YARSIYARSI

Junior Medical JournalJunior Medical Journal

Pendahuluan: COVID-19 adalah penyakit menular, memiliki penularan melalui droplet dan kontak langsung. Pasien COVID-19 yang memiliki penyakit penyerta menunjukkan prognosis yang lebih buruk. Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, telah diidentifikasi sebagai komorbiditas COVID-19, yang berarti bahwa individu dengan hipertensi memiliki risiko yang lebih tinggi terhadap penyakit parah atau komplikasi akibat virus tersebut. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui korelasi antara riwayat diabetes melitus dan hipertensi dengan lama rawat inap pasien COVID-19 dari pandangan kedokteran dan Islam. Metodologi: Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain penelitian kohort retrospektif. Sampel penelitian diambil secara total sampling. Data dikumpulkan melalui data sekunder menggunakan data rekam medis dari RS YARSI selama periode September 2021 - 2022. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 48 pasien COVID-19 yang memasuki kriteria untuk diteliti, 34 pasien (71%) memiliki komorbid hipertensi, dan 14 pasien (29%) tidak memiliki komorbid hipertensi. Dari pasien dengan komorbid hipertensi, sebanyak 30 pasien (63%) meninggal dunia. Analisis bivariat dengan uji Chi Square menunjukkan nilai signifikansi (Sig.) sebesar 0,008, yang lebih kecil dari 0,05, menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara hipertensi dan kematian pasien COVID-19.

Terdapat hubungan antara pasien Covid-19 yang memiliki komorbid hipertensi dengan pasien yang meninggal dunia pada RS YARSI periode September 2021 sampai dengan September 2022.

Sebuah studi prospektif dapat diperkenalkan untuk mengevaluasi apakah pengelolaan hipertensi yang lebih baik dapat menurunkan mortalitas COVID‑19 di RS YARSI, dengan menanyakan apakah kontrol tekanan darah terkontrol dapat memicu penyebab kematian berkurang. Selanjutnya, penelitian dapat meneliti peran pandangan Islam dalam proses pengambilan keputusan klinis, khususnya apakah pemahaman etika Islam dapat mempengaruhi kepatuhan pasien terhadap protokol pengobatan dan terapi intensif, dan apakah hal tersebut berdampak pada hasil klinis. Terakhir, analisis komparatif antara rumah sakit dengan fasilitas manajemen hipertensi yang berbeda dapat membantu menentukan apakah infrastruktur dan keahlian spesifik dapat mengurangi kematian COVID‑19, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan kesehatan yang lebih terfokus pada integrasi layanan kardiovaskular dan pandemi.

Read online
File size279.13 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test