GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP
Jurnal Peduli MasyarakatJurnal Peduli MasyarakatLansia merupakan kelompok usia yang rentan mengalami gangguan keseimbangan, yang dapat meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan kualitas hidup. Deteksi dini terhadap potensi gangguan keseimbangan sangat penting sebagai langkah preventif. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya keseimbangan pada lansia serta mengevaluasi kondisi keseimbangan melalui skrining TUG Test dan nilai Q-angle untuk melihat Keselarasan sendi lutut dan anggota gerak bawah, Risiko maltracking patela (pergeseran lutut ke arah luar), Stabilitas lutut dan distribusi beban saat berjalan atau berdiri, Keterkaitan dengan risiko cedera atau gangguan postural, termasuk gangguan keseimbangan pada lansia. Hasil uji statistic menunjukkan terdapat hubungan antara Q-angle dengan keseimbangan dinamis pada lansia. Setelah melihat korelasi dari kedua variabel tersebut, tim pengabdian memberikan latihan chair squad dengan tujuan meningkatkan kekuatan otot paha depan (quadriceps), bokong (gluteus), dan punggung bawah dengan durasi 2–3 detik, lalu berdiri kembali, repetisi: 10–15 kali, 2–3 set, monitoring dan evaluasi dilakukan kepada subjek saat mempraktikan gerakan. Diharapkan pengabdian ini dapat berkontribusi pada peningkatan pengetahuan bagaimana menjaga keseimbangan tubuh pada lansia dan membantu posyandu daerah agar memberikan edukasi yang sesuai dengan faktor struktur tulang yang dimiliki oleh lansia berdasarkan q-angle.
Q-angle memiliki hubungan dengan keseimbangan dan chair squad dapat dijadikan opsi latihan yang mudah dan aman untuk lansia menjaga keseimbangan.Kegiatan pengabdian ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya lansia, mengenai hubungan antara keseimbangan tubuh dengan sudut Q-angle.Peningkatan pemahaman ini penting dalam upaya mencegah risiko jatuh dan cedera pada lansia.Program edukasi seperti ini sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup lansia melalui pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga keseimbangan tubuh.
Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menginvestigasi efektivitas berbagai jenis latihan keseimbangan, seperti yoga atau tai chi, dalam meningkatkan keseimbangan dinamis dan mengurangi risiko jatuh pada lansia dengan berbagai tingkat keparahan Q-angle. Kedua, penelitian kuantitatif dengan desain longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari intervensi latihan keseimbangan terhadap perubahan Q-angle dan stabilitas postural pada lansia. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk mengeksplorasi persepsi dan pengalaman lansia dalam melakukan latihan keseimbangan, serta faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan dan keberlanjutan program latihan. Dengan menggabungkan hasil penelitian kuantitatif dan kualitatif, pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara Q-angle, latihan keseimbangan, dan kualitas hidup lansia dapat diperoleh, sehingga dapat menginformasikan pengembangan program intervensi yang lebih efektif dan berpusat pada pasien.
- The Y balance test – how and why to do it? - MedCrave online. balance test to medcrave us paper... doi.org/10.15406/ipmrj.2017.02.00058The Y balance test Ae how and why to do it MedCrave online balance test to medcrave us paper doi 10 15406 ipmrj 2017 02 00058
- Medicine & Science in Sports & Exercise. medicine science sports exercise doi.org/10.1249/01.MSS.0000058364.47973.06Medicine Science in Sports Exercise medicine science sports exercise doi 10 1249 01 MSS 0000058364 47973 06
- "Correlation between History of Fall and Timed Up and Go Test in Geriat" by Mifta Nurmalasari,... doi.org/10.7454/jpdi.v5i4.241Correlation between History of Fall and Timed Up and Go Test in Geriat by Mifta Nurmalasari doi 10 7454 jpdi v5i4 241
- Hubungan Q-Angle Terhadap Keluhan Osteoarthritis Pada Lansia | Juriansari | FISIO MU: Physiotherapy Evidences.... journals.ums.ac.id/index.php/fisiomu/article/view/10058Hubungan Q Angle Terhadap Keluhan Osteoarthritis Pada Lansia Juriansari FISIO MU Physiotherapy Evidences journals ums ac index php fisiomu article view 10058
| File size | 349.07 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Implikasi hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi regulator dan lembaga keuangan syariah dalam merancang program pembiayaan dan edukasi yang lebihImplikasi hasil penelitian ini dapat menjadi acuan bagi regulator dan lembaga keuangan syariah dalam merancang program pembiayaan dan edukasi yang lebih
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Keterbatasan lahan parkir di lingkungan PT Adonia Footwear Indonesia menimbulkan dinamika sosial ekonomi yang cukup kompleks. Ketidaksesuaian antara jumlahKeterbatasan lahan parkir di lingkungan PT Adonia Footwear Indonesia menimbulkan dinamika sosial ekonomi yang cukup kompleks. Ketidaksesuaian antara jumlah
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa profitabilitas memiliki peran dominan dalam meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan struktur modal perlu dioptimalkanKesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa profitabilitas memiliki peran dominan dalam meningkatkan nilai perusahaan, sedangkan struktur modal perlu dioptimalkan
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata peminjaman buku, dari 0,77 buku per hari sebelum sistem diimplementasikanHasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada rata-rata peminjaman buku, dari 0,77 buku per hari sebelum sistem diimplementasikan
JOURNALCENTERJOURNALCENTER Hasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampu berjalan dengan baik, memberikan kemudahan bagi alumni dalam memberikan respon, serta mempermudah pihak kampusHasil uji coba menunjukkan bahwa sistem mampu berjalan dengan baik, memberikan kemudahan bagi alumni dalam memberikan respon, serta mempermudah pihak kampus
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Landasan Ulin Banjarbaru, melalui pemenuhan dasar kesehatan berdasarkan kajian prioritas masalah. Metode yang digunakan adalah Komunikasi, Informasi, danLandasan Ulin Banjarbaru, melalui pemenuhan dasar kesehatan berdasarkan kajian prioritas masalah. Metode yang digunakan adalah Komunikasi, Informasi, dan
JOMPARNDJOMPARND Produksi dan konsumsi masyarakat yang tidak dikelola dengan bijak telah menjadi pemicu utama timbulnya permasalahan sampah, baik di Indonesia maupun diProduksi dan konsumsi masyarakat yang tidak dikelola dengan bijak telah menjadi pemicu utama timbulnya permasalahan sampah, baik di Indonesia maupun di
SARI MUTIARASARI MUTIARA Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pegawai mengalami peningkatan pengetahuan secara signifikan dalam memahami elemen-elemen marketing mix serta mampu mengaplikasikannyaHasil kegiatan menunjukkan bahwa pegawai mengalami peningkatan pengetahuan secara signifikan dalam memahami elemen-elemen marketing mix serta mampu mengaplikasikannya
Useful /
SARI MUTIARASARI MUTIARA Belum pelaku memanfaatkan media digital secara optimal untuk mempromosikan produk mereka. Selain itu, pencatatan keuangan yang belum tertata rapi dan minimnyaBelum pelaku memanfaatkan media digital secara optimal untuk mempromosikan produk mereka. Selain itu, pencatatan keuangan yang belum tertata rapi dan minimnya
UNNARUNNAR Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kinerja karyawan di Kantor Desa Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Penelitian iniTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis kinerja karyawan di Kantor Desa Murung Raya, Kecamatan Banjarmasin Selatan. Penelitian ini
UNNARUNNAR Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, fasilitasBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan kerja memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja karyawan, fasilitas
UMMUMM Namun, model mengasumsikan semua petani memiliki keterampilan dan akses sumber daya yang seragam, serta belum mempertimbangkan faktor eksternal sepertiNamun, model mengasumsikan semua petani memiliki keterampilan dan akses sumber daya yang seragam, serta belum mempertimbangkan faktor eksternal seperti