POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU
Jurnal Sanitasi Profesional IndonesiaJurnal Sanitasi Profesional IndonesiaPenyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi perhatian global karena merupakan salah satu penyebab utama kematian pada anak usia dibawah lima tahun (Balita) di dunia. Di Indonesia kasus ISPA selalu menempati urutan pertama penyebab kematian balita. Selain itu ISPA sering berada pada daftar sepuluh penyakit terbanyak penderitanya di rumah sakit dan puskesmas. Berdasarkan profil Kesehatan Provinsi Bengkulu Tahun 2017, adapun 10 penyakit tertinggi berdasarkan data kesakitan puskesmas ISPA menempati posisi pertama. Beberapa faktor seperti kelembaban dalam rumah dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah di duga merupakan faktor risiko terjadinya penyakit ISPA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kelembaban dan kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah dengan penyakit ISPA di Kelurahan Kebun Kenanga Kota Bengkulu. Rancangan penelitian Crossectional dengan jumlah sampel 124. Instrument penelitian yang digunakan pengukuran kelembaban dengan termohygrometer dan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi square dengan nilai pvalue<0,05. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ada hubungan kelembaban dengan penyakit ISPA (pvalue=0,007), dan menjukkan ada hubungan antara kebiasaan merokok penghuni di dalam rumah dengan penyakit ISPA(pvalue=0,021). Hasil analisis univariat, sebagian besar (68%) memiliki kelembaban tidak memenuhi syarat, sebagian besar (69%) responden merokok di dalam rumah. sebagian besar (31%) balita mengalami sakit ISPA sedang, Masyarakat terutama responden dalam penelitian ini lebih memperhatikan apa saja yang dapat mempengaruhi terjadinya penyakit ISPA atau yang dapat memperburuk keadaan balita yang terkena penyakit ISPA.
Penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 68% rumah memiliki kelembaban tidak memenuhi standar, sedangkan lebih dari 84% responden merokok di dalam rumah, dan lebih dari 69% balita mengalami ISPA ringan.Analisis statistik mengungkapkan hubungan yang sangat signifikan antara kelembaban rumah dengan kejadian ISPA (p=0,007) serta hubungan yang signifikan antara kebiasaan merokok penghuni dengan ISPA (p=0,037).Hasil ini menekankan pentingnya memperhatikan faktor lingkungan rumah untuk mencegah dan mengurangi risiko ISPA pada balita.
Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki pengaruh perbaikan ventilasi rumah terhadap penurunan insiden ISPA pada balita, misalnya dengan membandingkan rumah yang menggunakan sistem ventilasi alami versus mekanis dalam studi eksperimental. Selain itu, penting untuk mengevaluasi kontribusi partikel halus (PM2.5) dan gas berbahaya lain di dalam ruangan sebagai faktor risiko terjadinya ISPA, sehingga dapat diidentifikasi polutan spesifik yang paling berbahaya bagi anak-anak. Terakhir, sebuah studi kohort longitudinal dapat dilakukan untuk menilai efektivitas program penghentian merokok di dalam rumah terhadap penurunan prevalensi ISPA pada balita, dengan melibatkan intervensi edukasi dan pemantauan jangka panjang.
| File size | 321.02 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Penggunaan diuretik merupakan yang paling sering ditemukan, baik sebagai monoterapi maupun kombinasi, meskipun pedoman menyarankan ACEi atau ARB sebagaiPenggunaan diuretik merupakan yang paling sering ditemukan, baik sebagai monoterapi maupun kombinasi, meskipun pedoman menyarankan ACEi atau ARB sebagai
YARSIYARSI Kualitas tidur pada responden akan dinilai menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sedangkan tingkat kecemasan pada responden dinilaiKualitas tidur pada responden akan dinilai menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) sedangkan tingkat kecemasan pada responden dinilai
YARSIYARSI Metode penulisan penelitian ini menggunakan studi litelatur, penelusuran data dengan cara komparasi studi pustaka jurnal, artikel, e-book berbahasa IndonesiaMetode penulisan penelitian ini menggunakan studi litelatur, penelusuran data dengan cara komparasi studi pustaka jurnal, artikel, e-book berbahasa Indonesia
YARSIYARSI 001 (sig < 0. 05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan yang positif antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab001 (sig < 0. 05). Simpulan: Terdapat hubungan signifikan yang positif antara penyuluhan dengan tingkat pengetahuan siswa tentang polusi udara penyebab
YARSIYARSI Kesimpulan penelitian ini adalah pasien yang berobat ke RSUP Fatmawati Tahun 2015-2017 mempunyai karakteristik beraneka ragam dari umur, jenis kelamin,Kesimpulan penelitian ini adalah pasien yang berobat ke RSUP Fatmawati Tahun 2015-2017 mempunyai karakteristik beraneka ragam dari umur, jenis kelamin,
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional pada sampel 33 ibu hamil. Chi-square digunakanPenelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross-sectional pada sampel 33 ibu hamil. Chi-square digunakan
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Saluran Nafas yang dimaksud adalah Organ mulai dari Hidung sampai Alveoli paru beserta Organ adneksanya. Selain dari status gizi, vitamin A juga tidakSaluran Nafas yang dimaksud adalah Organ mulai dari Hidung sampai Alveoli paru beserta Organ adneksanya. Selain dari status gizi, vitamin A juga tidak
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Kesimpulan: komposter takakura lebih baik dalam pengomposan dibandingkan dengan komposter sederhana dari segi waktu pengomposan. Komposter Takakura menghasilkanKesimpulan: komposter takakura lebih baik dalam pengomposan dibandingkan dengan komposter sederhana dari segi waktu pengomposan. Komposter Takakura menghasilkan
Useful /
YARSIYARSI Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui. Perlakuan menggunakan lima batch yang masing-masing batch terdiri dariPenelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan tujuan untuk mengetahui. Perlakuan menggunakan lima batch yang masing-masing batch terdiri dari
YARSIYARSI Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, dengan sampel dalam penelitian ini yaitu lansia di posyanduJenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional, dengan sampel dalam penelitian ini yaitu lansia di posyandu
YARSIYARSI Dengan menggunakan desain penelitian analitik cross sectional dan kuesioner yang mengukur religiositas serta penyesuaian diri, data dikumpulkan dari 141Dengan menggunakan desain penelitian analitik cross sectional dan kuesioner yang mengukur religiositas serta penyesuaian diri, data dikumpulkan dari 141
POLTEKKESBENGKULUPOLTEKKESBENGKULU Roti tawar adalah makanan populer yang disukai anak-anak. Umbi merupakan hasil tanaman lokal di Indonesia yang berpotensi menjadi pengganti tepung teriguRoti tawar adalah makanan populer yang disukai anak-anak. Umbi merupakan hasil tanaman lokal di Indonesia yang berpotensi menjadi pengganti tepung terigu