UNIVEDUNIVED

Just a moment...Just a moment...

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) dalam menangani kawasan permukiman kumuh di Kota Pontianak. Program ini didasarkan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Surat Keputusan Wali Kota Pontianak Nomor 1063/D-PRKP/Tahun 2020. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini menganalisis efektivitas program melalui teori implementasi kebijakan Richard Matland yang meliputi tepat kebijakan, tepat pelaksana, tepat target, dan tepat lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program KOTAKU secara umum efektif mengurangi kawasan kumuh melalui peningkatan infrastruktur dasar dan pengendalian banjir. Indikator tepat kebijakan menunjukkan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan lokal, sementara tepat pelaksana menyoroti koordinasi antara DPRKP, Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), dan pihak lainnya. Namun, pada tepat target, ditemukan perbedaan persepsi antara masyarakat dan pelaksana program, di mana masyarakat merasa distribusi manfaat tidak merata. Tepat lingkungan mengungkapkan bahwa program telah memperhatikan kondisi lokal, meski partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan hasil program masih rendah. Rekomendasi untuk penelitian selanjutnya yaitu meliputi peningkatan komunikasi dan transparansi antara pelaksana program dan masyarakat, penyebaran manfaat yang lebih merata, serta penguatan partisipasi masyarakat untuk menjaga keberlanjutan program.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan, Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kota Pontianak menunjukkan efektivitas yang cukup signifikan dalam mengurangi kawasan permukiman kumuh, terutama di wilayah prioritas yang tercakup dalam Surat Keputusan Wali Kota Pontianak No.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Kota Pontianak telah berkontribusi dalam mengurangi kawasan permukiman kumuh melalui peningkatan infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan, drainase, dan akses sanitasi.Dalam analisis menggunakan teori implementasi kebijakan Richard Matland, ditemukan bahwa aspek ketepatan kebijakan menunjukkan bahwa program ini relevan dengan kebutuhan lokal, meskipun terdapat beberapa penyesuaian yang diperlukan agar lebih sesuai dengan karakteristik masyarakat.Aspek ketepatan pelaksana, koordinasi antara Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP), Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), dan masyarakat telah berjalan cukup baik.Namun, kendala seperti keterlambatan pencairan anggaran dan keterbatasan sumber daya manusia masih menjadi hambatan dalam pelaksanaan program.Aspek ketepatan target, terdapat perbedaan persepsi antara pelaksana dan masyarakat mengenai distribusi manfaat program.Beberapa masyarakat merasa manfaat program belum dirasakan secara merata.Aspek ketepatan lingkungan, program telah mempertimbangkan kondisi lokal, tetapi tingkat partisipasi masyarakat dalam memelihara hasil program masih rendah.Hal ini memengaruhi keberlanjutan dari infrastruktur yang telah dibangun.Secara keseluruhan, Program KOTAKU berhasil mencapai sebagian besar tujuan dalam meningkatkan kualitas kawasan permukiman kumuh di Kota Pontianak, meskipun masih terdapat beberapa tantangan yang memengaruhi efektivitasnya.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada evaluasi jangka panjang keberlanjutan program KOTAKU setelah penyelesaian proyek, terutama dalam konteks partisipasi masyarakat dan pemeliharaan infrastruktur. Selain itu, penelitian bisa membandingkan efektivitas KOTAKU di Kota Pontianak dengan kota-kota lain di Indonesia yang memiliki kondisi geografis dan sosial serupa, seperti kota pesisir atau daerah dengan permukiman tepi sungai. Terakhir, penelitian lanjutan juga dapat mengkaji dampak ekonomi dan sosial program KOTAKU terhadap masyarakat, termasuk peningkatan kesejahteraan dan perubahan pola hidup warga di kawasan yang telah diperbaiki. Ketiga arah penelitian ini akan memberikan wawasan lebih dalam tentang keberhasilan dan tantangan program KOTAKU dalam konteks nasional serta membantu pengembangan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Read online
File size275.89 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test