IPBIPB

Jurnal Akuakultur IndonesiaJurnal Akuakultur Indonesia

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui pemijahan ikan betutu di kolam tanah dan kolam beton. Ikan betutu (125 - 500 g per ekor) dipelihara selama musim hujan dan musim kemarau dan diberi makan ikan teri sebanyak 7% setiap hari. Pada musim penghujan, pada kolam tanah dan kolam beton terjadi masingmasing 31 dan 30 kali pemijahan ikan betutu, Oxyeleotris marmorata (Blkr.), per sarang. Pada musim kemarau, hanya ikan betutu yang di kolam tanah saja yang memijah sebanyak 36 kali dengan rata-rata 39.170 butir per tahun per sarang.

Penelitian ini menunjukkan bahwa ikan betutu dapat memijah baik pada musim penghujan maupun musim kemarau.Pemijahan lebih sering terjadi di kolam tanah, terutama pada musim kemarau, kemungkinan karena penambahan air yang lebih banyak dan penurunan suhu air.Jumlah telur yang dihasilkan per sarang relatif konsisten, berkisar antara 36.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengoptimalkan kondisi pemijahan ikan betutu di kolam, misalnya dengan memvariasikan kepadatan tebar induk dan jenis pakan. Studi mendalam mengenai pengaruh kualitas air, seperti kadar oksigen terlarut dan amonia, terhadap keberhasilan pemijahan juga sangat penting. Selain itu, penelitian tentang perkembangan larva ikan betutu yang dihasilkan dari pemijahan di kolam, termasuk tingkat pertumbuhan dan kelangsungan hidupnya, akan memberikan informasi berharga untuk pengembangan budidaya ikan betutu secara berkelanjutan. Hal ini akan membantu meningkatkan produksi benih ikan betutu dan mengurangi ketergantungan pada sumber alami, sekaligus mendukung pengembangan industri perikanan budidaya di Indonesia.

Read online
File size76.76 KB
Pages3
DMCAReport

Related /

ads-block-test