DOKICTIDOKICTI
Journal of Islamic Psychology and Behavioral SciencesJournal of Islamic Psychology and Behavioral SciencesPerkembangan teknologi komputer dan kecerdasan buatan (AI) telah memungkinkan mesin meniru kemampuan manusia dalam berpikir logis, menghitung, dan berinteraksi. Namun, dari perspektif psikologi Islam, kemampuan tersebut tidak dapat menggantikan dimensi spiritual manusia, yaitu qalb (hati) dan nafs (jiwa) yang menjadi pusat kesadaran moral dan spiritual. Penelitian ini merupakan penelitian pustaka yang menganalisis AI dari sudut pandang Islam dan etika, dengan tujuan menggambarkan secara sistematis dan komprehensif hubungan antara kemajuan teknologi dengan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menekankan bahwa teknologi harus berfungsi sebagai alat untuk kemanfaatan manusia, bukan sebagai pengganti sifat manusia; oleh karena itu, pengembangan AI harus berlandaskan prinsip-prinsip etika yang sejalan dengan syariat, termasuk keadilan (adl), kepercayaan (amanah), kasih sayang (rahmah), dan penghormatan terhadap martabat manusia. Dengan mengintegrasikan konsep-konsep tazkiyatun nafs (pembersihan jiwa), tawakkal (percaya kepada Tuhan), dan ikhtiar (usaha), penelitian ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual dalam penggunaan AI sehingga teknologi berfungsi sebagai sarana ibadah, pencerahan, dan rahmat bagi seluruh ciptaan (rahmatan lil alamin).
Kecerdasan Buatan (AI) dipahami sebagai sistem yang dirancang untuk meniru bentuk, karakter, dan kebiasaan manusia, kemudian diimplementasikan pada komputer.Pengembangan diarahkan agar sistem mampu meniru proses berpikir otak manusia melalui dukungan hardware berkecepatan tinggi, kapasitas memori yang besar, dan software canggih.Dalam perspektif Islam, penguasaan teknologi merupakan bagian dari perintah untuk menggunakan akal secara kritis (QS.36), terbuka terhadap kebenaran dari mana pun sumbernya (QS.18), dan selalu mengoptimalkan mindset untuk mengeksplorasi pengetahuan (QS.Dari sudut pandang psikologi Islam, penggunaan kecerdasan akal tidak dapat dipisahkan dari pembersihan jiwa (tazkiyatun nafs), pengendalian hawa nafsu, dan niat yang benar.Sehingga, pengembangan AI harus diarahkan untuk kemanfaatan masyarakat dan tidak menimbulkan kerusakan (QS.Hal ini menegaskan bahwa umat Islam memiliki kewajiban untuk menguasai ilmu dan teknologi (QS.122) sebagai sarana untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat.Etika dalam pengembangan AI juga harus dipertimbangkan, terutama terkait dengan prinsip-prinsip keadilan, perlindungan privasi, dan penghormatan terhadap martabat manusia.Dengan fondasi spiritual yang kuat, penggunaan AI dapat ditempatkan sebagai instrumen yang mendukung pengembangan diri manusia sambil menjaga keseimbangan antara kebutuhan intelektual dan spiritual.
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengkaji lebih lanjut implikasi etis dari penggunaan AI dalam berbagai bidang, seperti kesehatan mental, pendidikan, dan layanan sosial, dengan mempertimbangkan nilai-nilai Islam dan prinsip-prinsip psikologi Islam.. . 2. Meneliti dan mengembangkan metode-metode baru dalam pendidikan AI yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan etika, sehingga dapat menghasilkan sistem AI yang tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga adil dan bermanfaat bagi seluruh umat manusia.. . 3. Melakukan studi komparatif antara AI yang dikembangkan berdasarkan nilai-nilai Islam dengan AI yang dikembangkan berdasarkan nilai-nilai sekuler, untuk melihat perbedaan dan kesamaan dalam hal etika, keadilan, dan dampak sosialnya. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pengembangan AI yang lebih inklusif dan adil.
| File size | 354.05 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
UNDIKSHAUNDIKSHA Kajian ini dilatarbelakangi pandangan bahwa kerusakan alam tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan krisis moral, sosial, danKajian ini dilatarbelakangi pandangan bahwa kerusakan alam tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga berkaitan erat dengan krisis moral, sosial, dan
UINGUSDURUINGUSDUR Ian G Barber menggambarkan hubungan antara sains dan agama dalam konteks konflik, kemandirian, dialog, dan integrasi. Tema relasi sains dan agama tidakIan G Barber menggambarkan hubungan antara sains dan agama dalam konteks konflik, kemandirian, dialog, dan integrasi. Tema relasi sains dan agama tidak
UINGUSDURUINGUSDUR Also, Islamic law does not deny social reality, hence Islamic law can be modified to accommodate social reality. The connection of mutualism, social transformation,Also, Islamic law does not deny social reality, hence Islamic law can be modified to accommodate social reality. The connection of mutualism, social transformation,
DOKICTIDOKICTI Hal ini membuat friendship quality menjadi aspek penting, sementara perilaku silent treatment bisa dianggap wajar secara sosial meski berdampak negatifHal ini membuat friendship quality menjadi aspek penting, sementara perilaku silent treatment bisa dianggap wajar secara sosial meski berdampak negatif
UINSAIDUINSAID Berangkat dari kritik terhadap reduksionisme paradigma psikologi sekuler yang cenderung melihat manusia sebagai entitas biologis-mekanistik, studi iniBerangkat dari kritik terhadap reduksionisme paradigma psikologi sekuler yang cenderung melihat manusia sebagai entitas biologis-mekanistik, studi ini
STAITARUNASTAITARUNA Setiap dimensi memiliki fungsi unik namun bekerja secara sinergis untuk menciptakan keseimbangan spiritual. Ketidakseimbangan pada satu dimensi dapat menggangguSetiap dimensi memiliki fungsi unik namun bekerja secara sinergis untuk menciptakan keseimbangan spiritual. Ketidakseimbangan pada satu dimensi dapat mengganggu
UNSERAUNSERA Program pendampingan sertifikasi halal ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada pelaku usaha kue basah di wilayahProgram pendampingan sertifikasi halal ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada pelaku usaha kue basah di wilayah
UNSERAUNSERA Pendekatan partisipatif digunakan melibatkan sesi pelatihan dan pendampingan yang meningkatkan literasi digital di kalangan peserta UMKM. Kegitana utamaPendekatan partisipatif digunakan melibatkan sesi pelatihan dan pendampingan yang meningkatkan literasi digital di kalangan peserta UMKM. Kegitana utama
Useful /
STAITARUNASTAITARUNA Penelitian ini menganalisis perbedaan signifikansi antara kedua model dalam meningkatkan pemahaman peserta didik melalui pendekatan kuantitatif komparatifPenelitian ini menganalisis perbedaan signifikansi antara kedua model dalam meningkatkan pemahaman peserta didik melalui pendekatan kuantitatif komparatif
DOKICTIDOKICTI Peta tren topik mengindikasikan bahwa sholat tetap menjadi tema utama yang stabil sepanjang dekade, sementara istilah seperti psikoterapi Islam, kesehatanPeta tren topik mengindikasikan bahwa sholat tetap menjadi tema utama yang stabil sepanjang dekade, sementara istilah seperti psikoterapi Islam, kesehatan
STAITARUNASTAITARUNA Masih ada kelompok yang menjadi obyek dakwah sebagai kaum abangan, ada kelompok santri sebagai pendakwah dan juga kaum priyayi ataupun para pejabat. YangMasih ada kelompok yang menjadi obyek dakwah sebagai kaum abangan, ada kelompok santri sebagai pendakwah dan juga kaum priyayi ataupun para pejabat. Yang
BORNEORECBORNEOREC Sebagai solusi, panitia Porseni MAN 1 Ponorogo berinisiatif melibatkan dosen dari bidang teknik informatika yang kompeten dalam desain grafis sebagai juri.Sebagai solusi, panitia Porseni MAN 1 Ponorogo berinisiatif melibatkan dosen dari bidang teknik informatika yang kompeten dalam desain grafis sebagai juri.