APPISIAPPISI

Tamasya : Jurnal Pariwisata IndonesiaTamasya : Jurnal Pariwisata Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh atraksi dan aksesibilitas terhadap minat kunjungan wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten Wonosobo. Desa Wisata Sembungan merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut, yang memiliki atraksi wisata berupa Bukit Sikunir, Telaga Cebong, Air Terjun Sikarim, dan upacara adat Pemotongan Rambut Gimbal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik accidental sampling yang melibatkan 100 responden. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat berkunjung dengan nilai t hitung 3,613 > t tabel 1,985 (signifikansi 0,000). Aksesibilitas juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t hitung 2,760 > t tabel 1,985 (signifikansi 0,007). Secara simultan, daya tarik wisata dan aksesibilitas berpengaruh signifikan terhadap minat berkunjung dengan nilai F 18,886 > F tabel 3,09 (signifikansi 0,000) dan koefisien determinasi sebesar 0,280. Pengelola Desa Wisata Sembungan perlu meningkatkan kualitas daya tarik wisata dan aksesibilitas untuk meningkatkan minat berkunjung wisatawan melalui diversifikasi daya tarik wisata dan peningkatan prasarana transportasi.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa atraksi dan aksesibilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat kunjungan wisatawan di Desa Wisata Sembungan.Atraksi, seperti keindahan alam dan budaya unik, serta aksesibilitas yang memadai, berperan penting dalam menarik minat wisatawan.Secara simultan, kedua faktor ini secara signifikan memengaruhi minat kunjungan, dengan atraksi memberikan pengaruh yang sedikit lebih besar.Oleh karena itu, pengelola perlu fokus pada peningkatan kualitas atraksi dan aksesibilitas untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan.

Berdasarkan hasil penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai pengembangan pariwisata di Desa Wisata Sembungan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang memengaruhi minat kunjungan wisatawan, seperti kualitas pelayanan, promosi, dan citra destinasi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan Desa Wisata Sembungan dengan desa wisata lain yang serupa untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan peluang peningkatan. Ketiga, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam persepsi dan pengalaman wisatawan terhadap atraksi dan aksesibilitas di Desa Wisata Sembungan, sehingga dapat memberikan masukan yang lebih komprehensif bagi pengelola dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata yang lebih efektif dan berkelanjutan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya meningkatkan daya saing dan keberlanjutan pariwisata di Desa Wisata Sembungan, serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat setempat.

  1. Dampak Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten... ejournal.appisi.or.id/index.php/Tamasya/article/view/484Dampak Atraksi dan Aksesibilitas terhadap Minat Kunjungan Wisatawan di Desa Wisata Sembungan Kabupaten ejournal appisi index php Tamasya article view 484
Read online
File size609.23 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test