UNIVEDUNIVED

Just a moment...Just a moment...

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi komunikasi organisasi yang diterapkan oleh Karang Taruna Desa Selingsingan dalam meningkatkan motivasi pemuda kreatif. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap enam informan yang terdiri dari ketua, pengurus, dan anggota aktif Karang Taruna. Teori kepemimpinan situasional dari Hersey dan Blanchard menjadi landasan teoritis, khususnya dalam menerapkan empat gaya komunikasi: telling, selling, participating, dan delegating. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi yang dilakukan ketua Karang Taruna bersifat adaptif dan mampu meningkatkan keterlibatan serta motivasi pemuda. Komunikasi yang jelas, terbuka, dan partisipatif menjadi kunci dalam membangun rasa kepemilikan dan partisipasi aktif anggota. Penelitian ini merekomendasikan agar Karang Taruna terus mengembangkan komunikasi dua arah yang persuasif untuk memperkuat partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial dan kewirausahaan.

Penelitian ini menunjukkan bahwa strategi komunikasi organisasi yang diterapkan oleh Karang Taruna Desa Selingsingan berperan penting dalam membangun motivasi dan partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan sosial dan kreatif.Komunikasi yang dilakukan oleh ketua organisasi bersifat adaptif, terbuka, dan bersahabat, sehingga menciptakan suasana yang mendukung keterlibatan aktif anggota.Gaya komunikasi yang digunakan mencerminkan prinsip kepemimpinan situasional, dengan pendekatan telling, selling, participating, dan delegating yang disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan masing-masing anggota.Penerapan komunikasi yang efektif tidak hanya meningkatkan rasa memiliki anggota terhadap organisasi, tetapi juga memotivasi mereka untuk mengambil peran lebih besar dalam pelaksanaan program kerja.Temuan ini menegaskan bahwa komunikasi organisasi yang kontekstual dan partisipatif dapat menjadi faktor kunci dalam menggerakkan pemuda desa untuk menjadi lebih aktif, kreatif, dan berdaya.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk fokus pada pengembangan model komunikasi dua arah yang lebih sistematis dan terukur. Bagaimana jika Karang Taruna menerapkan standar operasional prosedur (SOP) komunikasi internal yang jelas, sehingga proses penyampaian informasi dan pelibatan anggota menjadi lebih terstruktur dan efisien? Apakah dengan adanya SOP ini, komunikasi organisasi dapat lebih efektif dalam meningkatkan motivasi dan partisipasi pemuda? Selain itu, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak komunikasi organisasi terhadap peningkatan kreativitas dan keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial dan kewirausahaan. Bagaimana pengaruh gaya komunikasi yang berbeda-beda terhadap motivasi dan partisipasi pemuda dalam berbagai kegiatan? Apakah ada perbedaan signifikan antara gaya telling, selling, participating, dan delegating dalam hal efektivitas komunikasi dan motivasi pemuda? Dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih dalam pengembangan komunikasi organisasi di Karang Taruna dan organisasi kepemudaan lainnya.

Read online
File size231.45 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test