KAMPUNGJURNALKAMPUNGJURNAL
International Journal Of The WorldInternational Journal Of The WorldKurikulum Merdeka yang Direvisi merupakan perbaikan dari kurikulum nasional yang menekankan fleksibilitas, pembelajaran berpusat pada peserta didik, dan penguatan Profil Pelajar Pancasila. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), kurikulum ini memberikan ruang lebih luas bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran holistik dan kontekstual yang berorientasi pada penguatan karakter Islam. Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan konsep dan karakteristik Kurikulum Merdeka yang Direvisi dalam pembelajaran PAI, menganalisis kesiapan guru dan fasilitas pendukung untuk implementasinya, serta mengidentifikasi berbagai hambatan dan solusi yang mungkin. Penelitian menunjukkan bahwa meskipun secara konseptual kurikulum ini mendorong inovasi melalui pembelajaran diferensiasi, penilaian otentik, dan pembelajaran berbasis proyek, implementasinya belum optimal karena pemahaman guru yang terbatas, infrastruktur yang tidak memadai, dan tingkat kesiapan siswa yang bervariasi. Temuan ini sejalan dengan penelitian sebelumnya, seperti yang dilaporkan Sari (2023) dalam Journal of Teacher Education, yang menekankan bahwa kesiapan guru merupakan faktor kunci dalam keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka. Melalui pelatihan berkelanjutan, penguatan fasilitas sekolah, kolaborasi antar guru, dan dukungan kebijakan manajerial, implementasi Kurikulum Merdeka yang Direvisi dalam pembelajaran PAI dapat menjadi lebih efektif dan berdampak pada kualitas pembelajaran yang bermakna, modern, dan relevan dengan kebutuhan siswa saat ini.
Implementasi Kurikulum Merdeka yang Direvisi dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) mewakili pergeseran signifikan menuju kerangka pembelajaran yang lebih fleksibel, berpusat pada siswa, dan berbasis kompetensi.Kurikulum ini menekankan integrasi Capaian Pembelajaran, pembelajaran diferensiasi, pembelajaran berbasis proyek, dan penilaian otentik untuk membangun pemahaman agama yang holistik serta memperkuat karakter moral dan spiritual siswa.Keberhasilan implementasinya sangat bergantung pada kesiapan guru, ketersediaan infrastruktur pendidikan, dan dukungan institusional yang kuat, sementara tantangan seperti perbedaan kompetensi guru, keterbatasan sumber daya teknologi, dan ekspektasi komunitas tradisional perlu diatasi melalui pengembangan profesional berkelanjutan, pemanfaatan kreatif sumber daya, dan komunikasi efektif dengan orang tua serta masyarakat.
Penelitian lanjutan dapat menggali bagaimana guru PAI di sekolah pedesaan dapat mengembangkan model pembelajaran berbasis proyek yang sepenuhnya memanfaatkan sumber daya lokal tanpa bergantung pada teknologi digital, sehingga tetap relevan dengan konteks sosial-budaya masyarakat setempat. Selain itu, perlu diteliti bagaimana strategi komunikasi antara sekolah dan orang tua dapat dirancang secara sistematis untuk mengubah persepsi tradisional tentang PAI yang hanya fokus pada hafalan, menjadi pemahaman bahwa pembelajaran karakter dan nilai Islam harus diwujudkan dalam tindakan sehari-hari siswa. Terakhir, studi longitudinal dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari penerapan penilaian otentik dalam PAI terhadap perkembangan karakter spiritual dan moral siswa selama beberapa tahun, dengan membandingkan kelompok siswa yang mengikuti kurikulum ini dengan kelompok yang masih menggunakan pendekatan konvensional, sehingga dapat memberikan bukti empiris tentang efektivitas transformasi pendidikan agama di tingkat dasar dan menengah.
| File size | 211.83 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUGHAUNUGHA Pendidikan yang mampu mengintegrasikan ajaran Islam dengan isu kontemporer menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tangguh. Dengan strategi yangPendidikan yang mampu mengintegrasikan ajaran Islam dengan isu kontemporer menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tangguh. Dengan strategi yang
UINSAUINSA Penggunaan teknologi memungkinkan akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber ilmu agama, memperluas metode pengajaran, serta memperkaya kurikulum.meskipunPenggunaan teknologi memungkinkan akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber ilmu agama, memperluas metode pengajaran, serta memperkaya kurikulum.meskipun
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar program pelatihan guru berfokus pada penguatan kompetensi Technological–Religious Pedagogy, dan institusiBerdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan agar program pelatihan guru berfokus pada penguatan kompetensi Technological–Religious Pedagogy, dan institusi
IBNUSINAPUBLISHERIBNUSINAPUBLISHER Studi komparatif ini menganalisis model pendidikan karakter dengan membandingkan implementasi Social and Emotional Learning (SEL) di Finlandia dan KurikulumStudi komparatif ini menganalisis model pendidikan karakter dengan membandingkan implementasi Social and Emotional Learning (SEL) di Finlandia dan Kurikulum
ASSALAMASSALAM Evolusi ini tidak hanya menunjukkan akuisisi keterampilan teknis tetapi juga internalisasi kesadaran pedagogis, kreativitas, dan tanggung jawab etis. IntegrasiEvolusi ini tidak hanya menunjukkan akuisisi keterampilan teknis tetapi juga internalisasi kesadaran pedagogis, kreativitas, dan tanggung jawab etis. Integrasi
STAINUPASTAINUPA Upaya sistematis yang melibatkan penguatan kompetensi guru, penyusunan kurikulum dan modul ajar berbasis nilai, serta dukungan kebijakan dan ekosistemUpaya sistematis yang melibatkan penguatan kompetensi guru, penyusunan kurikulum dan modul ajar berbasis nilai, serta dukungan kebijakan dan ekosistem
STITRADENWIJAYASTITRADENWIJAYA Temuan menegaskan potensi besar teknologi untuk mendukung pembelajaran PAI yang efektif dan interaktif, dengan syarat implementasi adaptif yang selarasTemuan menegaskan potensi besar teknologi untuk mendukung pembelajaran PAI yang efektif dan interaktif, dengan syarat implementasi adaptif yang selaras
STITRADENWIJAYASTITRADENWIJAYA Produk pembelajaran PAI telah dikembangkan berdasarkan analisis data uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan menarik untukProduk pembelajaran PAI telah dikembangkan berdasarkan analisis data uji coba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan menarik untuk
Useful /
UNUGHAUNUGHA Kuesioner yang dirancang oleh peneliti digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen tersebut dinilai andal dengan skor α=0,80. Analisis statistik deskriptifKuesioner yang dirancang oleh peneliti digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen tersebut dinilai andal dengan skor α=0,80. Analisis statistik deskriptif
UNUGHAUNUGHA AI juga berfungsi sebagai alat untuk umpan balik otomatis, menganalisis kemajuan siswa, dan chatbot pendidikan. Selain itu, penggunaan AI memiliki dampakAI juga berfungsi sebagai alat untuk umpan balik otomatis, menganalisis kemajuan siswa, dan chatbot pendidikan. Selain itu, penggunaan AI memiliki dampak
IUSIUS Metode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Perundang–Undangan, dan pendekatan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian ; (1). Kedudukan aktaMetode pendekatan yang digunakan adalah pendekatan Perundang–Undangan, dan pendekatan konseptual. Berdasarkan hasil penelitian ; (1). Kedudukan akta
IUSIUS Faktor yang menjadi kendala adalah kurangnya kesadaran hukum masyarakat mengenai status kepemilikan tanah dan manfaat dari sertipikat tanah, kurangnyaFaktor yang menjadi kendala adalah kurangnya kesadaran hukum masyarakat mengenai status kepemilikan tanah dan manfaat dari sertipikat tanah, kurangnya