YARSIYARSI

Junior Medical JournalJunior Medical Journal

Rhinitis alergi adalah peradangan pada membran mukosa hidung yang disebabkan oleh reaksi alergi pada pasien atopi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat prevalensi rhinitis alergi dan hubungannya dengan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan observasional analitik, dengan rancangan penelitian cross sectional dengan total sampel 73 mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan data penentuan prevalensi rhinitis alergi menggunakan kuesioner Total Nasal Symptom Score (TNSS), ditemukan bahwa mayoritas responden mengalami rhinitis alergi derajat ringan sebanyak 187 orang (67,5%). Selain itu, 66 orang (23,8%) mengalami derajat sedang dan 24 orang (8,7%) berada pada derajat berat. Sebanyak 265 orang (95,7%) mempunyai kualitas tidur yang buruk. Hasil analisa bivariat menunjukkan tidak ada responden yang memiliki kualitas tidur baik dan mengalami rhinitis alergi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara rhinitis alergi dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas YARSI angkatan 2022.

Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan signifikan antara rhinitis alergi dan kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas YARSI.Sebanyak 90 responden (32,5%) mengalami rhinitis alergi dengan kualitas tidur buruk, sementara tidak ada responden dengan kualitas tidur baik yang mengalami rhinitis alergi.Hubungan ini bersifat dua arah, di mana rhinitis alergi dapat memperburuk kualitas tidur dan tidur yang buruk dapat memperburuk kondisi alergi melalui peningkatan inflamasi.Menjaga kebersihan dan kualitas tidur penting sebagai bagian dari iman dan kesehatan.

Pertama, lakukan studi longitudinal untuk menilai dinamika hubungan antara rhinitis alergi dan kualitas tidur di kalangan mahasiswa, sehingga dapat mengidentifikasi arah kausalitas. Kedua, uji intervensi kebersihan lingkungan rumah dan tempat belajar yang mencakup pengurangan paparan alergen, serta evaluasi dampaknya terhadap prevalensi rhinitis alergi dan kualitas tidur. Ketiga, terapkan program edukasi tidur berlandaskan perspektif Islam, termasuk adab tidur dan rutinitas shalat yang mempromosikan pola tidur sehat, dan ukur efeknya terhadap kesehatan fisik dan mental mahasiswa.

  1. Clinical Manifestations of Allergic Rhinitis by Age and Gender: A 12-Year Single-Center Study - Seung-No... journals.sagepub.com/doi/10.1177/0003489420921197Clinical Manifestations of Allergic Rhinitis by Age and Gender A 12 Year Single Center Study Seung No journals sagepub doi 10 1177 0003489420921197
Read online
File size243.27 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test