STAK PESATSTAK PESAT

Tikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKMTikkun-Olam: Jurnal Penelitian & PKM

Allah memanggil pemimpin berdasarkan hak istimewa dan kedaulatanNya serta rancangan bagi realisasi pekerjaanNya yang ingin memberdayakan manusia ciptaanNya untuk menyatakan kemuliaan. Raja Uzia, salah seorang penerima mandat untuk memimpin bangsa pilihan Allah untuk mengalami pembaruan iman baik melalui kebijakan yang ditetapkan maupun melalui teladan kehidupannya yang dapat disaksikan secara jelas dari pola kepemimpinan dan keteladanannya. Ciri yang menonjol dari model kepemimpinan Raja Uzia yaitu karakter yang kuat dalam keberaniannya mengambil keputusan, hubungan baik yang terjalin dengan Nabi Zakharia sebagai mentornya dan visi yang secara jelas diwujudkan dalam pengambilan keputusannya menghasilkan kemenangan dan keberhasilannya. Namun satu kelemahannya dalam kemampuan untuk mengendalikan diri terhadap pekerjaan yang bukan menjadi bagian tugasnya merupakan penyebab kegagalan atas penuntasan pekerjaan dan jabatan yang berakhir sebelum waktunya karena sakit kusta yang dideritanya akibat hukuman Allah. Artinya kewaspadaan terhadap kontrol diri dari pendelegasian tugas yang jelas namun dilanggarnya adalah pelajaran dari bagian dalam kepemimpinan dan organisasi yang memerlukan disiplin dalam perwujudannya.

Kepemimpinan Raja Uzia memberikan pelajaran bagi pemimpin rohani masa kini akan pentingnya pengendalian diri.Kegagalannya menyelesaikan tugas karena melanggar delegasi menunjukkan perlunya disiplin dan kehati-hatian dalam pendelegasian tugas.Kesadaran bahwa kepemimpinan adalah panggilan ilahi menuntut setiap pemimpin untuk mempertanggungjawabkan tugasnya hingga tuntas bagi kemuliaan Tuhan.

Untuk penelitian selanjutnya, akan sangat menarik untuk menggali lebih dalam tentang bagaimana sebuah organisasi keagamaan bisa membangun sistem pencegahan yang konkret agar seorang pemimpin tidak jatuh dalam kelengahan akibat kesuksesan, seperti yang menimpa Raja Uzia. Penelitian bisa fokus pada pertanyaan: faktor-faktor kunci apa yang menentukan keberhasilan sebuah hubungan mentorship, seperti antara Nabi Zakharia dan Raja Uzia, dalam membentuk karakter kepemimpinan yang tahan uji terhadap godaan kekuasaan, dan bagaimana model ini diadaptasi dalam konteks kekinian? Selain itu, sebuah studi komparatif juga dapat dilakukan untuk mengukur sejauh mana model kepemimpinan Visi-Relasi-Karakter Raja Uzia relevan diadaptasi untuk mengatasi tantangan spesifik kepemimpinan Kristen di era digital, seperti manajemen jemaat hybrid atau penanganan konflik di ruang siber. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan kerangka kerja yang lebih praktis untuk membantu calon pemimpin memahami jebakan kesuksesan dan memastikan mereka dapat menyelesaikan panggilan dengan baik hingga akhir.

  1. Mentorship Gereja dalam Membentuk Karakter Remaja yang Religius di Era Digitalisasi | Jurnal Ilmiah Multidisiplin.... doi.org/10.62282/juilmu.v1i1.74-86Mentorship Gereja dalam Membentuk Karakter Remaja yang Religius di Era Digitalisasi Jurnal Ilmiah Multidisiplin doi 10 62282 juilmu v1i1 74 86
  1. #discovery learning#discovery learning
  2. #visi relasi#visi relasi
Read online
File size547.45 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2gI
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test