APPISIAPPISI

Tamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaTamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia

Dalam era globalisasi, sektor pariwisata mengalami pertumbuhan yang pesat dan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan komunikasi antar budaya. Kemampuan menguasai lebih dari satu bahasa atau multibahasa menjadi keterampilan krusial bagi mahasiswa pariwisata agar bisa bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran multibahasa dalam memperluas peluang karir bagi mahasiswa pariwisata di STIEPAR. Metode yang diterapkan adalah survei menggunakan kuesioner yang ditujukan kepada mahasiswa pariwisata. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa semua responden (100%) menganggap pentingnya keterampilan bahasa asing dalam dunia pariwisata. Banyak mahasiswa percaya bahwa kemampuan multibahasa mereka meningkatkan daya saing dan membantu persiapan untuk menghadapi tantangan kerja yang ada di industri global. Namun, ada tantangan seperti kurangnya kesempatan untuk praktik langsung dan sarana pembelajaran bahasa yang memadai. Hasil dari penelitian ini menekankan pentingnya penguatan kurikulum bahasa asing di lembaga pendidikan pariwisata, serta perlunya dukungan kebijakan dan kolaborasi eksternal untuk menciptakan suasana belajar yang aktif, relevan, dan sesuai dengan tuntutan industri.

Berdasarkan hasil penelitian mengenai peran multibahasa terhadap peluang karir mahasiswa pariwisata di STIEPAR, dapat disimpulkan bahwa penguasaan bahasa asing adalah salah satu keterampilan esensial yang sangat diperlukan untuk bersaing di industri pariwisata global.Semua responden mengungkapkan bahwa kemampuan berbahasa asing sangat penting dalam bidang pariwisata, baik untuk meningkatkan daya saing individu maupun untuk mendukung kualitas pelayanan kepada wisatawan internasional.Temuan penelitian ini memperkuat teori Human Capital dan teori Common Underlying Proficiency, serta sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya.Oleh karena itu, institusi pendidikan perlu mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kurikulum bahasa asing yang praktis, meningkatkan fasilitas belajaran, menjalin kerjasama dengan industri, serta menyediakan program-program pendukung.

Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi metode pembelajaran bahasa asing yang paling efektif bagi mahasiswa pariwisata, dengan mempertimbangkan gaya belajar dan latar belakang budaya yang beragam. Kedua, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa dalam menggunakan bahasa asing di lingkungan kerja nyata, serta tantangan dan strategi yang mereka gunakan untuk mengatasi kendala komunikasi. Ketiga, penelitian komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas program pembelajaran bahasa asing di berbagai institusi pendidikan pariwisata, dengan fokus pada indikator seperti tingkat kelancaran berbahasa, kepercayaan diri, dan kesiapan kerja. Pengembangan penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pendidikan pariwisata dan mempersiapkan lulusan yang kompetitif di pasar kerja global.

Read online
File size697.48 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test