UNESAUNESA
Jurnal Dialektika Pendidikan IPSJurnal Dialektika Pendidikan IPSDalam kegiatan pembelajaran IPS di SMP Hang Tuah 1 Surabaya peserta didik seringkali kurang aktif, sehingga menyebabkan hasil belajar mereka kurang optimal dalam pembelajaran IPS. Zaman sekarang pembelajaran harus disesuaikan dengan pembelajran abad 21 yang mana di dalamnya mempunyai keterampilan inti yakni kreatif, inovatif, berpikir kritis dan menyelesaikan masalah. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh model Problem Based Learning terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis perserta didik dalam pembelajran IPS. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Hang Tuah 1 Surabaya pada tahun ajarn 2023/2024.Penelitian ini menggunakan Quasi ekperimen dengan desain Nonequivalent Control Group Design karena dalam penelitian ini menggunkan 2 sampel yang berbeda. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini yakni kelas VIII E dan VIII G, yang mana kelas VIII G sebagai kelas eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal Pretest dan Posttest. Teknis yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini yang adalah uji validalitas, uji reliabilitas,uji normalitas, uji homogenitas, uji N-Gain dan uji Hipotesis. Penerapan model Problem Based Learning dinilai cukup efektif dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP Hang Tuah 1 Surabaya, hasil cukup efektif diambil dari hasil uji N-Gain yang mana menunjukkan persentase 57,2 %. Hasil dari pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample T Test menunjukkan nilai Sig 0,000, lebih kecil dari 0,05. Dari hasil tersebut maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya model Problem Based Learning memiliki pengaruh terhadap kemampuan berpikir pesrta didik. Hasil dari pengelompokan kategori peserta didik berdasarkan nilainya, kelompok ekperimen setelah adanya perlakuan berupa model Problem Based Learning cenderung kategori tinggi.
Model Problem Based Learning dinilai cukup efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII SMP Hang Tuah 1 Surabaya dalam pembelajaran IPS, hal ini dapat dilihat dari nilai persentase N-Gain yang menunjukkan score 57,2 % yang mana jika dilihat dari kategori tafsir efektifitas N-Gain score tersebut dikategorikan cukup efektif karena diatas 56%.Sedangkan kelas kontrol yang menggunkan pembelajaran konvensional nilai N-Gain menunjukkan nilai 30,5 % yang mana nilai tersebut dibawah dibawah 40% yang dapat dikategorikan tidak efektif.Berdasarkan hasil dari analisis data dan pembahasan terkait pengaruh model pembelajaran Problem Based (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik dalam pembelajaran IPS di SMP Hang Tuah 1 Surabaya sebagaai berikut.dapat disimpulkan bahwa model Problem Based Learning (PBL) berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik hal tersebut dibuktikan dari hasil uji hipotesis yakni Uji Independent Sample T-Test yang menunjukkan nilai t hitung > t tabel yakni 6,389 > 1,669 dengan nilai sig (2-tailed) 0,000 < daripada 0,05.Berdasarkan hal tersebut menunjukan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat pengaruh implementasi model Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik kelas VIII dalam pembelajaran IPS di SMP Hang Tuah 1 Surabaya.
Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan untuk memperluas pemahaman tentang pengaruh model Problem Based Learning (PBL) terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi pengaruh PBL terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi, seperti SMA atau bahkan perguruan tinggi, untuk melihat apakah efektivitas model ini konsisten di berbagai tingkatan. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul PBL yang lebih adaptif terhadap karakteristik siswa dengan gaya belajar yang berbeda-beda, sehingga pembelajaran dapat lebih personal dan efektif. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi peran faktor-faktor lain, seperti motivasi belajar dan dukungan sosial dari guru dan teman sebaya, dalam memoderasi pengaruh PBL terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, penelitian lanjutan dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang bagaimana PBL dapat dioptimalkan untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di berbagai konteks pendidikan, serta memberikan kontribusi praktis bagi pengembangan kurikulum dan strategi pembelajaran yang lebih efektif.
| File size | 429.5 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
NEOLECTURANEOLECTURA Penelitian ini dengan subjek anak didik SDIT Bina Insani terdiri dari Jumlah anak didik 34 anak yang terdiri dari anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakanPenelitian ini dengan subjek anak didik SDIT Bina Insani terdiri dari Jumlah anak didik 34 anak yang terdiri dari anak perempuan. Penelitian ini dilaksanakan
UBHUBH Metode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui penyimpulan, identifikasi, klasifikasi, analisis, interpretasi data, pelaporan analisis data, danMetode yang digunakan adalah metode deskriptif melalui penyimpulan, identifikasi, klasifikasi, analisis, interpretasi data, pelaporan analisis data, dan
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan wawancara mendalam dengan musyrifah, guru, dan tenaga kependidikan di Pondok Pesantren BinaTeknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi dan wawancara mendalam dengan musyrifah, guru, dan tenaga kependidikan di Pondok Pesantren Bina
UNIVET BANTARAUNIVET BANTARA Data kuantitatif berasal dari hasil post test, pilihan ganda pada setiap akhir siklus yang diperoleh dari hasil tes yang diberikan guru kepada pesertaData kuantitatif berasal dari hasil post test, pilihan ganda pada setiap akhir siklus yang diperoleh dari hasil tes yang diberikan guru kepada peserta
BALELITERASIBALELITERASI Kelengkapan hasil belajar siswa meningkat dari 46,66% pada pra siklus menjadi 73,33% pada siklus I dan meningkat menjadi 86,66% pada siklus 2. PenggunaanKelengkapan hasil belajar siswa meningkat dari 46,66% pada pra siklus menjadi 73,33% pada siklus I dan meningkat menjadi 86,66% pada siklus 2. Penggunaan
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA PBL mendorong pemecahan masalah kolaboratif dan aplikasi dunia nyata, sementara Flipped Classroom mempersiapkan siswa dengan pengetahuan dasar, memungkinkanPBL mendorong pemecahan masalah kolaboratif dan aplikasi dunia nyata, sementara Flipped Classroom mempersiapkan siswa dengan pengetahuan dasar, memungkinkan
AFEKSIAFEKSI Terdapat pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar IPA tema 7 materi perubahan wujud benda pada siswa kelas V MI Islamiyah Kauman KidulTerdapat pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar IPA tema 7 materi perubahan wujud benda pada siswa kelas V MI Islamiyah Kauman Kidul
UBHUBH Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pedagang busana di Pasar Kinali sering menggunakan tindak tutur direktif pada saat interaksi jualBerdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pedagang busana di Pasar Kinali sering menggunakan tindak tutur direktif pada saat interaksi jual
Useful /
NEOLECTURANEOLECTURA Salah satu faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam mata pelajaran matematika adalah kelemahan siswa dalam menggunakan penalaran dengan baik di saatSalah satu faktor penyebab ketidakberhasilan siswa dalam mata pelajaran matematika adalah kelemahan siswa dalam menggunakan penalaran dengan baik di saat
NEOLECTURANEOLECTURA Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a MatchPengumpulan data penelitian dilakukan dengan uji hipotesis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match
UMPOUMPO Faktor lain yang juga harus diperhitungkan adalah bahwa suatu paradigma biasanya hanya cocok untuk realitas tertentu. Paradigma perilaku sosial lebih tepatFaktor lain yang juga harus diperhitungkan adalah bahwa suatu paradigma biasanya hanya cocok untuk realitas tertentu. Paradigma perilaku sosial lebih tepat
PUBLIKASIINDONESIAPUBLIKASIINDONESIA PT Pati Abadi Karya perlu memperkuat strategi manajerial untuk menghadapi dinamika industri konstruksi. Kekuatan perusahaan termasuk pengalaman proyekPT Pati Abadi Karya perlu memperkuat strategi manajerial untuk menghadapi dinamika industri konstruksi. Kekuatan perusahaan termasuk pengalaman proyek