YARSIYARSI
Junior Medical JournalJunior Medical JournalPenyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyebab utama kematian di dunia, dengan angka kematian global mencapai sekitar 3 juta jiwa pada tahun 2019. Di Indonesia, prevalensi PPOK mencapai 3,7%, setara dengan sekitar 9,2 juta jiwa menurut Riset Kesehatan Dasar 2013. Merokok menjadi faktor risiko utama dalam pengembangan PPOK, di mana perokok menunjukkan prevalensi gejala pernapasan yang lebih tinggi dibandingkan non-perokok. Namun, kurang dari 50% perokok berat mengalami PPOK, menunjukkan bahwa faktor risiko lain, seperti paparan asap rokok pasif, juga berperan. Dengan prevalensi merokok di Indonesia yang mencapai 33,8%, kondisi ini memperburuk angka kejadian PPOK. Menariknya, sekitar 60-85% penderita PPOK tidak menyadari penyakit yang diderita, termasuk di Indonesia, di mana banyak pasien tidak rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 82.1% tidak berisiko PPOK dan 17.9% berisiko PPOK. Oleh karena itu, diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk memahami kejadian PPOK di kalangan personil TNI AU Depo Pemeliharaan 10 Lanud Husein Sastranegara Bandung berdasarkan Kuesioner PUMA, yang baru dikembangkan untuk mendeteksi risiko PPOK dengan hasil lebih baik dibandingkan alat sebelumnya.
Kesimpulan dari penelitian tentang Kejadian Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) di kalangan personil TNI AU di depo pemeliharaan 10 Bandung, berdasarkan kuesioner PUMA dan tinjauan menurut agama Islam, menunjukkan bahwa dari 319 responden, 262 orang (82,1%) tidak berisiko mengalami PPOK dan dapat diberi edukasi mengenai gaya hidup sehat, sementara 57 orang (17,9%) terdeteksi berisiko dan memerlukan pemeriksaan spirometri.Dari segi kebiasaan merokok, 202 responden (63,3%) adalah perokok, dengan mayoritas (34,2%) berada di usia di bawah 29 tahun dan 83 orang (26,0%) mengonsumsi lebih dari 30 bungkus rokok per tahun.Mayoritas perokok (91,8%) menunjukkan keinginan untuk berhenti merokok, dengan rokok putih sebagai jenis yang paling banyak diminati (32,3%).Terdapat hubungan signifikan antara merokok dan gejala PPOK seperti sesak napas, batuk, dan pengeluaran dahak, dengan P-Value 0,000, sedangkan gejala yang sudah terdiagnosis menunjukkan hasil yang tidak signifikan (P-Value 0,363).Dalam konteks hukum merokok, terdapat beragam pendapat, di mana MUI menyatakan merokok hukumnya makruh karena dampak negatif yang ditimbulkan.Pola hidup sehat yang dianjurkan dalam Islam, yang meliputi kebersihan jasmani dan rohani, serta praktik hidup sehat yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, relevan dengan peningkatan kesehatan fisik dan mental.Saran dari penelitian ini mencakup perlunya penelitian lanjutan yang mempertimbangkan faktor pentingnya penggunaan metode lebih komprehensif, serta kampanye anti-merokok di kalangan personil TNI AU.
Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: . . 1. Mengembangkan metode skrining yang lebih komprehensif untuk mendeteksi risiko PPOK, terutama di kalangan personil TNI AU, dengan mempertimbangkan faktor-faktor risiko lainnya seperti paparan asap rokok pasif dan faktor lingkungan kerja. . . 2. Melakukan studi longitudinal untuk memahami perkembangan PPOK dalam jangka panjang, terutama pada perokok dan non-perokok, serta menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan penyakit dan efektivitas intervensi. . . 3. Menganalisis dampak kampanye anti-merokok dan edukasi kesehatan paru pada perilaku merokok dan kesadaran akan risiko PPOK di kalangan personil TNI AU, serta mengeksplorasi strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi prevalensi merokok dan meningkatkan kesehatan paru.
| File size | 327.91 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Akan tetapi, hal ini dapat ditinjau dari konsep maqashid al-shariah untuk menghindari kemudharatan yang akan ditimbulkan. Dengan demikian, penelitian iniAkan tetapi, hal ini dapat ditinjau dari konsep maqashid al-shariah untuk menghindari kemudharatan yang akan ditimbulkan. Dengan demikian, penelitian ini
YARSIYARSI Hasil menunjukkan sensitivitas 83%, spesifitas 100%, nilai prediksi positif 100%, nilai prediksi negatif 38%, dan akurasi 85%, dengan nilai signifikanHasil menunjukkan sensitivitas 83%, spesifitas 100%, nilai prediksi positif 100%, nilai prediksi negatif 38%, dan akurasi 85%, dengan nilai signifikan
YARSIYARSI Latar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit demam akut yang disebabkan bakteri salmonella typhi dimana penyakit ini disebarkan melalui rute fekal-oralLatar Belakang: Demam tifoid merupakan penyakit demam akut yang disebabkan bakteri salmonella typhi dimana penyakit ini disebarkan melalui rute fekal-oral
YARSIYARSI Dalam laporan ini penyebab yang dominan dari nyeri perut dan anemia adalah temuan ADP pada kolonoskopi. Telah disampaikan masalah kasus AngiodisplasiaDalam laporan ini penyebab yang dominan dari nyeri perut dan anemia adalah temuan ADP pada kolonoskopi. Telah disampaikan masalah kasus Angiodisplasia
YARSIYARSI Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) dengan risiko Diabetes Melitus TipePenelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Neutrophil-to-Lymphocyte Ratio (NLR) dengan risiko Diabetes Melitus Tipe
YARSIYARSI Dari total 20 pasien, 13 pasien mengalami perbaikan penglihatan sementara 7 pasien tidak menunjukkan perbaikan. Sebagian besar pasien yang mengalami perbaikanDari total 20 pasien, 13 pasien mengalami perbaikan penglihatan sementara 7 pasien tidak menunjukkan perbaikan. Sebagian besar pasien yang mengalami perbaikan
YARSIYARSI adalah bakteri Gram-negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, dengan sumber infeksi tertinggi berasal dari daging ayam dan olahannya. Kontaminasiadalah bakteri Gram-negatif yang termasuk dalam famili Enterobacteriaceae, dengan sumber infeksi tertinggi berasal dari daging ayam dan olahannya. Kontaminasi
YARSIYARSI 17 Tahun 2023 dan mengakui manfaat pendayagunaan dokter WNA, seperti transfer ilmu dan teknologi, tetapi mengkhawatirkan dampak negatif seperti hambatan17 Tahun 2023 dan mengakui manfaat pendayagunaan dokter WNA, seperti transfer ilmu dan teknologi, tetapi mengkhawatirkan dampak negatif seperti hambatan
Useful /
YARSIYARSI Terdapat dua jenis KD: mekanik (AKDR‑Cu) yang memiliki tingkat keberhasilan tertinggi namun memerlukan tenaga terlatih, dan hormonal (pil progestin,Terdapat dua jenis KD: mekanik (AKDR‑Cu) yang memiliki tingkat keberhasilan tertinggi namun memerlukan tenaga terlatih, dan hormonal (pil progestin,
YARSIYARSI Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue pada masyarakat. Metode: Penelitian ini dilakukan denganTujuan penelitian untuk mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian demam berdarah dengue pada masyarakat. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan
YARSIYARSI 001 (sig < 0. 05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan yang positif antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab001 (sig < 0. 05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan yang positif antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab
UIMUIM Untuk menjawab rumusan masalah diatas, penulis menggunakan jenis penelitian yuridis normatif yang dengan kata lain adalahdengan melakukan penelitian prodakUntuk menjawab rumusan masalah diatas, penulis menggunakan jenis penelitian yuridis normatif yang dengan kata lain adalahdengan melakukan penelitian prodak