UNESAUNESA

Jurnal Dialektika Pendidikan IPSJurnal Dialektika Pendidikan IPS

Tradisi Wiwitan merupakan salah satu tradisi peninggalan leluhur masyarakat petani di Jawa yang dilaksanakan menjelang panen padi. Tradisi ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur masyrakat petani atas hasil panen yang telah mereka peroleh. Selain itu, pelaksanaan Tradisi Wiwitan ini juga dipercayai serta dilaksanakan sebagai bentuk penolak balak atau untuk memperoleh keselamatan. Tradisi Wiwitan ini dilaksanakan sejak zaman dahulu dari generasi ke generasi dan sudah menjadi sebuah kebiasaan pada masyarakat petani di Jawa salah satunya di Dusun Kedung Tunggak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana eksistensi dan harmonisasi dari nilai sosial dan nilai keagamaan yang terkandung di dalam Tradisi Wiwitan. Selain itu, dalam penelitian ini juga berusaha untuk melihat bagaimana kontribusi dari kearifan lokal Tradisi Wiwitan ini dapat berkontribusi dalam pembelajaran IPS sebagai sumber belajar IPS berbasis kearifan lokal. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Kedung Tunggak Desa Jatikalen Kecamatan Jatikalen Kabupaten Nganjuk dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, pengambilan sampel penelitian dengan purposive sampling. Penelitian ini menggunakan Teori Interaksionisme Simbolik dalam mengungkap makna dari simbol-simbol yang terkandung dalam Tradisi Wiwitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Wiwitan ini masih eksis di kalangan masyarakat di era modern seperti saat ini. Tradisi Wiwitan mengandung nilai sosial dan nilai keagamaan yang tercermin dari gotong royong masyarakat yang dapat mempererat kerukunan dari masyarakat sendiri. Nilai keagamaan dalam tradisi ini tercermin dari bagaimana Tradisi Wiwitan yang merupakan aliran Kejawen ini dapat harmonis dan hidup berdampingan dengan agama islam di dalam pelaksanaannya. Selain itu, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa Tradisi Wiwitan ini dapat berkontribusi secara aktif sebagai sumber belajar berbasis kearifan lokal karena tidak hanya mengandung nilai kebudayaan tetapi juga mengandung nilai sosial dan keagamaan yang sangat relevan dengan pembelajaran IPS, sehingga pembelajaran berbasis kearifan lokal Tradisi Wiwitan ini akan menjadikan peserta didik secara bertahap akan lebih dekat dengan lingkungan sekitarnya di dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan hasil penelitian Tradisi Wiwitan juga memiliki banyak nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti nilai sosial dan nilai keagamaan yang sangat kental dalam prosesi pelaksanaan Tradisi Wiwitan.Di era modernisasi seperti saat ini Tradisi Wiwitan dalam masyarakat Dusun Kedung Tunggak masih eksis dilaksanakan hal ini dikarenakan oleh kepercayaan yang masih melekat pada diri setiap petani di Dusun Kedung Tunggak.Dalam dunia pendidikan Tradisi Wiwitan ini juga memberikan kontribusinya sebagai sumber belajar IPS yang berbasis kearifan lokal.Dalam hal ini nilai-nilai yang terkandung dalam Tradisi Wiwitan akan menjadi sebuah pengalaman yang berharga bagi peserta didik jika diterapkan dalam sebuah pembelajaran.Karena tidak hanya mengandung nilai kebudayaan tetapi juga mengandung nilai sosial dan keagamaan yang sangat relevan dengan pembelajaran IPS.Selain itu, pembelajaran berbasis kearifan lokal Tradisi Wiwitan ini akan menjadikan peserta didik secara bertahap akan lebih dekat dengan lingkungan sekitarnya di dalam kehidupan sehari-hari.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji integrasi Tradisi Wiwitan ke dalam kurikulum sekolah dasar dan menengah dengan pendekatan interaktif, seperti simulasi ritual tradisional untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang nilai sosial dan keagamaan. Selain itu, penelitian bisa fokus pada pengembangan media digital berbasis lokal (misalnya aplikasi atau video) untuk mendokumentasikan dan menyebarkan informasi tentang Tradisi Wiwitan kepada generasi muda. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi hubungan antara Tradisi Wiwitan dan praktik pertanian modern, seperti apakah nilai-nilai tradisional dapat diadaptasi untuk meningkatkan efisiensi produksi pangan secara berkelanjutan.

  1. Nilai Budaya Ritual Perang Topat Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar... e-journal.unipma.ac.id/index.php/gulawentah/article/view/6359Nilai Budaya Ritual Perang Topat Sebagai Sumber Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal di Sekolah Dasar e journal unipma ac index php gulawentah article view 6359
Read online
File size389.62 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test