INTELEKMADANIINTELEKMADANI

Pharmacology And Pharmacy Scientific JournalsPharmacology And Pharmacy Scientific Journals

Daun Sirih Hijau biasa digunakan sebagai obat tradisioanal. Kandungan Daun Sirih Hijau yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri yaitu flavonoid memiliki kemampuan untuk menginaktivasi protein (enzim) pada membran sel bakteri sehingga mengakibatkan struktur protein menjadi rusak dan menyebabkan ketidakstabilan pada dinding sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak etil asetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L) terhadap Streptococcus mutans. Ekstrak etil asetat Daun Sirih Hijau di buat dalam 5 konsentrasi 1% b/v, 3% b/v, 5% b/v, 7% b/v, 9% b/v, kontrol positif (Amoxicillin) dan kontrol negatif (Na-CMC 1% b/v). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etil asetat Daun Sirih Hijau (Piper betle L) pada konsentrasi 1% b/v, 3% b/v, 5% b/v, 7% b/v, 9% b/v, memiliki aktivitas baktersid terhadap Streptococcus mutans. Dan konsentrasi 9% b/v adalah konsentrasi yang paling optimal dalam membunuh bakteri Streptococcus mutans. Dan hasil nya tidak berbeda nyata berdasarkan waktu, dan berbeda nyata berdasarkan perlakuan.

Ekstrak etil asetat daun sirih hijau (Piper betle L) pada konsentrasi 1%–9% b/v menunjukkan aktivitas bakterisid terhadap Streptococcus mutans, dengan konsentrasi 9% b/v memberikan efek paling optimal (zona hambat 20,1 mm pada 1×24 jam dan 20,4 mm pada 2×24 jam).Tidak terdapat perbedaan signifikan antara hasil inkubasi 1×24 jam dan 2×24 jam pada semua konsentrasi yang diuji.Hasil ini menyiratkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak meningkatkan efektivitas antibakteri tanpa dipengaruhi oleh lama inkubasi.

Penelitian selanjutnya dapat menguji efektivitas ekstrak etil asetat daun sirih hijau secara in vivo menggunakan model hewan yang mengalami karies gigi untuk menilai relevansi klinisnya. Selain itu, studi dapat mengevaluasi efek sinergi antara ekstrak daun sirih dengan antibiotik konvensional seperti amoksisilin terhadap Streptococcus mutans, dengan tujuan mengidentifikasi potensi pengurangan dosis antibiotik. Selanjutnya, isolasi dan karakterisasi senyawa flavonoid spesifik yang bertanggung jawab atas aktivitas antibakteri dapat dilakukan, serta penyelidikan mekanisme aksi molekularnya pada membran sel bakteri, untuk memperkuat pemahaman ilmiah tentang cara kerja ekstrak tersebut.

  1. #ekstrak etanol#ekstrak etanol
  2. #streptococcus mutans#streptococcus mutans
Read online
File size206.86 KB
Pages9
Short Linkhttps://juris.id/p-18l
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test