YARSIYARSI
Junior Medical JournalJunior Medical JournalTuberkulosis (TB) di Indonesia menjadi masalah kesehatan utama, termasuk di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Penanganan TB melalui pemberian Obat Anti Tuberkulosis (OAT) merupakan langkah utama untuk menekan angka penularan, mencegah resistensi obat, dan menjalankan nilai-nilai keislaman dalam menjaga Kesehatan dan kehidupan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif dengan pendekatan total sampling. Sampel adalah seluruh pasien TB yang mendapatkan pengobatan di Puskesmas Tanjung Bumi tahun 2023 dan memenuhi kriteria inklusi yang diambil dari rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat. Sampel penelitian adalah 74 pasien, terdiri dari 62 pasien kategori 1, kategori 2 sebanyak 2 pasien, dan 5 pasien anak. Seluruh pasien kategori 1 dan anak menerima OAT dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) (2RHZE/4RH). Pada kategori 2 mendapat OAT KDT (2RHZES/1HRZE/5HRE) dan lainnya mendapat dosis tunggal (2HZES/10HE). Efek samping yang paling banyak dilaporkan adalah urin berwarna merah (83,8%), penurunan nafsu makan (71,6%), dan mual (63,5%). Tingkat kesembuhan tertinggi terdapat pada kategori anak (100%) dan kategori 1 (96,8%), sedangkan pada kategori 2 sebesar 71,4%. Penggunaan OAT di Puskesmas Tanjung Bumi telah sesuai standar terapi TB yang dianjurkan, dengan hasil pengobatan yang umumnya efektif. Dari sudut pandang Islam, upaya pengobatan ini sesuai dengan prinsip menjaga jiwa (ḥifẓ al-nafs) dan keadilan (adl) dalam pelayanan kesehatan.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Puskesmas Tanjung Bumi terhadap pasien Tuberkulosis yang diberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT) dalam bentuk Kombinasi Dosis Tetap (KDT) (2RHZE/4RH) pada kategori 1 (83,78%) dan kategori anak (6,76%).Sementara itu, pada kategori 2 (9,46%) terdapat kombinasi pemberian OAT KDT (2RHZES/1HRZE/5HRE) dan tunggal (2HZES/10HE), karena kondisi pasien tidak memungkinkan apabila diberikan OAT KDT.Hal ini menunjukkan bahwa Puskesmas dalam memberikan obat pada pasien sesuai dengan standar yang ditetapkan Kementerian Kesehatan RI yang menekankan kepatuhan dan efektivitas melalui OAT KDT.Efek samping yang paling banyak dilaporkan meliputi urin berwarna merah (83,8%), penurunan nafsu makan (71,6%), mual (63,5%), nyeri otot (56,8%), dan gatal (36,5%).Meskipun sebagian besar mengalami efek samping, pasien tetap melanjutkan pengobatan hingga selesai.Hal ini menunjukkan bahwa petugas kesehatan di Puskemsa Tanjung Bumi memberikan edukasi dan pendampingan selama pengobatan berjalan dengan baik.Hasil pengobatan akhir menunjukkan pada pasien kategori 1 dan anak mendapat keberhasilan pengobatan yang cukup tinggi sebesar 96,8% dan 100%.Sementara kategori 2 menunjukkan hasil yang beragam, dengan tingkat kesembuhan 71,4% serta kasus pindah fasilitas Kesehatan dan meninggal masing-masing 14,3%.Data ini menunjukkan bahwa efektivitas OAT cukup tinggi jika diberikan tepat waktu dan sesuai dengan kategori pasien.Prinsip keadilan (adl) dalam penggunaan OAT di Puskesmas Tanjung Bumi tercermin dalam akses pengobatan tanpa diskriminasi untuk seluruh pasien.Sesuai dengan nilai solidaritas dan tolong menolong dalam Islam, penderita adalah tanggung jawab sosial bersama, baik dari tenaga medis, keluarga, maupun masyarakat.Dalam pelaksanaannya, perlu ketepatan dalam diagnosis, pemilihan jenis obat, serta dosis yang sesuai untuk mencegah timbulnya efek samping yang membahayakan pasien sehingga terhindar dari mudharat.
Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara efektivitas OAT KDT dan OAT dosis tunggal pada kategori 2 pasien TB, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan kondisi kesehatan pasien. Selain itu, penelitian dapat fokus pada strategi intervensi untuk meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengonsumsi OAT, terutama pada kategori 2 yang memiliki tingkat kesembuhan lebih rendah. Terakhir, studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami lebih dalam perspektif pasien TB tentang efek samping OAT dan bagaimana mereka mengelola dampak negatif tersebut, serta peran dukungan sosial dalam proses pengobatan.
| File size | 281.7 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
YARSIYARSI Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil:Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis pasien dan dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil:
YARSIYARSI Prevalensi hipertensi terus meningkat terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta pada populasi lanjut usia (lansia). Dalam ajaran agama Islam, disebutkanPrevalensi hipertensi terus meningkat terutama di wilayah perkotaan seperti Jakarta pada populasi lanjut usia (lansia). Dalam ajaran agama Islam, disebutkan
YARSIYARSI Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah 1,68% dan prevalensi neuropatiHasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi neuropati pada pasien diabetes melitus di Rumah Sakit X Jakarta Pusat adalah 1,68% dan prevalensi neuropati
YARSIYARSI Hasil analisa bivariat menunjukkan tidak ada responden yang memiliki kualitas tidur baik dan mengalami rhinitis alergi. Berdasarkan hasil penelitian iniHasil analisa bivariat menunjukkan tidak ada responden yang memiliki kualitas tidur baik dan mengalami rhinitis alergi. Berdasarkan hasil penelitian ini
YARSIYARSI A Sentot Patrol Indramayu terhadap pendayagunaan dokter WNA serta penerapan aturan Islam dalam pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritasA Sentot Patrol Indramayu terhadap pendayagunaan dokter WNA serta penerapan aturan Islam dalam pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas
YARSIYARSI Soeharto Herdjan Grogol Jakarta pada tahun 2024. Berdasarkan analisis pasien skizofrenia di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, dapat disimpulkan bahwa mayoritasSoeharto Herdjan Grogol Jakarta pada tahun 2024. Berdasarkan analisis pasien skizofrenia di Rumah Sakit Soeharto Heerdjan, dapat disimpulkan bahwa mayoritas
YARSIYARSI Hasil analisa bivariat didapatkan hubungan antara umur ibu dengan kejadian abortus di RS Yarsi tahun 2023. Kejadian abortus pada multipara memiliki risikoHasil analisa bivariat didapatkan hubungan antara umur ibu dengan kejadian abortus di RS Yarsi tahun 2023. Kejadian abortus pada multipara memiliki risiko
EBSINAEBSINA Upaya intervensi yang efektif meliputi identifikasi upaya perbaikan perilaku kesehatan, skrining dan edukasi kesehatan, serta implementasi inhalasi sederhanaUpaya intervensi yang efektif meliputi identifikasi upaya perbaikan perilaku kesehatan, skrining dan edukasi kesehatan, serta implementasi inhalasi sederhana
Useful /
YARSIYARSI Nutrisi yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perilaku orang tua dalam pemanfaatan layanan kesehatan, sepertiNutrisi yang cukup dan berkualitas sangat penting untuk mendukung pertumbuhan optimal. Perilaku orang tua dalam pemanfaatan layanan kesehatan, seperti
YARSIYARSI Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella sp. pada ayam potong di beberapa pasar tradisional. Berdasarkan hasil penelitian, duaPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bakteri Salmonella sp. pada ayam potong di beberapa pasar tradisional. Berdasarkan hasil penelitian, dua
YARSIYARSI Tetapi, risiko berikutnya menjadi stroke cukup tinggi, dengan angka 11% dalam 7 hari dan 24‑29% dalam 5 tahun ke depan. Data tahun 2019 menunjukan strokeTetapi, risiko berikutnya menjadi stroke cukup tinggi, dengan angka 11% dalam 7 hari dan 24‑29% dalam 5 tahun ke depan. Data tahun 2019 menunjukan stroke
IDEBAHASAIDEBAHASA For data collection, three video recordings were selected for analysis based on the presence of verbal interactions between Ritsuki and her parents orFor data collection, three video recordings were selected for analysis based on the presence of verbal interactions between Ritsuki and her parents or