedua, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi persepsi dan praktik perawatan luka pasca-khitan di berbagai komunitas, sehingga intervensi edukasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik masing-masing kelompok. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi penggunaan teknologi, seperti aplikasi seluler atau platform telemedicine, untuk memberikan dukungan dan pemantauan jarak jauh terhadap pasien pasca-khitan, terutama di daerah dengan akses terbatas ke layanan kesehatan. Pengembangan aplikasi yang menyediakan informasi perawatan luka, pengingat jadwal kontrol, dan konsultasi online dengan tenaga medis dapat meningkatkan kualitas perawatan dan mengurangi risiko komplikasi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas dan efektivitas program khitan massal di Indonesia, serta memastikan bahwa manfaat kesehatan dari sirkumsisi dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh masyarakat.
- Program Khitanan Massal Door to Door pada masa Pandemi Covid-19 di Kota Lubuklinggau | Journal of Community... doi.org/10.30994/jceh.v5i1.336Program Khitanan Massal Door to Door pada masa Pandemi Covid 19 di Kota Lubuklinggau Journal of Community doi 10 30994 jceh v5i1 336
- Khitanan Massal ke X sebagai Wujud Kepedulian Sosial Dosen Universitas Malikussaleh | Mejuajua: Jurnal... jurnal.yaspenosumatera.org/index.php/mejuajua/article/view/110Khitanan Massal ke X sebagai Wujud Kepedulian Sosial Dosen Universitas Malikussaleh Mejuajua Jurnal jurnal yaspenosumatera index php mejuajua article view 110
| File size | 380.89 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
HTPHTP Komponen sumber daya dalam pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja pada unsur pembina (puskesmas), lembaga (desa), dan pelaksana (petani sawit) telah cukup.Komponen sumber daya dalam pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja pada unsur pembina (puskesmas), lembaga (desa), dan pelaksana (petani sawit) telah cukup.
HTPHTP Di Indonesia masalah kesehatan termasuk penyakit menular dan penyakit tak menular masih cukup tinggi, yang perlu diatasi dengan pelayanan kesehatan primerDi Indonesia masalah kesehatan termasuk penyakit menular dan penyakit tak menular masih cukup tinggi, yang perlu diatasi dengan pelayanan kesehatan primer
HTPHTP Hasil penelitian didapatkan prevalensi hipertensi 29%, overweight/obesitas 23,7%, dan kebiasaan mengkonsumsi lemak tinggi 17,7%. Hasil analisis hubunganHasil penelitian didapatkan prevalensi hipertensi 29%, overweight/obesitas 23,7%, dan kebiasaan mengkonsumsi lemak tinggi 17,7%. Hasil analisis hubungan
HTPHTP Subjek penelitian adalah semua penderita positif Avian Influenza dan pengelola program flu burung Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan, yang dipilihSubjek penelitian adalah semua penderita positif Avian Influenza dan pengelola program flu burung Kota Pekanbaru dan Kabupaten Pelalawan, yang dipilih
HTPHTP Angka insiden ini lebih besar dari angka insiden nasional yaitu 20 per 100.000 penduduk. Penelitian ini untuk mengetahui faktror-faktor yang berhubunganAngka insiden ini lebih besar dari angka insiden nasional yaitu 20 per 100.000 penduduk. Penelitian ini untuk mengetahui faktror-faktor yang berhubungan
HTPHTP Cara pengambilan sampel adalah systematic random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi‑square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresiCara pengambilan sampel adalah systematic random sampling. Analisis bivariat menggunakan uji chi‑square, dan analisis multivariat menggunakan uji regresi
HTPHTP Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2010 menunjukkan bahwa hipertensi merupakan penyakit nomor tiga terbesar di Puskesmas dengan persentase 15,6%.Data Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru tahun 2010 menunjukkan bahwa hipertensi merupakan penyakit nomor tiga terbesar di Puskesmas dengan persentase 15,6%.
SALNESIASALNESIA Pelatihan pemberian edukasi gizi kepada kader posyandu mengenai malnutrisi dan tanda serta gejalanya diharapkan pengetahuan dan keterampilan kader posyanduPelatihan pemberian edukasi gizi kepada kader posyandu mengenai malnutrisi dan tanda serta gejalanya diharapkan pengetahuan dan keterampilan kader posyandu
Useful /
UKSWUKSW Dengan menggunakan data dari database Scopus dan perangkat lunak VOSviewer, 19 artikel yang relevan dianalisis untuk mengidentifikasi tren dan kontribusiDengan menggunakan data dari database Scopus dan perangkat lunak VOSviewer, 19 artikel yang relevan dianalisis untuk mengidentifikasi tren dan kontribusi
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Kegiatan pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Selo terutama anak-anak berjumlah 16 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan skrining, apersepsi, penyampaianKegiatan pengabdian dilaksanakan di Kecamatan Selo terutama anak-anak berjumlah 16 orang. Kegiatan dilakukan dengan tahapan skrining, apersepsi, penyampaian
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan, penyebabnya, pencegahannya, serta pentingnya menjaga kebersihanTujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai keputihan, penyebabnya, pencegahannya, serta pentingnya menjaga kebersihan
WIRARAJAWIRARAJA Evaluasi keperawatan pada pasien demensia yang memenuhi kebutuhan kebersihan pribadi menunjukkan bahwa penurunan pada penilaian diagnosis memori dan peningkatanEvaluasi keperawatan pada pasien demensia yang memenuhi kebutuhan kebersihan pribadi menunjukkan bahwa penurunan pada penilaian diagnosis memori dan peningkatan