USKUSK

Cakradonya Dental JournalCakradonya Dental Journal

Penggunaan soft denture liner (SDL) pada gigi tiruan yang menyebabkan rasa sakit, bakteri dan jamur membentuk koloni secara mudah dan berpenetrasi pada gigi tiruan. Pembersihan kimiawi adalah pilihan utama untuk kontrol plak pada gigi tiruan yang sudah diaplikasikan SDL karena dapat membersihkan gigi tiruan yang tidak dapat dijangkau dengan metode mekanis. Alkalin peroksida adalah larutan pembersih yang efektif melarutkan kotoran dan mengurangi mikroorganisme terutama Candida albicans selama 15 menit perendaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perendaman dan perbedaan pengaruh lama perendaman silikon long term soft denture liner (LTSDL) swapolimerisasi dalam alkalin peroksida terhadap kekerasan permukaan selama 2 dan 4 hari. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan bahan silikon LTSDL swapolimerisasi. Sampel dibuat sebanyak 28 sampel dan dibagi 4 kelompok, yaitu perendaman dalam kelompok aquabidest, kelompok alkalin peroksida dengan lama perendaman 2 hari, kelompok aquabidest dan kelompok alkalin peroksida dengan lama perendaman 4 hari. Berdasarkan hasil penelitian terdapat pengaruh perendaman silikon LTSDL swapolimerisasi dalam alkalin peroksida selama 2 dan 4 hari terhadap kekerasan permukaan. Hasil uji t Independen juga menunjukkan terdapat perbedaan kekerasan permukaan antara silikon LTSDL swapolimerisasi yang direndam dalam alkalin peroksida selama 2 dan 4 hari. Disimpulkan bahwa silikon LTSDL swapolimerisasi yang direndam dalam bahan pembersih gigi tiruan alkalin peroksida dapat digunakan selama satu tahun pemakaian dengan peningkatan kekerasan permukaan masih dalam rentang ISO.

Silikon LTSDL swapolimerisasi yang direndam dalam bahan pembersih gigi tiruan alkalin peroksida bisa digunakan selama satu tahun pemakaian karena peningkatan nilai kekerasan permukaannya dalam rentang ISO.

Penelitian ini telah menunjukkan bahwa perendaman dalam larutan alkalin peroksida memengaruhi kekerasan permukaan silikon LTSDL swapolimerisasi. Untuk memperkaya pemahaman, penelitian lanjutan dapat menelusuri bagaimana jenis larutan pembersih gigi tiruan lain, seperti berbagai konsentrasi sodium hipoklorit atau bahkan kombinasi pembersihan mekanis dan kimiawi, memengaruhi sifat material selain kekerasan. Akan sangat bermanfaat untuk menginvestigasi perubahan pada elastisitas, kekuatan sobek, atau stabilitas warna, karena properti ini juga krusial bagi kenyamanan dan fungsi gigi tiruan. Selain itu, mengingat simulasi penelitian ini terbatas hingga satu tahun, studi jangka panjang yang lebih ekstensif—mencakup dua hingga lima tahun—penting untuk memprediksi durabilitas material dalam penggunaan klinis sebenarnya. Penelitian semacam ini dapat mensimulasikan kondisi rongga mulut yang lebih kompleks, termasuk efek gaya kunyah, variasi suhu, dan paparan saliva alami, untuk melihat interaksi faktor-faktor ini terhadap integritas SDL. Terakhir, sebuah arah penelitian menarik adalah mengeksplorasi formulasi bahan silikon LTSDL yang lebih inovatif. Dengan memvariasikan jenis dan konsentrasi bahan pengisi (filler) atau primer dalam komposisi silikon, kita mungkin dapat mengembangkan material soft denture liner yang lebih tahan terhadap degradasi dan perubahan kekerasan akibat larutan pembersih, tanpa mengurangi sifat bantalan dan kenyamanan yang ditawarkan. Ide-ide penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan soft denture liner yang lebih unggul dan panduan perawatan yang lebih optimal bagi pengguna gigi tiruan.

Read online
File size714.55 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test