UMKLAUMKLA

WASATHON Jurnal Pengabdian MasyarakatWASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat

Kegiatan pengabdian “: Khitan Gratis Laser Modern diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Klaten untuk meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat miskin. Kabupaten Klaten dipilih sebagai lokasi kegiatan karena angka kemiskinan yang masih cukup tinggi, yaitu 12,04% per Maret 2024, setara dengan sekitar 141.840 jiwa. Data ini menunjukkan perlunya intervensi layanan sosial berbasis keagamaan untuk meringankan beban ekonomi keluarga kurang mampu. Lazismu menghimpun dan menyalurkan zakat untuk program khitan gratis menggunakan teknologi laser modern yang aman dan efisien. Tim pelaksana menyusun strategi melalui FGD bersama mitra, lalu melakukan sosialisasi dan seleksi peserta dari keluarga miskin di Klaten. Sebanyak 60 anak telah menerima layanan khitan gratis. Hasil kegiatan menunjukkan pengurangan beban biaya kesehatan, peningkatan literasi kesehatan masyarakat, serta penguatan peran zakat dalam pembangunan sosial di bidang kesehatan.

Implementasi program pentasyarufan dana zakat melalui khitan gratis laser modern di Lazismu Klaten secara signifikan mengoptimalkan penggunaan zakat untuk layanan kesehatan yang tepat sasaran, berhasil menyediakan khitan bagi 60 anak dari keluarga miskin, mengurangi beban biaya, dan memenuhi syariat.Keberhasilan ini didukung oleh kolaborasi strategis dengan berbagai mitra kesehatan, yang meningkatkan efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan dana.Program ini juga berhasil meningkatkan literasi kesehatan masyarakat dan mendokumentasikan tahapan secara komprehensif, menjadi dasar untuk pengembangan dan replikasi program serupa di masa depan.

Meskipun program khitan gratis ini telah menunjukkan dampak positif signifikan dalam jangka pendek, ada beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk mengembangkan inisiatif serupa. Pertama, akan sangat berharga untuk meneliti dampak jangka panjang program ini tidak hanya dari sisi kesehatan fisik, tetapi juga bagaimana peningkatan literasi kesehatan yang disebutkan dalam hasil memengaruhi perilaku kesehatan keluarga secara keseluruhan dalam kurun waktu 1-3 tahun setelah program. Penelitian ini bisa mengeksplorasi perubahan kebiasaan hidup bersih, kunjungan ke fasilitas kesehatan lainnya, atau partisipasi dalam program kesehatan masyarakat lain. Kedua, mengingat potensi replikasi program ke wilayah lain yang disebutkan, studi komparatif tentang faktor-faktor penentu keberhasilan implementasi program sejenis di berbagai daerah dengan karakteristik kemiskinan dan sosial yang berbeda akan sangat bermanfaat. Misalnya, bagaimana perbedaan struktur kelembagaan Lazismu lokal atau tingkat dukungan pemerintah daerah memengaruhi efektivitas penyaluran dana zakat untuk program kesehatan. Studi ini juga dapat mengidentifikasi model kolaborasi terbaik antara lembaga amil zakat, fasilitas kesehatan, dan pemerintah untuk mencapai skala yang lebih luas. Ketiga, untuk memastikan keberlanjutan dan efisiensi, penelitian dapat mengkaji persepsi muzakki terhadap penggunaan dana zakat untuk program kesehatan spesifik seperti khitan. Pemahaman ini penting untuk merancang strategi penggalangan dana yang lebih efektif, serta menjajaki kemungkinan diversifikasi program kesehatan lain yang dapat didanai oleh zakat, seperti pemeriksaan kesehatan rutin atau vaksinasi untuk masyarakat miskin. Penemuan dari studi-studi ini dapat memberikan panduan empiris yang kuat untuk perbaikan kebijakan dan pengembangan program kesehatan berbasis zakat di masa depan, memastikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Read online
File size150.27 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test