JSSSJSSS
Journal of Social ScienceJournal of Social SciencePenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan perilaku keislaman siswa melalui praktik ibadah di SMA Negeri Kota Bandung. Berdasarkan observasi dan wawancara peneliti terhadap beberapa kepala sekolah SMA Negeri di Bandung yang memiliki siswa atlet, ditemukan bahwa tidak semua siswa yang beragama Islam melaksanakan ibadah dengan baik selama latihan olahraga di sekolah. Hanya sebagian siswa yang mau melaksanakan ibadah di sekolah, seperti salat sunah atau salat wajib di masjid sekolah, dengan alasan pakaian kotor karena keringat, tanggung jawab latihan, dan bentrok waktu latihan. Padahal, saat salat pakaian harus bersih dan suci. Terkadang, banyak siswa yang tidak salat jika tidak diperintah, dan masih terdapat banyak kekurangan lain. Tidak jarang siswa yang di rumah dan di sekolah menunjukkan perilaku keislaman yang baik, tetapi saat di luar rumah dan di luar sekolah menunjukkan perilaku buruk dari sudut pandang Islam, seperti merokok, nongkrong di pinggir jalan, dan pacaran berlebihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Program pengembangan perilaku keislaman di SMA Negeri se-Kota Bandung, yaitu salat berjamaah sebelum dan setelah kegiatan pembelajaran, menghafal Asmaul Husna, membaca Al-Quran 15 menit sebelum jam pertama pembelajaran dimulai, salat dhuha berjamaah, salat dzuhur berjamaah, serta infaq atau menyisihkan sebagian uang saku untuk sedekah. (2) Proses pembinaan perilaku keislaman siswa melalui kegiatan praktik ibadah di SMA Negeri se-Kota Bandung perlu diorganisasi, pelaksanaan ceramah keagamaan, pembinaan, dan pengawasan. (3) Perilaku siswa setelah menerima pembinaan melalui praktik ibadah di SMA Negeri se-Kota Bandung tergolong cukup baik. Siswa mampu bertanggung jawab dan disiplin dalam melaksanakan ibadah. Siswa juga mampu bekerja sama dan bersosialisasi dengan baik.
Program pengembangan perilaku keislaman di SMA Negeri se-Kota Bandung meliputi salat berjamaah, menghafal Asmaul Husna, membaca Al-Quran, salat dhuha dan dzuhur berjamaah, serta infaq.Proses pembinaan memerlukan organisasi, ceramah keagamaan, pembinaan, dan pengawasan secara konsisten.Perilaku keislaman siswa setelah mengikuti program ini tergolong cukup baik, ditandai dengan tanggung jawab, disiplin, dan kemampuan bekerja sama yang baik.
Pertama, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengevaluasi efektivitas masing-masing program pengembangan perilaku keislaman, seperti salat berjamaah atau membaca Al-Quran, terhadap pembentukan karakter siswa atlet secara terpisah, agar dapat diketahui komponen mana yang paling berdampak. Kedua, penting untuk menyelidiki bagaimana pengaruh lingkungan luar sekolah, seperti media sosial dan pergaulan bebas, melemahkan konsistensi perilaku keislaman siswa di luar jam sekolah, sehingga dapat dirancang intervensi yang melibatkan orang tua dan komunitas lokal. Ketiga, perlu dikaji bagaimana integrasi nilai-nilai keislaman ke dalam aktivitas olahraga sekolah dapat ditingkatkan, misalnya dengan menciptakan modul pelatihan karakter berbasis agama bagi pelatih olahraga, agar pembinaan spiritual terjadi secara alami selama latihan. Penelitian-penelitian ini akan melengkapi temuan saat ini dengan mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat internal serta eksternal yang memengaruhi konsistensi perilaku keagamaan siswa. Dengan demikian, sekolah dapat merancang strategi yang lebih holistik dan berkelanjutan. Fokus pada siswa atlet juga penting karena mereka menghadapi tantangan unik antara kewajiban latihan dan ibadah. Selain itu, melibatkan orang tua secara aktif dalam proses pembinaan bisa menjadi kunci keberhasilan jangka panjang. Penelitian lanjutan sebaiknya menggunakan pendekatan campuran untuk memperkuat temuan kualitatif dengan data kuantitatif. Hasilnya akan memberi gambaran lebih komprehensif tentang efektivitas program. Terakhir, perlu eksplorasi inovasi teknologi, seperti aplikasi mobile, untuk memfasilitasi pengawasan dan motivasi ibadah secara real-time, termasuk di luar lingkungan sekolah.
| File size | 176.51 KB |
| Pages | 13 |
| DMCA | Report |
Related /
INTERNATIONALPUBLISHERINTERNATIONALPUBLISHER Hasil menunjukkan bahwa motivasi dan disiplin masing-masing memiliki efek positif dan signifikan, baik secara parsial maupun secara simultan. KoefisienHasil menunjukkan bahwa motivasi dan disiplin masing-masing memiliki efek positif dan signifikan, baik secara parsial maupun secara simultan. Koefisien
UNIPASBYUNIPASBY Pendekatan sampling yang digunakan menjadi sampling jenuh. Sampling jenuh yang artinya setiap satu populasi dijadikan sampel sebilangan 100 responden.Pendekatan sampling yang digunakan menjadi sampling jenuh. Sampling jenuh yang artinya setiap satu populasi dijadikan sampel sebilangan 100 responden.
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Peran guru sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Guru tidak hanya bertanggung jawab untuk menyampaikan materi akademis. Penelitian iniPeran guru sangat penting dalam membentuk karakter peserta didik. Guru tidak hanya bertanggung jawab untuk menyampaikan materi akademis. Penelitian ini
LOCUSMEDIALOCUSMEDIA Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum acara pidana Indonesia belum adanya pengaturan jalur khusus, namun masih dalam berupa rancangan terlihatHasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum acara pidana Indonesia belum adanya pengaturan jalur khusus, namun masih dalam berupa rancangan terlihat
STAINUSANTARASTAINUSANTARA Dalam surat Al-Alaq, Allah Swt memerintahkan kita agar menuntut ilmu. Setelah itu kewajiban kedua adalah mentransfer ilmu tersebut kepada generasi berikutnya.Dalam surat Al-Alaq, Allah Swt memerintahkan kita agar menuntut ilmu. Setelah itu kewajiban kedua adalah mentransfer ilmu tersebut kepada generasi berikutnya.
STPI PAJAKSTPI PAJAK Implementasi sistem ini diharapkan dapat mendorong transformasi digital dalam sektor perbankan, yang semakin berfokus pada pengalaman pengguna dan penggunaanImplementasi sistem ini diharapkan dapat mendorong transformasi digital dalam sektor perbankan, yang semakin berfokus pada pengalaman pengguna dan penggunaan
RESCOLLACOMMRESCOLLACOMM Sebelum penelitian dilakukan, ditemukan bahwa masyarakat di Desa Bandar Sinembah, Tanjung Morawa, yang terdiri dari kelompok multi-etnis, belum sepenuhnyaSebelum penelitian dilakukan, ditemukan bahwa masyarakat di Desa Bandar Sinembah, Tanjung Morawa, yang terdiri dari kelompok multi-etnis, belum sepenuhnya
RAHARJARAHARJA E-Procurement berkontribusi dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa melalui penerapan sistem online. SosialisasiE-Procurement berkontribusi dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengadaan barang dan jasa melalui penerapan sistem online. Sosialisasi
Useful /
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Difficulty recognizing letters and connecting sounds is a major obstacle in the learning process. Therefore, innovative, interactive, and adaptive learningDifficulty recognizing letters and connecting sounds is a major obstacle in the learning process. Therefore, innovative, interactive, and adaptive learning
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama yaitu siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa. PenelitianTeknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan utama yaitu siswa, guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa. Penelitian
STKIP PESSELSTKIP PESSEL Motivasi belajar siswa di sekolah dasar sangat penting karena menjadi landasan bagi keberhasilan pendidikan di jenjang berikutnya. Anak-anak yang tidakMotivasi belajar siswa di sekolah dasar sangat penting karena menjadi landasan bagi keberhasilan pendidikan di jenjang berikutnya. Anak-anak yang tidak
RAHARJARAHARJA Institusi diharapkan mampu berkompetisi dan menjadi unggulan melalui penerapan KM sebagai aset strategis. Pengetahuan dan pengalaman menjadi sumber dayaInstitusi diharapkan mampu berkompetisi dan menjadi unggulan melalui penerapan KM sebagai aset strategis. Pengetahuan dan pengalaman menjadi sumber daya