UNIVMEDUNIVMED
Universa MedicinaUniversa MedicinaLatar Belakang: Gagal hati akut (acute liver failure, ALF) adalah kondisi penurunan fungsi hati yang cepat dan progresif. Paparan berkelanjutan terhadap bahan kimia dan virus dapat meningkatkan spesies oksigen reaktif (ROS) yang menyebabkan peradangan berkepanjangan melalui produksi tumor necrosis factor-alpha (TNF-α) sehingga menghambat produksi platelet-derived growth factor (PDGF). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek pemberian ekstrak buah Averrhoa bilimbi L. terhadap kadar PDGF dan TNF-α pada tikus dengan ALF yang diinduksi karbon tetraklorida (CCl4).. . Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan post-test-only control group yang melibatkan 20 ekor tikus Wistar yang dibagi secara acak ke dalam empat kelompok: sham, kontrol, T1, dan T2. Kelompok T1 diberikan CCl4 dan ekstrak buah A. bilimbi dosis 500 mg/kgBB, sedangkan kelompok T2 diberikan CCl4 dan ekstrak buah A. bilimbi dosis 750 mg/kgBB. Pada hari ke-15, serum tikus dianalisis untuk mengukur kadar PDGF dan TNF-α menggunakan metode ELISA.. . Hasil: Rerata kadar PDGF tertinggi terdapat pada kelompok kontrol sebesar 146,60±15,36 pg/mL, sedangkan rerata kadar TNF-α tertinggi terdapat pada kelompok T1 sebesar 40,11±4,44 pg/mL. Uji One-way ANOVA menunjukkan perbedaan bermakna pada kadar TNF-α (p=0,002) dan PDGF (p=0,000) antar kelompok perlakuan.. . Kesimpulan: Pemberian ekstrak buah A. bilimbi L. memengaruhi kadar PDGF dan TNF-α pada tikus ALF yang diinduksi CCl4, menunjukkan aktivitas hepatoprotektif yang signifikan pada model tikus Wistar.
Temuan ini menunjukkan bahwa efek pemberian ekstrak buah Averrhoa bilimbi L.secara tergantung dosis dapat menurunkan kadar TNF-α dan PDGF pada tikus dengan ALF yang diinduksi CCl4.Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang manfaat ekstrak A.pada jaringan hati yang rusak, terutama pada fase proliferasi ALF.
Sebagai langkah penelitian berikutnya, pertama-tama perlu dilakukan studi mendalam tentang bagaimana ekstrak buah Averrhoa bilimbi L. bekerja di tingkat molekul untuk menurunkan kadar sitokin proinflamasi TNF-α dan faktor pertumbuhan PDGF pada jaringan hati yang mengalami gagal hati akut. Kajian ini dapat memetakan jalur pensinyalan seluler seperti NF-κB, TGF-β/Smad, serta memeriksa peran enzim antioksidan seperti SOD dan perubahan kadar molekul oksidan lain di hati tikus model ALF. Kedua, perlu dirancang penelitian optimasi dosis dan durasi pemberian ekstrak, dengan membandingkan rentang dosis mulai dari 250 hingga 750 mg/kgBB serta variasi waktu pemberian harian atau mingguan, guna menemukan dosis paling rendah yang tetap efektif tanpa menimbulkan efek samping yang berbahaya. Ketiga, sangat penting untuk menguji dan membandingkan efektivitas ekstrak A. bilimbi L. pada beberapa model gagal hati akut yang berbeda, misalnya dibangkitkan oleh CCl4 dan asetaminofen, serta dilanjutkan dengan uji in vitro pada kultur sel hepatosit manusia agar dapat memverifikasi daya kerjanya sebelum memasuki tahap uji praklinik. Ketiga ide penelitian ini apabila digabungkan akan memberikan pemahaman menyeluruh tentang mekanisme, dosis optimal, dan penerapan terapeutik ekstrak buah Averrhoa bilimbi L. pada kondisi gagal hati akut.
- TGF-β/Smad signaling during hepatic fibro-carcinogenesis (Review). journal oncology smad signaling... doi.org/10.3892/ijo.2014.2552TGF Smad signaling during hepatic fibro carcinogenesis Review journal oncology smad signaling doi 10 3892 ijo 2014 2552
- Anti-fibrotic effect of intravenous umbilical cord-derived mesenchymal stem cells (UC-MSCs) injection... medicinskiglasnik.ba/article/204Anti fibrotic effect of intravenous umbilical cord derived mesenchymal stem cells UC MSCs injection medicinskiglasnik ba article 204
- Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences. journal pharmacy bioallied sciences doi.org/10.4103/0975-7406.199342Journal of Pharmacy and Bioallied Sciences journal pharmacy bioallied sciences doi 10 4103 0975 7406 199342
- Liver Fibrosis: Mechanistic Concepts and Therapeutic Perspectives. liver fibrosis mechanistic concepts... doi.org/10.3390/cells9040875Liver Fibrosis Mechanistic Concepts and Therapeutic Perspectives liver fibrosis mechanistic concepts doi 10 3390 cells9040875
| File size | 861.65 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
PAEDIATRICAINDONESIANAPAEDIATRICAINDONESIANA REE dihitung menggunakan rumus Schofield berdasarkan usia dan jenis kelamin. Data ini digunakan untuk membandingkan proporsi subjek yang menerima EN diniREE dihitung menggunakan rumus Schofield berdasarkan usia dan jenis kelamin. Data ini digunakan untuk membandingkan proporsi subjek yang menerima EN dini
UNYUNY Dalam keluarga di mana kedua orang tua bekerja, penelitian ini menggambarkan kerja sama mereka dalam pengasuhan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwaDalam keluarga di mana kedua orang tua bekerja, penelitian ini menggambarkan kerja sama mereka dalam pengasuhan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
MARANATHAMARANATHA Komposisi tubuh merupakan distribusi dari lemak, air, tulang, otot, kulit, dan jaringan tanpa lemak lain yang menyusun tubuh manusia. Pergeseran komposisiKomposisi tubuh merupakan distribusi dari lemak, air, tulang, otot, kulit, dan jaringan tanpa lemak lain yang menyusun tubuh manusia. Pergeseran komposisi
MARANATHAMARANATHA Testosteron adalah hormon yang berperan penting dalam merangsang perkembangan otot dan mengatur metabolisme lemak. Olahraga dapat memengaruhi kadar testosteron,Testosteron adalah hormon yang berperan penting dalam merangsang perkembangan otot dan mengatur metabolisme lemak. Olahraga dapat memengaruhi kadar testosteron,
MARANATHAMARANATHA Insidensi tertinggi ditemukan pada usia 25-49 tahun, dengan perempuan lebih banyak daripada laki-laki (50,4%). Status perkawinan terbanyak adalah menikahInsidensi tertinggi ditemukan pada usia 25-49 tahun, dengan perempuan lebih banyak daripada laki-laki (50,4%). Status perkawinan terbanyak adalah menikah
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Kelompok I diberikan Na. CMC 1% b/v, kelompok II, III dan IV diberikan ekstrak buah Kurma Ruthab (Phoenix dactylifera) dengan dosis 260mg/kgBB, 780mg/kgBBKelompok I diberikan Na. CMC 1% b/v, kelompok II, III dan IV diberikan ekstrak buah Kurma Ruthab (Phoenix dactylifera) dengan dosis 260mg/kgBB, 780mg/kgBB
UNIVMEDUNIVMED Uji Chi kuadrat, uji eksak Fisher, dan uji t independen digunakan untuk menganalisis data. Untuk menentukan prediktor independen dari PJK, rasio odds (OR)Uji Chi kuadrat, uji eksak Fisher, dan uji t independen digunakan untuk menganalisis data. Untuk menentukan prediktor independen dari PJK, rasio odds (OR)
MARANATHAMARANATHA Data dikumpulkan berdasarkan rekam medis pasien pada periode 2016-2019 kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel 2013 dan SPSS versi 25. DidapatkanData dikumpulkan berdasarkan rekam medis pasien pada periode 2016-2019 kemudian dianalisis menggunakan Microsoft Excel 2013 dan SPSS versi 25. Didapatkan
Useful /
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Kelompok I diberi Na. CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II, III, IV diberi ekstrak daun adam hawa dengan masing-masing konsentrasi 0,8% b/v, 1,6%Kelompok I diberi Na. CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II, III, IV diberi ekstrak daun adam hawa dengan masing-masing konsentrasi 0,8% b/v, 1,6%
INTELEKMADANIINTELEKMADANI Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L) pada konsentrasi 1% b/v,Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L) pada konsentrasi 1% b/v,
IPBIPB Setiap penurunan luas Ruang Terbuka Hijau secara signifikan meningkatkan konsentrasi CO. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, proporsi minimumSetiap penurunan luas Ruang Terbuka Hijau secara signifikan meningkatkan konsentrasi CO. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007, proporsi minimum
IPBIPB Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan potensi peningkatan indeks kualitas lingkungan dari perbedaan antara hasil perhitungan indeks kualitas lingkunganPenelitian ini bertujuan untuk menunjukkan potensi peningkatan indeks kualitas lingkungan dari perbedaan antara hasil perhitungan indeks kualitas lingkungan