AFEKSIAFEKSI
Afeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanAfeksi: Jurnal Penelitian dan Evaluasi PendidikanPermainan tradisional berperan strategis dalam pendidikan jasmani sebagai sarana pedagogis yang menyenangkan dan sarat nilai budaya lokal. Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi kontribusi permainan tradisional dalam pengembangan kurikulum pendidikan jasmani yang inklusif, relevan secara lokal, dan berbasis bukti. Melalui metode systematic literature review, 43 artikel ilmiah terbitan 2020 hingga 2025 dianalisis dengan pendekatan PRISMA untuk mengidentifikasi tren, kesenjangan, dan temuan utama terkait topik tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat ilmiah terhadap permainan tradisional dalam pendidikan jasmani menunjukkan konsistensi dan peningkatan pada tahun-tahun terakhir. Indonesia muncul sebagai kontributor utama dengan jejaring kolaborasi internasional yang kuat, menunjukkan relevansi global dari pendekatan berbasis budaya ini. Permainan tradisional terbukti mendukung perkembangan keterampilan motorik, kebugaran jasmani, motivasi intrinsik, dan nilai-nilai sosial peserta didik. Kajian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan motor praxeology untuk memahami struktur dan konteks budaya dalam permainan. Temuan ini memberikan dasar kuat bagi penyusunan kurikulum pendidikan jasmani yang kontekstual dan menyenangkan, serta mendukung transformasi pedagogis yang mengintegrasikan warisan budaya dalam pembelajaran modern. Studi ini juga membuka peluang riset lanjutan melalui pendekatan eksperimental dan pengembangan instrumen evaluatif yang lebih mendalam untuk mengukur dampak afektif dan sosial dari permainan tradisional.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa permainan tradisional dalam pendidikan jasmani memiliki potensi besar sebagai pendekatan pedagogis yang kontekstual, inklusif, dan berbasis budaya lokal.Melalui systematic literature review terhadap 43 artikel ilmiah, ditemukan bahwa topik ini terus relevan dan mengalami pertumbuhan minat akademik global, dengan kontribusi dominan dari Indonesia dan kolaborasi internasional yang kuat.Permainan tradisional tidak hanya mampu meningkatkan keterampilan motorik dan kebugaran fisik peserta didik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai sosial, identitas budaya, serta menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.Secara teoretis, penelitian ini mempertegas relevansi kerangka motor praxeology dalam mengkaji dinamika permainan, sementara secara praktis memberikan dasar bagi pengembangan kurikulum jasmani yang berbasis bukti dan nilai lokal.
Studi lanjutan dapat menggali dampak jangka panjang permainan tradisional terhadap perkembangan karakter dan keterampilan sosial peserta didik melalui desain penelitian longitudinal. Penelitian eksperimental juga diharapkan menguji efektivitas integrasi teknologi modern, seperti realitas virtual, dalam permainan tradisional untuk meningkatkan partisipasi siswa. Selain itu, pengembangan instrumen evaluasi yang valid dan komprehensif untuk mengukur dampak afektif dan sosial permainan tradisional dapat menjadi arah penelitian baru yang relevan dalam konteks pendidikan modern.
- Article | KnE Open. article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities... kneopen.com/kne-social/article/view/10968Article KnE Open article kne open social sciences issn 668x latest conference proceedings humanities kneopen kne social article view 10968
- Diseño y validación de un cuestionario de conocimientos, actitudes, y prácticas... revistaretos.org/index.php/retos/article/view/106975Diseyo y validaciyn de un cuestionario de conocimientos actitudes y prycticas revistaretos index php retos article view 106975
- Rationale and study protocol for the Movement Oriented Games Based Assessment (MOGBA) cluster randomized... doi.org/10.1371/JOURNAL.PONE.0253747Rationale and study protocol for the Movement Oriented Games Based Assessment MOGBA cluster randomized doi 10 1371 JOURNAL PONE 0253747
- Injuries in the context of physical education: A systematic literature review. injuries context physical... fizjoterapiapolska.pl/en/article/urazy-w-kontekscie-wychowania-fizycznego-systematyczny-przeglad-literaturyInjuries in the context of physical education A systematic literature review injuries context physical fizjoterapiapolska pl en article urazy w kontekscie wychowania fizycznego systematyczny przeglad literatury
| File size | 904.87 KB |
| Pages | 19 |
| DMCA | Report |
Related /
IDEBAHASAIDEBAHASA Seiring dengan semakin beragamnya latar belakang siswa di tingkat sekolah menengah atas, guru Bahasa Inggris memiliki tanggung jawab lebih besar untukSeiring dengan semakin beragamnya latar belakang siswa di tingkat sekolah menengah atas, guru Bahasa Inggris memiliki tanggung jawab lebih besar untuk
ARKAINSTITUTEARKAINSTITUTE Data dikumpulkan melalui wawancara semi‑terstruktur (45‑60 menit) dan observasi partisipatif dengan 60 responden yang dipilih secara purposif, meliputiData dikumpulkan melalui wawancara semi‑terstruktur (45‑60 menit) dan observasi partisipatif dengan 60 responden yang dipilih secara purposif, meliputi
UNYUNY Peserta penelitian adalah ayah-ayah Sunda yang istri mereka bekerja. Dalam keluarga di mana kedua orang tua bekerja, penelitian ini menggambarkan kerjaPeserta penelitian adalah ayah-ayah Sunda yang istri mereka bekerja. Dalam keluarga di mana kedua orang tua bekerja, penelitian ini menggambarkan kerja
ULUMUNAULUMUNA Tantangan dalam memasukkan cerita rakyat ke dalam pendidikan karakter, seperti kurangnya apresiasi terhadap budaya lokal dan minimnya materi pembelajaranTantangan dalam memasukkan cerita rakyat ke dalam pendidikan karakter, seperti kurangnya apresiasi terhadap budaya lokal dan minimnya materi pembelajaran
IAINPTKIAINPTK Pertanyaan mendasar dalam artikel ini adalah bagaimana peran lebe dalam praktik perkawinan anak di Brebes. Apakah perkawinan anak di Brebes merupakan budayaPertanyaan mendasar dalam artikel ini adalah bagaimana peran lebe dalam praktik perkawinan anak di Brebes. Apakah perkawinan anak di Brebes merupakan budaya
LINTASBUDAYANUSANTARALINTASBUDAYANUSANTARA Teks-teks naskah WPW dimaksud menggunakan huruf Cacarakan dan huruf Latin, berbahasa Sunda dan Belanda. Kedelapan manuskrip itu teksnya tidak ada yangTeks-teks naskah WPW dimaksud menggunakan huruf Cacarakan dan huruf Latin, berbahasa Sunda dan Belanda. Kedelapan manuskrip itu teksnya tidak ada yang
UMPWRUMPWR Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kreatif materi alat-alat optik pada siswa kelas XI Suku Sunda. Penelitian ini merupakanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterampilan berpikir kreatif materi alat-alat optik pada siswa kelas XI Suku Sunda. Penelitian ini merupakan
UINUIN Oleh karena itu, model pluralisme kewargaan yang memadukan syariat dan budaya sebagai kearifan lokal menjadi model resolusi konflik yang efektif. KonflikOleh karena itu, model pluralisme kewargaan yang memadukan syariat dan budaya sebagai kearifan lokal menjadi model resolusi konflik yang efektif. Konflik
Useful /
UIBUIB Promoting EBF for the first six months of life should remain a global public health priority. This should be supported by strategies that enhance maternalPromoting EBF for the first six months of life should remain a global public health priority. This should be supported by strategies that enhance maternal
UIBUIB Latar Belakang: Tren status gizi anak Indonesia di bawah lima tahun menunjukkan peningkatan prevalensi wasting dan underweight, dari 7,1% dan 17,0% padaLatar Belakang: Tren status gizi anak Indonesia di bawah lima tahun menunjukkan peningkatan prevalensi wasting dan underweight, dari 7,1% dan 17,0% pada
UNPAMUNPAM Penelitian ini menguji pengaruh kepemilikan institusional, modal intelektual, corporate social responsibility (CSR), dan manajemen risiko terhadap nilaiPenelitian ini menguji pengaruh kepemilikan institusional, modal intelektual, corporate social responsibility (CSR), dan manajemen risiko terhadap nilai
UNUSAUNUSA Namun, tidak terdapat korelasi antara pengetahuan orang tua (nilai p 0,469) dan pendapatan orang tua dengan prevalensi anemia pada anak usia 6–9 tahunNamun, tidak terdapat korelasi antara pengetahuan orang tua (nilai p 0,469) dan pendapatan orang tua dengan prevalensi anemia pada anak usia 6–9 tahun