INTELEKMADANIINTELEKMADANI

Pharmacology And Pharmacy Scientific JournalsPharmacology And Pharmacy Scientific Journals

Telah dilakukan penelitian tentang Efek Diuretik Ekstrak Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) dengan metode Analisis Of Varians untuk mengetahui ekstrak daun adam hawa yang efektif memberikan efek diuretik terhadap tikus putih jantan. Dalam hal ini, dilakukan pengujian terhadap 15 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I diberi Na.CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II, III, IV diberi ekstrak daun adam hawa dengan masing-masing konsentrasi 0,8% b/v, 1,6% b/v, dan 3,2% b/v. Sedangkan kelompok V diberi suspensi furosemid sebagai pembanding. Pengukuran volume urin selama 6 jam dilakukan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun adam hawa konsentrasi 0,8% b/v tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan konsentrasi 1,6% b/v, dan pada ekstrak daun adam hawa konsetrasi 3,2% b/v memberikan efek peningkatan volume urin yang paling efektif, tetapi efeknya masih lebih kecil dari suspensi furosemid sebagai kontrol positif.

Ekstrak etanol daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) meningkatkan ekskresi air dan menyebabkan efek diuretik terhadap tikus putih jantan (Rattus norvegicus).Analisis ANOVA menunjukkan bahwa dosis 3,2 % b/v menghasilkan volume urin yang signifikan lebih tinggi dibandingkan dosis 0,8 % dan 1,6 %, meskipun masih kurang dari suspensi furosemid.Secara statistik, semua perlakuan menunjukkan homogenitas dan normalitas data, sehingga efektivitas ekstrak diuretik dapat diakui secara valid.

Pertama, lakukan penelitian jangka panjang untuk menilai keamanan dan potensi efek samping ekstrak daun Adam Hawa pada tikus, termasuk perubahan fungsi ginjal dan tingkat elektrolit. Kedua, uji efektivitas ekstrak pada tikus putih betina dan bandingkan dengan tikus jantan agar dapat memahami perbedaan respons berdasarkan jenis kelamin. Ketiga, bandingkan ekstrak ini dengan ekstrak daun tanaman lain yang memiliki kandungan flavonoid tinggi, seperti daun ceplukan atau daun tembikai, guna menentukan apakah efek diuretik yang lebih kuat dapat dicapai dengan kombinasi atau senyawa baru. Keempat, lakukan analisis komponen aktif menggunakan kromatografi dan spektroskopi untuk mengidentifikasi senyawa spesifik yang bertanggung jawab atas aksi diuretik, sehingga dapat diarahkan ke sintesis atau rekayasa. Kelima, uji dosis optimal pada model penyakit hipertensi atau edema untuk melihat aplikasi klinis yang lebih luas. Keenam, kembangkan formulasi suspensi atau tablet menggunakan teknologi pengganti, sehingga memudahkan administrasi dan stabilitas produk akhir. Ketujuh, evaluasi potensi interaksi obat dengan furosemid pada sistem model hewan untuk mengetahui keamanan kombinasi terapi. Kedelapan, teliti mekanisme aksi secara molekuler menggunakan studi in vitro pada sel tubulus ginjal. Kesembilan, lakukan percobaan klinis fase awal pada manusia subjek sehat untuk konfirmasi keamanan dan dosis terapeutik.

  1. #ekstrak etanol#ekstrak etanol
  2. #streptococcus mutans#streptococcus mutans
Read online
File size248.33 KB
Pages8
Short Linkhttps://juris.id/p-18m
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test