IBRAHIMYIBRAHIMY
Samakia : Jurnal Ilmu PerikananSamakia : Jurnal Ilmu PerikananHistamin merupakan salah satu indikator keamanan mutu pangan untuk produk olahan ikan. Histamin dimungkinkan terkandung pada ikan pindang karena beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar histamin pada ikan pindang yang dijual dan dikonsumsi oleh masyarakat serta faktor-faktor yang mempengaruhi terbentuknya dan kenaikan kadar histamin pada ikan pindang. Sampel ikan pindang diperoleh dari beberapa pasar tradisional di Sidoarjo dan diuji menggunakan metode ELISA. Hasil uji terhadap beberapa parameter menujukkan bahwa nilai pH berkisar antara 6,05 – 6,95; kadar air 13,11 – 27,79%; kadar garam 6,71 – 12,31%; dan kadar histamin 4,143 – 11,450 ppm. Kadar histamin tertinggi diperoleh dari sampel ikan pindang dengan kadar air yang tinggi dan kadar garam yang rendah.
Kadar histamin dari 17 sampel ikan pindang yang diperoleh dari pasar tradisional di sekitar wilayah Kota Sidoarjo menunjukkan hasil yang masih dalam kategori aman untuk dikonsumsi.Kadar histamin yang diperoleh berkisar antara 4,143 – 11,450 ppm, dimana hasil tersebut masih dibawah ambang batas maksimal yang dipersyaratkan dalam ketentuan yaitu 100 ppm.Faktor kesegaran bahan baku, kadar air dan kadar garam berpengaruh terhadap tingginya kadar histamin.Semakin tinggi kadar air yang terdeteksi pada ikan pindang, kadar histamin sampel ikan pindang juga semakin tinggi.
Berdasarkan hasil penelitian ini, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengaruh suhu penyimpanan terhadap pembentukan histamin pada ikan pindang. Kedua, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi peran bakteri dalam pembentukan histamin dan bagaimana cara mengendalikan pertumbuhan bakteri tersebut. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan garam dalam proses pemindangan, terutama dalam hal konsentrasi garam dan lama waktu fermentasi, untuk mengurangi kadar histamin dan meningkatkan kualitas ikan pindang.
| File size | 178.25 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
IBRAHIMYIBRAHIMY Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa alat keselamatan di atas kapal KM Piposs Berau belum lengkap secara menyeluruh. Beberapa alat keselamatanBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa alat keselamatan di atas kapal KM Piposs Berau belum lengkap secara menyeluruh. Beberapa alat keselamatan
UMNUUMNU Berdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa (1) terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan pesertaBerdasarkan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa (1) terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta
IBRAHIMYIBRAHIMY Hasil simulasi model dinamis menunjukkan bahwa sistem budidaya udang intensif padat tebar (110 ekor/m2) dengan penerapan 2 (dua) kali panen parsial (padaHasil simulasi model dinamis menunjukkan bahwa sistem budidaya udang intensif padat tebar (110 ekor/m2) dengan penerapan 2 (dua) kali panen parsial (pada
IBRAHIMYIBRAHIMY 8±0. 3-10. 2. Seluruh parameter perairan dideskripsikan dalam tampilan peta tematis untuk kelayakan lahan berbasis data sistem informasi geografis. Sehingga,8±0. 3-10. 2. Seluruh parameter perairan dideskripsikan dalam tampilan peta tematis untuk kelayakan lahan berbasis data sistem informasi geografis. Sehingga,
IBRAHIMYIBRAHIMY Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai jenis-jenis dan morfologi ikan hasil tangkap nelayan Tapak Paderi Kota Bengkulu. TeknikManfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai jenis-jenis dan morfologi ikan hasil tangkap nelayan Tapak Paderi Kota Bengkulu. Teknik
IBRAHIMYIBRAHIMY Metode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. HasilMetode pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara dengan pemilik usaha. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil
IBRAHIMYIBRAHIMY Persentase kelangsungan hidup rata-rata benih yang dipelihara dari kegiatan pembenihan yaitu benih berukuran 2-3 cm adalah 80% dan dijual seharga Rp50/ekor.Persentase kelangsungan hidup rata-rata benih yang dipelihara dari kegiatan pembenihan yaitu benih berukuran 2-3 cm adalah 80% dan dijual seharga Rp50/ekor.
IBRAHIMYIBRAHIMY Pengembangan kawasan wisata pesisir harus mengarah pada pengembangan yang terencana secara menyeluruh sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagiPengembangan kawasan wisata pesisir harus mengarah pada pengembangan yang terencana secara menyeluruh sehingga dapat diperoleh manfaat yang optimal bagi
Useful /
STIMI BJMSTIMI BJM Wilayah ini kehidupan masyarakat masih dibawah garis kemiskinan. Ironisnya, pelaksanaan nilai integritas sosial budaya petani sudah memudar nilai sosialWilayah ini kehidupan masyarakat masih dibawah garis kemiskinan. Ironisnya, pelaksanaan nilai integritas sosial budaya petani sudah memudar nilai sosial
STIMI BJMSTIMI BJM Program SPSS sangat menguntungkan bagi mahasiswa, dosen, atau pengguna lainnya karena dapat mempermudah pengolahan data statistik yang rumit. Dengan mempelajariProgram SPSS sangat menguntungkan bagi mahasiswa, dosen, atau pengguna lainnya karena dapat mempermudah pengolahan data statistik yang rumit. Dengan mempelajari
IBRAHIMYIBRAHIMY Berdasarkan hasil penelitian, daya terima konsumen terhadap snack bar substitusi tepung ikan teri dari semua perlakuan berbeda nyata dengan kontrol (tanpaBerdasarkan hasil penelitian, daya terima konsumen terhadap snack bar substitusi tepung ikan teri dari semua perlakuan berbeda nyata dengan kontrol (tanpa
IBRAHIMYIBRAHIMY Hasil penelitian ini menunjukkan potensi tepung bayam merah sebagai sumber karotenoid alami yang efektif untuk pigmentasi pada ikan koi. Penelitian iniHasil penelitian ini menunjukkan potensi tepung bayam merah sebagai sumber karotenoid alami yang efektif untuk pigmentasi pada ikan koi. Penelitian ini