KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL
International Journal Of The WorldInternational Journal Of The WorldPendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi kognitif, tetapi juga pada pengembangan ranah afektif dan psikomotorik peserta didik. Menghadapi tantangan pendidikan kontemporer, integrasi nilai-nilai afektif menjadi semakin penting, khususnya melalui penerapan cinta sebagai fondasi kurikulum. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kurikulum berbasis cinta dan mengeksplorasi strategi integrasi nilai-nilai afektif ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode tinjauan literatur, menggunakan sumber berupa buku, artikel jurnal ilmiah, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan dengan pendidikan humanistik dan pembelajaran afektif. Temuan menunjukkan bahwa integrasi nilai afektif yang berakar pada cinta berkontribusi pada terciptanya iklim pembelajaran yang humanistik, meningkatkan empati dan motivasi belajar, serta mendukung perkembangan karakter peserta didik secara holistik. Kurikulum berbasis cinta menempatkan relasi antara pendidik dan peserta didik sebagai inti dari proses pendidikan, sehingga pembelajaran melampaui transmisi pengetahuan untuk menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan yang mendasar. Dengan menekankan perhatian, rasa hormat, empati, dan keterlibatan emosional, pendidikan menjadi proses yang bermakna dalam menumbuhkan perkembangan intelektual dan moral. Oleh karena itu, pendidikan berbasis cinta menawarkan kerangka konseptual dan praktis untuk mempromosikan pembelajaran yang manusiawi, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter dalam konteks pendidikan modern.
Penerapan cinta sebagai fondasi kurikulum merupakan pendekatan penting untuk mewujudkan pendidikan yang humanistik dan holistik.Integrasi nilai afektif melalui kurikulum berbasis cinta menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar proses transmisi pengetahuan, melainkan juga wahana pembentukan sikap, nilai, dan karakter peserta didik.Dengan menjadikan cinta sebagai landasan filosofis dan pedagogis, pembelajaran menjadi lebih bermakna, dialogis, dan berpusat pada peserta didik.
Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas model pembelajaran berbasis cinta dalam konteks sekolah umum yang non-religius, mengingat sebagian besar studi saat ini berfokus pada madrasah atau lembaga keagamaan; pertanyaan penelitian yang dapat diajukan adalah bagaimana adaptasi kurikulum berbasis cinta dapat dilakukan tanpa menghilangkan esensi nilai kemanusiaannya di sekolah dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam? Kedua, penting untuk mengembangkan instrumen penilaian afektif yang terstandarisasi namun tetap fleksibel terhadap kebutuhan individu peserta didik, sehingga nilai-nilai seperti empati, rasa hormat, dan perhatian dapat diukur secara konsisten tanpa menjadi instrumen yang justru membebani guru dan siswa; penelitian ini dapat mengeksplorasi desain alat penilaian formatif berbasis observasi dan refleksi yang terintegrasi dalam aktivitas pembelajaran sehari-hari. Ketiga, perlu dikaji bagaimana peran kepala sekolah dan kebijakan manajemen sekolah dalam mendukung penerapan kurikulum berbasis cinta, karena kesuksesan implementasi tidak hanya bergantung pada guru di kelas, tetapi juga pada komitmen struktural; studi ini bisa meneliti model kepemimpinan transformasional yang efektif dalam menciptakan budaya organisasi sekolah yang mendukung nilai-nilai afektif secara sistemik dan berkelanjutan. Menggabungkan ketiga saran ini akan melahirkan penelitian yang tidak hanya menilai efek mikro pada siswa, tetapi juga menguatkan ekosistem pendidikan secara menyeluruh, dari level kelas hingga kebijakan institusi.
| File size | 210.46 KB |
| Pages | 8 |
| Short Link | https://juris.id/p-2gz |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
UMPUMP Makalah ini menyajikan analisis lirik lagu “Lingkaran Aku Cinta Padamu karya Iwan Fals dan Sawung Jabo menggunakan perspektif hermeneutika Hans-GeorgMakalah ini menyajikan analisis lirik lagu “Lingkaran Aku Cinta Padamu karya Iwan Fals dan Sawung Jabo menggunakan perspektif hermeneutika Hans-Georg
UMPUMP Masalah utama yang dibahas yakni. Tujuan yang dicapai menjelaskan. Dalam teks opini di koran Solopos dan Kompas terpadat beragam fungsi teks definisi.Masalah utama yang dibahas yakni. Tujuan yang dicapai menjelaskan. Dalam teks opini di koran Solopos dan Kompas terpadat beragam fungsi teks definisi.
UMPUMP Redaksi yang mengangkat diksi-diksi dari unsur seperti sejarah, mitos, simbolisme motif batik, dan praktik sosial-budaya setempat mampu menciptakan diferensiasiRedaksi yang mengangkat diksi-diksi dari unsur seperti sejarah, mitos, simbolisme motif batik, dan praktik sosial-budaya setempat mampu menciptakan diferensiasi
UMPUMP Hasil penelitian merangkum perkembangan bahasa berdasarkan empat poin Blommaert: bahasa negara sebagai proses ideologis, sociolinguistic truism, rezimHasil penelitian merangkum perkembangan bahasa berdasarkan empat poin Blommaert: bahasa negara sebagai proses ideologis, sociolinguistic truism, rezim
UMPUMP Aspek struktur mikro terdiri dari semantik, sintaksis, stilistik, dan retorika yang berisi detail-detail untuk mendukung tema utama. Analisis wacana kritisAspek struktur mikro terdiri dari semantik, sintaksis, stilistik, dan retorika yang berisi detail-detail untuk mendukung tema utama. Analisis wacana kritis
UMPUMP Secara teknis, pengetahuan sastra harus dikuasai siswa terlebih dahulu sebelum mengapresiasi karya sastra. Kemampuan apresiasi sastra menjadi dasar pembelajaranSecara teknis, pengetahuan sastra harus dikuasai siswa terlebih dahulu sebelum mengapresiasi karya sastra. Kemampuan apresiasi sastra menjadi dasar pembelajaran
UMPUMP Secondary data sources include literature on traditional games, language learning theory, and cultural context analysis in the VUCA era. Data collectionSecondary data sources include literature on traditional games, language learning theory, and cultural context analysis in the VUCA era. Data collection
UMPUMP Program Independent Learning di Homeschooling Sigma Phineta dilaksanakan secara daring melalui WhatsApp, Zoom, atau Google Meet dengan pendampingan tutorProgram Independent Learning di Homeschooling Sigma Phineta dilaksanakan secara daring melalui WhatsApp, Zoom, atau Google Meet dengan pendampingan tutor
Useful /
JURNALSTIKESTULUNGAGUNGJURNALSTIKESTULUNGAGUNG Aplikasi perawatan transisional dimulai sejak pasien masuk rumah sakit hingga perawatan lanjutan, serta memerlukan kolaborasi yang lebih efektif antaraAplikasi perawatan transisional dimulai sejak pasien masuk rumah sakit hingga perawatan lanjutan, serta memerlukan kolaborasi yang lebih efektif antara
JURNALSTIKESTULUNGAGUNGJURNALSTIKESTULUNGAGUNG Hasil kelompok perlakuan p=0,011 menunjukkan skor halusinasi menurun signifikan dibanding kelompok kontrol (p=0,008). Musik dangdut efektif mengalihkanHasil kelompok perlakuan p=0,011 menunjukkan skor halusinasi menurun signifikan dibanding kelompok kontrol (p=0,008). Musik dangdut efektif mengalihkan
POLITEKNIK KEBUMENPOLITEKNIK KEBUMEN Berdasarkan data kecepatan angin dari NASA, wilayah pesisir selatan Kebumen cocok untuk pembuatan PLTB, khususnya Buayan dan Ayah, karena kecepatan anginBerdasarkan data kecepatan angin dari NASA, wilayah pesisir selatan Kebumen cocok untuk pembuatan PLTB, khususnya Buayan dan Ayah, karena kecepatan angin
KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL Penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara konseptual kurikulum ini mendorong inovasi melalui pembelajaran diferensiasi, penilaian otentik, dan pembelajaranPenelitian menunjukkan bahwa meskipun secara konseptual kurikulum ini mendorong inovasi melalui pembelajaran diferensiasi, penilaian otentik, dan pembelajaran