YARSIYARSI

Junior Medical JournalJunior Medical Journal

Pendahuluan: Dua tahun pertama anak merupakan periode emas pertumbuhan otak anak. Nutrisi yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perilaku orang tua dalam pemanfaatan layanan kesehatan, seperti datang ke posyandu untuk penimbangan berat badan setiap bulan guna memantau status gizi anak. Agama Islam juga menekankan agar orang tua bertanggung jawab terhadap perawatan anak, seperti menafkahi, merawat, dan memberikan makanan yang bergizi untuk pertumbuhan anak. Pertumbuhan yang terganggu pada masa ini dapat berdampak buruk pada kualitas hidup anak di masa depan. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan survey cross sectional. Penelitian dilakukan di posyandu balita Wijaya Kusuma 2 di RW 07 Kelurahan Sumur Batu, Jakarta Pusat dengan menggunakan data primer dan data sekunder berupa kuesioner dan KMS balita periode Desember 2023-Mei 2024. Sampel pada penelitian ini berjumlah 48 sampel. Penetapan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square.

Berdasarkan hasil uji statistik chi-square menggunakan SPSS didapatkan terdapat tidak adanya hubungan yang signifikan antara hubungan keteraturan kunjungan posyandu terhadap peningkatan status gizi pada balita di posyandu Kelurahan Sumur Batu RW 07, Jakarta Pusat dari 48 responden yang telah diolah menggunakan program SPSS dan dianalisis menggunakan uji statistik Chi-Square didapatkan hasil p-value sebesar 0.Berdasarkan tinjauan Islam bahwa anak merupakan sebuah amanat dan harta bagi kedua orang tua sehingga merupakan kewajiban orang tua untuk memberi nafkah kepada anak, juga berkewajiban untuk memberi makanan bergizi terhadap anak.Pemberian makanan bergizi terhadap anak itu meliputi penyusuan, penyapihan dan pemberian makanan.Selain itu, pemberian makanan bergizi harus memenuhi standar halal dan thayyib, dan kualitas serta kebaikan dari makanan atau minuman yang akan diberikan.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi yang berfokus pada faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi hubungan antara keteraturan kunjungan posyandu dan peningkatan status gizi pada balita. Misalnya, penelitian dapat menyelidiki peran pengetahuan gizi ibu dalam menentukan perilaku pemberian nutrisi kepada anak. Selain itu, studi komparatif antara posyandu dengan fasilitas kesehatan lainnya dapat dilakukan untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang mempengaruhi keikutsertaan orang tua dalam program kesehatan anak. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi atau program pendidikan gizi yang ditujukan kepada orang tua dalam meningkatkan status gizi balita.

Read online
File size289.43 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test