UnmulUnmul

Jurnal Kesehatan Pasak Bumi KalimantanJurnal Kesehatan Pasak Bumi Kalimantan

Pendahuluan: Ketidakpatuhan penderita hipertensi merupakan tantangan serius yang dihadapi oleh tenaga kesehatan. Wawancara motivasi merupakan intervensi yang berpusat pada penderita dan telah terbukti mengubah kepatuhan seseorang. Tujuan: Tujuan dari kajian ini adalah untuk menyelidiki dampak wawancara motivasi terhadap kepatuhan pada penderita hipertensi. Metode: Kajian ini dilakukan pada empat basis data, PubMed, Cinahl, Web of Science (WOS), dan Scopus. Hanya artikel uji coba terkontrol acak (RCT) yang digunakan, penilaian kualitas artikel menggunakan alat penilaian kritis JBI, pemilihan dan ekstraksi artikel mengacu pada pedoman PRISMA. Hasil: Terdapat 5 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Wawancara motivasi diterapkan dengan 2 metode, konvensional dan non-konvensional. 2 artikel menunjukkan peningkatan kepatuhan pengobatan, 1 artikel menunjukkan kepatuhan terhadap rekomendasi diet dan aktivitas fisik, 1 artikel menunjukkan perubahan pola konsumsi merokok, dan 4 artikel menunjukkan penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi pasca-intervensi. Kesimpulan: Wawancara motivasi dapat menjadi pilihan yang efektif dalam hal meningkatkan kepatuhan hipertensi di masa mendatang. Meskipun bukti saat ini telah tervalidasi, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi bukti efektivitas metode wawancara motivasi gabungan (konvensional dan non-konvensional).

Wawancara motivasi terbukti manjur dalam pengelolaan penyakit hipertensi, terutama terkait kepatuhan penderita.Penggunaan wawancara motivasi konvensional dan non-konvensional sama-sama efektif dalam meningkatkan kepatuhan, namun penggabungan kedua metode berpotensi memberikan hasil yang lebih optimal.Perhatian khusus perlu diberikan pada kualifikasi fasilitator dalam memberikan wawancara motivasi agar intervensi dapat berjalan efektif.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengkaji efektivitas kombinasi metode wawancara motivasi konvensional dan non-konvensional dalam meningkatkan kepatuhan penderita hipertensi. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan implementasi wawancara motivasi, seperti kualifikasi dan pelatihan fasilitator, karakteristik pasien, serta konteks pelayanan kesehatan. Studi di masa depan juga dapat berfokus pada pengembangan intervensi wawancara motivasi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi individu, dengan mempertimbangkan aspek budaya dan sosial ekonomi pasien. Dengan demikian, diharapkan dapat ditemukan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kepatuhan dan pengendalian hipertensi di masyarakat.

Read online
File size285.95 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test