STKIP JBSTKIP JB

Prosiding Conference on Research and Community ServicesProsiding Conference on Research and Community Services

Pembelajaran melalui media digital berbasis mobile learning memiliki potensi besar untuk meningkatkan keterbacaan literasi mahasiswa calon guru di tingkat perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media digital berbasis mobile learning dalam meningkatkan keterbacaan literasi mahasiswa di Universitas Kh. A. Wahab Hasbullah (UNWAHA). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 25 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Pendidikan UKH yang mengambil mata kuliah Bahasa Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui uji rumpang sebanyak 20 soal setelah proses pembelajaran melalui media digital berbasis mobile learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai tingkat keterbacaan adalah 68.20%, yang masuk dalam kriteria sedang. Namun, terdapat variasi yang signifikan dalam tingkat keterbacaan di antara mahasiswa, dengan 13 mahasiswa mencapai kriteria tinggi, 10 mahasiswa mencapai kriteria sedang, dan 3 mahasiswa mencapai kriteria rendah. Temuan ini mengindikasikan bahwa efektivitas media digital berbasis mobile learning dalam meningkatkan keterbacaan dapat dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan dan fokus mahasiswa selama pembelajaran. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa selama proses pembelajaran, menggunakan aplikasi interaktif, dan mengembangkan materi pembelajaran yang lebih relevan.

Rata-rata nilai keterbacaan mahasiswa setelah menggunakan media digital berbasis mobile learning adalah 68,20%, yang termasuk dalam kategori sedang.Terdapat variasi signifikan dalam tingkat keterbacaan antar mahasiswa, dipengaruhi oleh tingkat keterlibatan dan fokus selama pembelajaran.Untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, diperlukan upaya strategis untuk meningkatkan keterlibatan mahasiswa melalui metode pengajaran yang lebih interaktif dan menarik.

Pertama, perlu dilakukan penelitian tentang bagaimana desain aplikasi mobile learning dengan fitur interaktif seperti kuis, diskusi daring, dan simulasi dapat meningkatkan keterlibatan dan keterbacaan literasi mahasiswa calon guru secara lebih efektif dibandingkan dengan media konvensional. Kedua, penting untuk mengeksplorasi dampak personalisasi pembelajaran berbasis mobile learning yang disesuaikan dengan tingkat literasi awal mahasiswa, untuk melihat apakah pendekatan individual mampu meningkatkan hasil belajar secara signifikan. Ketiga, diperlukan studi lanjutan yang mengkaji pengaruh penggunaan konten literasi digital berbasis lokal atau kontekstual terhadap motivasi dan pemahaman mahasiswa, mengingat bahwa konten yang relevan dengan lingkungan dan budaya mereka mungkin lebih mudah dipahami dan menarik. Penelitian-penelitian ini dapat membantu mengembangkan model pembelajaran mobile yang tidak hanya menarik, tetapi juga responsif terhadap keragaman kemampuan dan kebutuhan mahasiswa. Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas mobile learning, pendidik dan pengembang dapat menciptakan solusi pembelajaran yang lebih inovatif dan berkelanjutan. Pendekatan berbasis bukti seperti ini penting untuk memastikan bahwa teknologi benar-benar dimanfaatkan demi peningkatan mutu pembelajaran literasi. Selain itu, hasil temuan dari penelitian lanjutan ini dapat menjadi dasar pengembangan kebijakan pembelajaran digital di tingkat institusi maupun nasional. Fokus pada keterlibatan, personalisasi, dan relevansi konten dapat menjadi tiga pilar utama dalam pengembangan mobile learning masa depan. Penelitian lanjutan sebaiknya juga melibatkan sampel yang lebih luas dan jangka waktu yang lebih panjang agar hasilnya lebih representatif. Dengan begitu, kontribusi terhadap dunia pendidikan akan lebih signifikan dan berkelanjutan.

Read online
File size624.93 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test